Tips dan Trik

Artikel Parenting tentang Pengaruh Kebiasaan Orang Tua pada Anak

Pepatah Inggris mengatakan, like father like son, seperti itu ayahnya, seperti itu pula anaknya. pepatah ini menggambarkan bahwa kebiasaan orang tua akan sangat berpengaruh pada kebiasaan anaknya. Banyak hal yang dilakukan oleh orang tua, baik kebiasaan yang positif maupun kebiasaan yang negatif, akan ditiru oleh anaknya. Oleh sebab itulah, orang tua harus berhati-hati dalam berperilaku, sebab perilakunya akan ditiru si anak. Berbagai ilmu dan kiat parenting, yaitu ilmu tentang bagaimana membina keluarga, banyak mengemukakan tentang kebiasaan orang tua yang akan ditiru oleh anak. Orang tua adalah cermin paling dekat bagi si anak. Setiap kebiasaan yang dimiliki oleh si anak, terutama anak kecil, banyak dibentuk oleh lingkungannya. Dan lingkungan yang paling dekat bagi si anak tentu adalah keluarga. Agar orang tua lebih berhati-hati dalam bersikap di depan anaknya, berikut ini akan diulas mengenai artikel parenting tentang pengaruh kebiasaan orang tua pada si anak.

Setiap yang Dilakukan Oleh Orang Tua Dianggap Sebagai Kewajaran

Bagi anak-anak, apa yang dilakukan oleh orang tuanya dianggap sebagai sesuatu yang wajar, atau dengan kata lain boleh dilakukan. Jika orang tuanya boleh melakukan suatu perbuatan, maka dirinya juga boleh melakukan perbuatan tersebut. Anak-anak akan selalu mengambil contoh dari perilaku orang tuanya. Misalnya orang tuanya sering bertengkar atau berkata kasar, maka anak-anak akan menganggap bahwa bertengkar dan berkata kasar adalah hal yang wajar dan boleh dilakukan. Cermin yang terbaik bagi si anak bukanlah nasihat, melainkan perilaku. Seberapa banyak pun nasihat yang diberikan pada si anak, jika tidak diimbangi dengan contoh-contoh perbuatan secara langsung, maka nasihat-nasihat tersebut akan sulit melekat di benak si anak.

Baca Juga:Tips Belajar Menjadi Orang Tua Lewat Artikel Parenting Di Internet

Berbagai artikel parenting mengungkapkan bahwa anak-anak akan lebih mudah menangkap hal-hal yang bersifat visual, yaitu apa yang mereka lihat dengan kasat mata, baik secara langsung maupun melalui video. Sebaliknya, anak-anak akan sulit mencerna nasihat dan kata-kata, sebab otaknya sedang dalam tahap perkembangan. Memberikan contoh secara nyata melalui tindakan akan lebih mudah ditangkap dan melekat di benak si anak dibandingkan dengan menasihatinya secara terus-menerus.

Menghindari Larangan dan Memperbanyak Ajakan

Anak-anak adalah usia yang sangat mudah penasaran. Rasa ingin tahu yang begitu besar merupakan hal dan sifat alamiah yang dimiliki oleh anak-anak. Jika anak-anak dilarang untuk melakukan suatu tindakan tertentu, maka mereka umumnya akan penasaran mengapa tindakan tersebut tidak boleh dilakukan, sehingga anak-anak akan cenderung melakukan larangan tersebut karena didorong oleh rasa penasarannya yang begitu besar. Penelitian para ahli psikologi dan pemerhati anak yang dipublikasikan melalui berbagai artikel parenting mengungkapkan bahwa, semakin anak-anak dilarang, maka akan semakin besar rasa penasaran mereka. Oleh sebab itu, orang tua hendaknya mengurangi larangan pada anak-anak, melainkan memperbanyak anjuran. Misalnya orang tua ingin melarang anaknya bermain di luar, maka hendaknya mereka menggunakan kalimat anjuran, misalnya dengan menyuruhnya untuk lebih banyak bermain di dalam.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *