Tips dan Trik

Anda Tidak Perlu Takut Vaksin Bayi Palsu Lagi

Banyak orang tua yang kini menjadi resah karena kasus vaksin bayi palsu. Alhasil, mereka jadi meragukan keaslian dan keamanan imunisasi anak walaupun sebenarnya ada cara-cara mudah untuk memastikan keaslian dan keamanan vaksin yang akan diberikan kepada Si Kecil.

Pengertian vaksin palsu

Vaksin palsu adalah sediaan berlabel vaksin yang tidak berisi antigen sehingga tidak merangsang pembentukan kekebalan aktif dan menjadikannya tidak bermanfaat. Vaksin tidak bermanfaat atau vaksin bayi palsu tersebut diduga mengandung bahan-bahan sebagai berikut:

  • Beberapa jenis cairan infus, tapi umumnya adalah larutan gula dan elektrolit.
  • Pelarut vaksin yang berupa cairan garam fisiologis atau aqua pro injection yang aman diserap tubuh.
  • Antibiotik gentasimin. Di Indonesia antibiotik untuk menangani infeksi ini tersedia dalam bentuk cairan, tetes mata, tetes telinga, dan krim luar.

Hasil investigasi BPOM, Biofarma, Kementerian Kesehatan, dan instansi terkait menyebut bahwa efek samping vaksin bayi palsu diduga kecil. Efek samping berupa gangguan ginjal dan pendengaran hanya dapat terjadi jika gentasimin diberikan lebih dari sekali atau dalam dosis tinggi.

Baca Juga: Bijaklah Memberi Obat Agar Bayi Sehat

Selain itu, infeksi atau alergi adalah risiko jangka pendek yang mungkin terjadi akibat suntik vaksin palsu yang mengandung cairan infus. Pada umumnya, kemunculan reaksi alergi atau infeksi yang dapat terjadi akan terlihat pada tiga hari setelah diberikannya suntikan. Infeksi akibat vaksin palsu diperkirakan karena proses pembuatan vaksin yang tidak memenuhi standar sterilisasi.

Memastikan keaslian dan keamanan vaksin

Berdasarkan laporan Kemenkes yang dilansir Biofarma, peredaran vaksin palsu diduga tidak lebih dari 1 persen di wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Jenis vaksin yang dipalsukan adalah kelompok vaksin impor berharga mahal, seperti Pediacel sebagai kombinasi Pertusis, Difteri, Tetanus, Hib; GSK dan Sanofi Pasteur, yaitu Engerix-B sebagai vaksin hepatitis B; Havrix 720 sebagai vaksin hepatitis A; dan IPV (vaksin polio yang berisi virus Polio yang sudah mati). Sementara itu, jenis vaksin dari Bio Farma selama ini digunakan untuk oplosan ke dalam kemasan vaksin palsu, seperti vaksin campak dan hepatitis B.

Rumah sakit pemerintah dan puskesmas pada umumnya memberikan secara cuma-cuma vaksin yang didapatkan dari produsen resmi yang ditunjuk oleh Kemenkes. Untuk itu, Anda dapat mendatangi  puskesmas, posyandu, atau rumah sakit pemerintah untuk mendapatkan vaksin asli. Kemenkes menjamin vaksin yang disalurkan melalui jalur pemerintah adalah asli dan aman.

Beberapa cara untuk melindungi anak dari vaksin palsu

  • Minta dokter, bidan, atau petugas kesehatan yang akan memberikan imunisasi untuk memeriksa tanggal kedaluarsa vaksin, wadah dan segel vaksin, label vaksin, penanda suhu, serta bentuk fisik vaksin.
  • Amati reaksi bayi atau anak setelah menerima vaksin. Segera periksakan ke dokter jika terjadi sesuatu yang mengkhawatirkan.
  • Laporkan jika ada hal yang mencurigakan kepada BPOM via Halo BPOM 1500533 atau ke Kementerian Kesehatan di (kode lokal) 1500567.
  • Jika anak Anda ternyata terkena vaksin palsu, pastikan dia terdaftar dan terverifikasi oleh satuan petugas (satgas) penanganan vaksin palsu.
Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *