Perawatan Bayi

3 Jenis Imunisasi Bayi Baru Lahir Yang Wajib Anda Ketahui

Imunisasi bayi wajib dilakukan untuk membentuk sistem kekebalan tubuh bayi terhadap bakteri/virus tertentu. Ini dilakukan dengan cara memasukkan vaksin, yakni bakteri atau virus yang telah dilemahkan, ke dalam tubuh melalui mulut atau suntikan sehingga tubuh mengenali bakteri atau virus tersebut.

Lalu, apakah Anda tahu imunisasi bayi apa saja yang harus diberikan kepada bayi yang baru lahir?

Bayi baru lahir adalah bayi yang berusia antara 0-28 hari. Beberapa klinik atau rumah sakit akan segera melakukan imunisasi bayi baru lahir segera setelah bayi dilahirkan atau setelah selesai mendapat perawatan. Ada juga beberapa bidan atau dokter kandungan yang menganjurkan Anda untuk membawa bayi Anda kembali 1 minggu setelah kelahiran bayi Anda. Semua tergantung kebijakan dari dokter atau bidan Anda. Setidaknya, bayi Anda harus mendapatkan 3 imunisasi dasar sebelum berusia 2 bulan.

  • BCG (Bacillus Calmette Guerin)

Vaksin ini dapat memberi perlindungan terhadap bakteri TBC. Vaksin ini biasanya diberikan kepada bayi sejak lahir karena penyakit TBC sangat mudah menular, terutama pada bayi yang belum memiliki sistem imun yang kuat.

Imunisasi BCG diberikan dengan cara disuntikkan pada lengan kanan bayi Anda. Imunisasi ini dilakukan hanya satu kali dan tidak ada pengulangan. Setelah diimunisasi, bayi tidak akan mengalami demam, melainkan akan timbul luka pada derah suntikan, dan ini merupakan gejala yang wajar. Seminggu pasca diimunisasi, akan timbul papula merah pada daerah suntikan dan kemudian akan berubah menjadi gelembung nanah (pustule). Ukuran pustule akan meningkat dan berubah menjadi luka terbuka pada minggu kedua sampai ketiga dan nantinya akan berubah lagi menjadi luka parut. Anda tidak perlu cemas dengan reaksi ini karena ini merupakan pertanda bahwa penyuntikan dilakukan dengan benar dan vaksin telah bereaksi.

Baca Juga: Manfaat Penting Imunisasi Bayi dan Balita

  • Hb (Hepatitis B)

Imunisasi ini dilakukan agar bayi kebal terhadap penyakit Hepatitis B. Berbeda dengan BCG, imunisasi bayi ini diberikan sebanyak 4 kali selama periode 2 tahun.

Imunisasi Hb biasanya diberikan dengan cara penyuntikkan intramuskular pada daerah paha bayi. Reaksi ringan yang ditimbulkan setelah diimunisasi Hb adalah nyeri pada daerah suntikan, kemerahan, dan sedikit demam.

  • Imunisasi Polio

Seperti imunisasi Hb, imunisasi polio dilakukan sebanyak 4 kali dalam periode 2 tahun. Ini dilakukan untuk membentuk kekebalan aktif terhadap penyakit poliopoliomielitis (penyakit lumpuh layu).

Berbeda dengan BCG dan Hb, vaksin polio diberikan dengan cara meneteskan 2 tetes vaksin ke dalam mulut bayi (secara oral). Rasanya yang manis mungkin akan disenangi oleh bayi anda. Pemberian imunisasi polio pada bayi jarang menimbulkan reaksi tertentu, sehingga Anda tidak perlu merasa khawatir. Pemberian imunisasi polio tidak boleh diberikan pada bayi yang sedang mengalami diare dan gangguan pencernaan. Pastikan anak anda benar-benar dalam keadaan sehat sebelum dilakukan imunisasi.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *