Perawatan Bayi

Berapa Lama Daya Tahan Asi Perah Tanpa Kulkas? Ini Jawabannya

 

Bagi seorang ibu yang bekerja,  memberikan ASI melalui ASI perah bisa menjadi pilihan agar sang buah hati tetap mendapat nutrisi dari ASI. Secara garis besar, ada dua metode untuk mengeluarkan ASI dari payudara ibu, yaitu ibu dapat memerahnya sendiri menggunakan tangan dan ibu juga dapat mengeluarkan ASI dengan bantuan pompa ASI. Saat ini pun telah banyak beredar berbagai merk pompa ASI, mulai dari pompa asi manual hingga pompa asi elektrik. Seiring dengan meningkatnya tren pemberian ASI perah ini, maka sebagai ibu pun harus mengetahui daya tahan dari ASI perah tersebut. Yuk, baca artikel sampai habis agar tahu daya tahan asi perah tanpa kulkas maupun media penyimpanan lainnya!

Penyimpanan ASI di suhu ruangan

Jika ibu menyimpan ASI perah dalam suhu ruangan berkisar (16’C – 29’C), daya tahan asi perah tanpa kulkas selama kurang lebih 8 jam. Namun, hal itu bergantung bagaimana kondisi ASI tersebut. Apakah ASI perah segar, sudah dibekukan, atau sudah dihangatkan kembali. Berikut panduannya :

ASI segar : dapat bertahan secara optimal dan baik selama 3 – 4  jam. Namun masih bisa bertahan 6 – 8 jam dengan kondisi wadah penyimpanan yang baik.

ASI beku : jika sudah dicairkan, maka ASI dapat bertahan selama 4 jam.

ASI yang sudah dihangatkan : akan lebih baik jika langsung diberikan pada bayi.

ASI yang sudah diminum : lebih baik dibuang kalau masih ada sisa. Namun selama masih kurang dari 1 jam, masih bisa diberikan pada bayi.

Penyimpanan ASI di cooler bag dengan ice gel

Jika ASI setelah diperah dan dimasukkan ke botol dimasukkan ke dalam cooler bag serta ditambahi ice gel, maka ASI yang baru diperah dapat bertahan selama 24 jam. Bagaimana yang lainnya? Berikut panduannya :

ASI segar: dapat bertahan sehari semalam selama 24 jam.

ASI yang sudah dihangatkan : lebih baik tidak diberikan. Karena ASI yang sudah dihangatkan tidak baik jika didinginkan kembali.

Penyimpanan ASI di kulkas (0’C – 4’ C)

ASI yang telah diperah dapat disimpan di kulkas dengan suhu 0’C – 4’ C dan dapat bertahan selama kurang lebih 7 – 8 hari. Namun untuk kualitas yang optimal, lebih baik jika dikonsumsi sebelum 4 hari. Kondisi ASI lainnya berikut ini :

ASI segar : disimpan dan dikonsumsi paling baik sebelum 4 hari, namun untuk kondisi tertentu yaitu kondisi yang bersih dan penyimpanan yang higienis, dapat bertahan 7 – 8 hari

ASI beku yang sudah dicairkan : ASI dapat disimpan di kulkas selama kurang lebih 24 jam.

ASI yang sudah dihangatkan : dapat didinginkan kembali, namun maksimal selama 4 jam penyimpanan

Freezer Kulkas Satu Pintu (-15′ C)

Freezer kulkas satu pintu biasanya hanya berukuran kecil dan terdapat banyak bunga es. Penyimpanan di sini lebih baik maksimal selama  2 minggu. Berikut  untuk kondisi lainnya:

ASI segar : maksimal penyimpanan 2 minggu.

ASI Beku yang sudah dicairkan : jangan dibekukan lagi.

ASI yang sudah dihangatkan : jangan dibekukan lagi.

Kulkas Dua Pintu (-18’C)

Untuk kulkas dua pintu, bagian freezer dengan kulkas terpisah. Namun jika freezer ini bercampur dengan bahan makanan lainnya, maka ketahanan ASI pun berbeda. Berikut detilnya :

ASI segar : dapat disimpan selama 3—6 bulan.

ASI beku yang sudah dicairkan : jangan dibekukan kembali.

ASI yang sudah dihangatkan : jangan dibekukan kembali.

Freezer Tunggal

Freezer tunggal alias freezer yang dikhususkan untuk penyimpanan ASI saja, memiliki suhu yang lebih rendah dari -18′ C. Hal ini membuat freezer tunggal dapat menyimpan ASI segar dengan baik dan tahan  lama, yaitu sekitar 12 bulan. Berikut detilnya :

ASI Segar: disimpan hingga 6 – 12 bulan.

ASI beku yang sudah dicairkan : jangan dibekukan lagi.

ASI yang sudah dihangatkan : jangan dibekukan lagi.

Untuk semua ASI yang sudah minum, lebih baik dibuang.

Semoga artikel ini membantu!

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *