Tips dan Trik

Beginilah Cara Penanganan yang Tepat Saat Bayi Kuning

Tidak ada orang tua yang mau jika anaknya sakit, termasuk sakit kuning. Penyakit kuning yang terjadi pada bayi disebabkan karena kadar billirubin di dalam darah yang terlalu tinggi dan walaupun tidak berbahaya namun kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan otak. Bayi kuning biasanya terjadi pada bayi yang baru lahir hingga minggu pertama. Gejalanya adalah mata dan kulit yang berwarna kuning, air seni yang berwarna lebih pekat dan tinja yang warnanya lebih pucat.

Beginilah Cara Penanganan yang Tepat Saat Bayi Kuning 

Bayi yang beresiko menderita penyakit kuning adalah:

  • Jika terlahir premature sebelum usia kehamilan memasuki 37 minggu.
  • Tidak memperoleh ASI atau susu yang cukup .
  • Bayi yang mempunyai golongan darah yang berbeda dengan ibunya atau yang memiliki rhesus yang berbeda dengan ibunya. Hal ini disebabkan karena antibodi yang berlebihan pada tubuh bisa menghancurkan sel darah merah sehingga kadar bilirubin menjadi meningkat secara tiba-tiba.

Gejala bayi kuning timbul kurang dari 24 jam dan bayi akan terlihat lemas, tidak menangis ataupun gejala yang lainnya. Jika penyakit kuning pada bayi ini timbul pada kondisi tertentu, maka perlu pemeriksaan dan penanganan yang tepat. Tidak heran jika dokter selalu memeriksa 8-12 jam sebelum bayi dibawa keluar dari rumah sakit serta beberapa hari setelah bayi keluar dari rumah sakit. Jika diperlukan penanganan, penanganan utama yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan ASI sesering mungkin yaitu sekitar 8-12 kali per harinya. Cara tersebut bisa membantu untuk membuang bilirubin lewat tinja. Jika tidak bisa maka dokter akan menyarankan untuk memberikan cairan lewat infus.

Kedua adalah dengan menggunakan metode fototerapi. Metode ini adalah metode yang memerlukan cahaya sehingga bilirubin yang ada di dalam tubuh bayi menjadi terpecah. Nantinya bayi akan ditempatkan di tempat tidur khusus yang dilengkapi dengan cahaya spektrum biru dan hanya mengenakan popok serta kacamata pelindung yang khusus untuk bayi. Metode ini akan dihentikan per 3-4 jam sehingga ibu bisa menyusui dan memeluk anak sehingga bayi akan lebih merasa nyaman serta mengurangi dehidrasi. Sayangnya, ada efek sampingnya yaitu adanya perubahan warna kulit yang lebih gelap dan ruam.

Ketiga adalah dengan tranfusi darah. Cara ini dilakukan jika bayi kuning kondisinya sudah sangat parah dan bayi tidak merespon metode yang dipergunakan sebelumnya. Nantinya, darah bayi akan diambil sedikit dan kemudian diganti dengan darah dari pendonor atau dari bank darah agar bisa menggantikan darah yang rusak. Selain itu, tranfusi darah juga bisa membantu untuk mengurangi kadar bilirubin dan juga meningkatkan jumlah sel darah merah. Akan tetapi, untuk penanganan lebih lanjut, harus tetap memerlukan pengawasan dari dokter agar kondisi anak tidak semakin parah.

 

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *