Perawatan Bayi

5 Fakta Tentang Membesarkan Bayi Kembar

Belakangan ini di Indonesia banyak pasangan yang berharap mendapatkan bayi kembar. Ada berbagai alasan di balik ini, mulai dari agar hanya perlu hamil satu kali untuk mendapat dua anak hingga mengganggap si kembar lebih menggemaskan.

Alasan di atas memang tidak sepenuhnya salah. Namun, Anda harus menyadari bahwa seiring dengan kebahagiaan ganda yang Anda dapatkan, ada tuntutan ganda pula dalam merawat bayi kembar. Anda harus bekerja keras dua kali lipat dalam merawat mereka dan tingkat stres Anda pun akan meningkat dua kali lipat.

Namun jangan ciut dulu. Agar tidak kewalahan dalam membesarkan bayi kembar, Anda hanya harus mempersiapkan diri sejak jauh-jauh hari, sebelum si kembar lahir ke dunia. Ketahui 5 fakta berikut ini agar bila saatnya tiba Anda tidak akan terkejut lagi.

  • Yang terpenting adalah jadwal

Bisa Anda bayangkan, mengurus satu bayi saja sudah repot, apalagi dua. Apalagi jika jadwal mereka berbeda. Agar tidak merepotkan Anda, pastikan sejak lahir mereka tidur, bangun, dan menyusu pada waktu yang sama. Setelah dibiasakan, lama-lama mereka akan beradaptasi sendiri.

  • Anda bisa menyusui keduanya secara bersamaan

Meskipun ini membutuhkan koordinasi yang baik dan kesabaran yang besar, Anda bisa menyusui bayi kembar Anda secara bersamaan dengan satu bayi di masing-masing payudara. Anda juga bisa menyusui satu bayi dengan payudara, dan satu lagi dengan botol dot berisi ASI. Jangan lupa ganti posisi supaya semua bayi mendapatkan kontak dengan payudara Anda.

  • Cukup satu tempat tidur

Anda bisa menempatkan bayi kembar Anda yang baru lahir pada ranjang yang sama. Jika ini membuat mereka tidur lebih nyenyak dan nyaman saat berdekatan, ini dapat terus berlanjut hingga mereka memasuki usia balita. Namun, bila mereka sudah mulai berguling, menindih, dan membangunkan satu sama lain, Anda harus menempatkan mereka di dua ranjang yang berbeda.

  • Bayi kembar berbagi segalanya, termasuk kuman

Sebagaimana adik-kakak pada umumnya, jika salah satu anak sakit, maka kembarannya biasanya ikut sakit. Oleh karena itu, jika salah satunya terkena penyakit menular, seperti cacar, Anda dapat mempertimbangkan untuk memisahkan si kembar untuk sementara waktu. Ini memang tidak sepenuhnya mengurangi risiko menjadi nol, tapi setidaknya Anda bisa mengontrolnya dengan lebih baik.

  • Serupa tapi tak sama

Semua anak memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, tak terkecuali anak kembar. Doronglah mereka untuk memiliki hobi, bakat, dan kesukaan yang tak selalu sama dengan kembarannya. Jangan bandingan mereka satu sama lain. Jangan pula takut untuk memisahkan mereka, misalnya membiarkan yang satu menghabiskan waktu dengan ayahnya, dan yang satu dengan ibunya, kemudian bergantian, atau memasukkan mereka ke sekolah atau kelas yang berbeda. Penting bagi mereka untuk memiliki teman-teman dan kehidupannya sendiri agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan tidak selalu bergantung pada saudaranya.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *