Tips dan Trik

Berat Badan Bayi Rendah Saat Kelahiran, Bagaimana Cara Merawatnya?

Lahir dengan berat badan lebih rendah daripada rata-rata bayi normal mungkin tidak akan menimbulkan masalah apabila bayi tersebut lahir sesuai tanggal perkiraan. Namun, lain ceritanya bila ia lahir prematur. Pasalnya, hal ini mungkin akan membawa dampak jangka panjang yang mengganggu kesehatan bayi. Berat badan yang rendah ini memiliki beberapa risiko yang harus diwaspadai seperti gangguan saat memperoleh asupan makanan, kurangnya asupan osigen, hingga mengalami risiko SIDS atau sindrom kematian mendadak pada bayi. Sebenarnya, dokter sudah dapat memperkirakan apakah berat badan bayi yang akan lahir normal atau rendah.

Berat Badan Bayi Rendah Saat Kelahiran, Bagaimana Cara Merawatnya?

Sebab-sebab berat badan bayi rendah

Ada banyak penyebab bayi lahir dengan berat badan rendah, diantaranya adalah faktor-faktor berikut ini, antara lain:

  • Bayi mengalami gangguan perkembangan dalam janin
  • Bayi lahir prematur
  • Gannguan pada plasenta, seperti plasenta previa atau preeclampsia yang mempengaruhi aliran darah dan nutrisi ke janin
  • Diabetes kehamilan
  • Asupan gizi dan makanan yang tidak baik selama masa kandungan
  • Hamil kembar, dimana asupan makanan ibu dibagi untuk dua orang janin
  • Kelainan atau fibroid pada Rahim
  • Riwayat melahirkan sebelumnya dimana sang ibu pernah melahirkan bayi dengan berat badan rendah.

Cara merawat bayi dengan berat badan rendah

Jika berat badan bayi yang baru lahir rendah, kebersihan serta nutrisi dan cairan yang tetap terjaga menjadi bagian penting dari perawatan bayi. Perawatan tersebut bisa berupa hal-hal seperti berikut:

  • Menemani bayi tidur. Tidur bersama bayi akan memudahkan Anda mengawasi bayi pada malam hari, juga agar lebih mudah dalam memberikan ASI setiap 2 atau 3 jam. Anda bisa mendekatkan ranjang, dan selalu pastikan bayi tidur dalam keadaan terlentang.
  • Memberi susu sesuai jadwal. Dalam kondisi berat badan bayi yang rendah, tidak disarankan untuk memberikan apa pun selain ASI dan susu formula. Pemberian ASI ini juga sebaiknya dilakukan sesuai jadwal, bukan mengikuti keinginan bayi. Jadwalkan setiap dua atau tiga jam sekali.
  • Efek sentuhan antar kulit ibu dan bayi. Ternyata, menggendong atau bersentuhan langsung dengan bayi bisa membantu meningkatkan berat badan bayi. Efek sentuhan ini dapat memberikan manfaat seperti menjaga suhu tubuh bayi agar tetap hangat, membuat bayi lebih tenang, dan membantu bayi tidur lebih nyenyak.
  • Membantu tumbuh kembang bayi. Bayi dengan berat badan rendah memerlukan banyak energi dan harus berada dalam kondisi yang sehat agar bisa tumbuh dan belajar. Sebagai orang tua, Anda dapat membantunya dengan meluangkan waktu untuk menggendong atau mengajaknya bermain.
  • Mencari bantuan dari saudara pada minggu-minggu awal kelahiran. Hal ini karena kondisi fisik dan psikis Anda mungkin belum siap untuk merawat bayi secara keseluruhan. Anda bisa meminta bantuan orang tua ataupun mertua yang telah memiliki pengalaman dalam merawat bayi baru lahir.
Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *