Seputar Ibu Menyusui

Berapa Lama ASI Bertahan Setelah Dipompa?

ASI atau kepanjangan dari Air Susu Ibu adalah makanan utama bagi seorang bayi hingga usia 2 tahun dengan penambahan makanan pendamping. Bagi ibu, memberikan bayinya ASI adalah suatu kewajiban. Namun bagaimana jika seorang ibu adalah seorang working mom? Tenang saja, ibu tetap bisa memberikan bayinya ASI. Sebelum bekerja atau saat bekerja ibu bisa memompa ASI-nya dengan alat pompa ASI dan kemudian menyimpannya di kulkas.

Jika ibu memompa ASI-nya di tempat kerja, sebaiknya para ibu membawa cooler bag agar ASI tidak rusak jika memang tidak ada kulkas di tempat kerja, atau bisa juga ibu mengirimkan ASI ke bayinya melalui jasa pengiriman atau keluarganya yang mengambilnya jika bayi memang membutuhan segera.

Untuk mendapatkan lebih banyak informasi mengenai ASI perah, baca di sini.

Untuk menjaga kualitas ASI, ibu harus mengetahui berapa lama ASI bertahan setelah dipompa. Oleh karena itu, berapa waktu penyimpanan dan suhu juga harus diperhatikan. Berikut ulasannya :

  1. Penyimpanan pada Suhu Ruang

Tidak masalah jika ibu menyimpannya dalam suhu biasa atau suhu ruang (16-29oC). Ibu harus memperhatikan beberapa hal ini jika menyimpannya ASI perahnya pada suhu ruang. Kondisi ASI, apakah ASI segar, ASI yang telah dihangatkan, atau ASI yang sudah dibekukan akan mempengaruhi perlakuan dan kualitasnya.

Untuk ASI segar sebaiknya gunakan pada rentang waktu 3-4 jam. Walaupun umumnya bisa digunakan sampai rentang waktu 8 jam setelah memerah ASI, namun rentang waktu 6-8 jam harus mempertimbangkan kondisi lingkungan termasuk kebersihan lingkungan.

Untuk ASI beku yang sudah cair, maka sebaiknya digunakan dalam rentang waktu 4 jam agar kualitasnya tetap terjaga. Sedangkan untuk ASI perah yang telah dihangatkan, maka sebaiknya diberikan segera ke bayi agar ASI tidak cepat rusak.

Terakhir, untuk ASI yang telah  diminum oleh bayi, tetapi tidak habis, sebaiknya ibu memberikannya maksimal 1 jam setelah diminumkan dan buang jika melebihi waktunya.

 

  1. Penyimpanan Cooler Bag dengan Es Batu (4o-15oC)

Bagi ibu yang sedang bepergian, tetapi tidak ada tempat yang ramah menyusui atau untuk working mom, ibu bisa menggunakan penyimpanan cooler bag. Jika keadaan ASI yang disimpan di cooler adalah masih baru atau fresh, akan bertahan selama 24 jam. Jika keadaan ASI sudah dihangatkan, sebaiknya tidak diberikan kepada bayi. Begitu juga jika ASI sudah diminum, sebaiknya tidak diberikan lagi kepada bayi. So, ibu harus selalu memperhatikan kualitas ASI perahnya ya.

  1. Penyimpanan di Lemasi Es (0o-4oC)

Banyak ibu pasti ingin mengetahui berapa lama asi bertahan setelah dipompa yang disimpan dalam kulkas dengan suhu tersebut. Penyimpanan ASI pada suhu tersebut bisa membuat ASI bertahan selama 8 hari, namun juga harus diperhatikan terhadap kondisi ASI-nya, yaitu apakah ASI masih segar atau sudah dihangatkan ketika disimpan dalam kulkas.

Untuk ASI yang masih segar bisa bertahan minimal 3 hari dan maksimal 8 hari dengan kebersihan lingkungan yang mendukung, sedangkan untuk ASI beku yang telah dicairkan maka ASI sebaiknya bisa diminum tidak lebih dari 24 jam dan untuk ASI yang telah dihangatkan, sebaiknya ibu memberikannya ke bayi dalam rentang 4 jam.

 

  1. Penyimpanan di Freezer Tunggal

     

Beberapa ibu membeli freezer tunggal agar bisa menyimpan ASI perah saja untuk menjaga kualitas tetap terjaga. Para ibu sebaiknya mengatur suhu freezer tunggal dengan suhu -18oC. Kelebihan dari freezer ini adalah bisa menyimpan ASI yang segar selama kurun waktu 6-12 bulan. Namun juga perlu diperhatikan jika setiap membuka freezer agar menutupnya dengan rapat supaya menjaga suhu tetap stabil.

Untuk ASI beku yang telah dicairkan ataupun ASI yang telah dihangatkan, sebaiknya tidak dibekukan lagi.

ASI yang berkualitas memang akan terjaga jika penyimpanan dan juga perlakuannya benar.

 

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *