Perawatan Bayi

Bayi Gemuk, Belum Tentu Bayi Sehat

Berat badan bagi seorang bayi, secara umum oleh banyak kalangan selalu diidentikkan dengan parameter kesehatan tubuh mereka. Oleh karena itulah, seringkali muncul anggapan bahwa bayi gemuk merupakan bayi yang sehat. Karena anggapan tersebutlah, kini banyak para orang tua yang justru salah dalam mengambil langkah, hanya untuk membuat bayi mereka terlihat gemuk, memberikan susu formula tambahan sebelum usia yang tepat selalu dijadikan langkah pembenaran oleh sebagian besar orang tua dalam mendapatkan berat badan bayi yang gemuk. Namun tahukah Anda, pada dasarnya anggapan bahwa bayi yang gemuk merupakan bayi yang sehat belum tentu benar. Tak jarang dalam kehidupan sehari-hari kita sering kita jumpai seorang bayi yang memiliki tubuh kurus juga memiliki tingkat kesehatan yang tinggi.

Agar orang tua dapat melihat parameter kesehatan dan pertumbuhan yang efektif pada bayi mereka, akan lebih disarankan jika para orang tua lebih aktif untuk memeriksakan bayi mereka pada pos-pos layanan kesehatan ibu dan bayi secara rutin dan berkala. Pada hasil pemeriksaan tersebut, maka akan dapat kita lihat parameter perkembangan bayi kita, apakah dalam standar kesehatan bagi bayi ataupun tidak. Selain itu dengan pemeriksaan secara rutin, para ahli kesehatan yang ada akan dapat mengetahui dan mendeteksi lebih dini jika terjadi ketidakwajaran dalam pertumbuhan bayi.

Bayi gemuk dengan berat badan yang berlebih, sebetulnya tidak disarankan oleh para ahli kesehatan. Secara umum berat badan yang berlebih pada seorang bayi, akan membawa dampak yang tidak baik bagi kesehatan tubuh mereka. Berikut ini dampak kesehatan yang mungkin dialami oleh bayi dengan berat badan yang berlebih, antara lain

  • Menyebabkan obesitas, yang dapat menimbulkan penurunan respon imunologik sel T dan sel polimorfonuklear, yang merupakan penyangga sistem kekebalan tubuh pada bayi.
  • Terbatasnya kapasitas dalam paru-paru, yang memungkinkan rentan terkena infeksi saluran pernafasan bawah.
  • Pernafasan pada bayi menjadi pendek, yang mengakibatkan pembesaran pada kelenjar amandel, sehingga dapat mengakibatkan adanya gangguan pada saluran pernafasan atas.

Selain akibat diatas, secara umum tubuh bayi yang mengalami obesitas akan mengakibatkan tulang pada bayi memiliki beban yang berat, sehingga dapat mengakibatkan pertumbuhan tulang pada bayi akan dapat terganggu. Pergerakan dan pertumbuhan pada bayi pun akan menjadi lambat, akibat adanya gangguan pada pertumbuhan tulang mereka. luka lecet pun akan sering ditemui, akibat pergesekan antara lipatan-lipatan pada tubuh bayi.

Oleh karena itulah, jangan terlalu senang dan bangga terlebih dahulu memiliki bayi gemuk, karena berat badan bayi yang terlalu gemuk pun dapat mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada tubuh bayi. Sebaiknya sesuaikan berat badan bayi dengan berat badan ideal sesuai dengan rentan umur mereka, dan selalu periksa secara rutin dan berkala baik kesehatan maupun pertumbuhan berat mereka pada pos-pos pelayanan kesehatan ibu dan anak yang ada.

 

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *