Tips dan Trik

Alasan Mengapa Bayi Merangkak Merupakan Hal yang Penting Pada Perkembangannya

Mendengarkan obrolan ibu-ibu yang membicarakan anak mereka, sering terjadi para ibu membandingkan satu sama lain sang buah hati. Misalnya tentang perkembangan anak yang sudah bisa merangkak, berbicara, berjalan, dan perkembangan lainnya. Salah satu yang menarik adalah perkembangan bayi merangkak. Merangkak merupakan tonggak motorik kasar bayi di usia 7 hingga 8 bulan.

Alasan Mengapa Bayi Merangkak Merupakan Hal yang Penting Pada Perkembangannya

Mengapa harus bayi harus merangkak?

Berdasarkan suatu penelitian, merangkak bukan hanya sebagai latihan motorik bayi, namun juga melatih kemampuan otak kanan dan kiri. Jika diperhatikan dengan seksama, bayi merangkak dengan memajukan lengan kanan dan kaki kiri, kemudian lengan kiri dengan kaki kanan secara bergantian. Dalam istilah kedokteran, proses ini disebut pola cross-crawl. Kombinasi gerakan ini menandakan adanya pertukaran informasi di otak yang berjalan sangat cepat. Kedepannya, hal ini mengacu pada kemampuan si kecil untuk memindahkan barang dari satu tangan ke tangan lainnya, atau jika sudah dewasa berupa kemampuan menulis sambil mendengarkan penjelasan guru di sekolah.

Waktu yang tepat untuk mengajarkan cara merangkak

Kebanyakan bayi diajarkan merangkak pada usia 7 hingga 10 bulan. Tipe merangkaknya juga sangat beragam antara bayi yang satu dengan yang lainnya. Berikut beberapa ragam merangkak bayi, antara lain:

  • Merangkak dengan mengesot
  • Merangkak dengan tangan dan kakinya
  • Merangkak dengan tangan dan lututnya
  • Merangkak menggunakan perut

Bagaimana jika tidak mengalami fase merangkak?

Sebelum fase merangkak, bayi akan mengalami fase tengkurap di usia 3 atau 4 bulan. Fase ini melatih si kecil untuk menggerakkan otot-otot tubuh dengan menegakkan kepala atau benda-benda di sekitarnya. Pada fase ini bayi akan mulai bergerak maju dan mundur menggunakan tangannya. Wajarnya, setelah fase ini, bayi akan mulai untuk masuk fase merangkak. Namun, apakah mungkin jika fase ini terlewati? Jawabannya ya.

Tidak sedikit bayi yang melewatkan fase merangkak karena tidak memiliki kesempatan untuk melakukannya. Misalnya saja sang orang tua terlalu sibuk sehingga tidak ada waktu untuk menstimulasi perkembangan bayi mereka. Lalu bagaimana jika ini terjadi? Sebagai orang tua yang baik, sebaiknya segera latih untuk merangkak secara perlahan meski ia sudah mampu berjalan. Cara yang mudah adalah dengan mengajak bermain di alas dengan telungkup. Ajak anak agar mau meraih mainan di depannya dengan bergerak maju menggunakan lengan dan lutut.

Merangkak melatih kekuatan fisik bayi

Saat bayi secara fisik lebih kuat, si kecil menemukan sebuah kemerdekaan baru yang menarik melalui aktivitas merangkak. Dalam beberapa bulan ke depan, keterampilan dan kekuatannya semakin bertambah. Ketika bayi mulai menarik diri, berusaha berdiri dengan berpegangan pada meja dan bisa berdiri, kurva norma di tulang mereka mulai mengembang dan otot punggung dan kaki bagian bawah mereka mulai menguat.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *