Perlengkapan Anak

Bukan Hanya Vitamin untuk Ibu Menyusui, Tapi Hal Ini Juga Mempengaruhi Produksi ASI loh!

Bukan Hanya Vitamin untuk Ibu Menyusui, Tapi Hal Ini Juga Mempengaruhi Produksi ASI loh!

Setelah usai masa kehamilan 9 bulan dan melahirkan, tugas ibu belum selesai sampai di situ. Ibu masih berkewajiban untuk memenuhi nutrisi bayi melalui menyusui. Gizi paling ideal dari bayi dipenuhi dari ASI karena ASI mengandung gizi lengkap yang dibutuhkan oleh bayi. Bagi ibu yang ingin tumbuh kembang bayinya optimal, pasti juga akan berupaya memberikan ASI dengan kualitas terbaik. Namun sayangnya, tidak semua ibu dapat lancar memberikan ASI. ASI yang tidak lancar sebenarnya bisa terjadi karena berbagai faktor yang mempengaruhi produksi ASI, termasuk misalnya cara menyusui bayi. Lantas, apa saja faktor faktor tersebut?

Berikut ulasan mengenai hal hal yang mempengaruhi kualitas dan produksi ASI.

Makanan

Tidak bisa dipungkiri bahwa makanan adalah salah satu faktor terpenting yang mempengaruhi kulitas dan produksi ASI. Saat masa menyusui, kebutuhan gizi ibu hamil harus terpenuhi dengan baik. Ibu harus mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang. Jika pola makan tidak teratur, maka besar kemungkinan produksi ASI jadi tidak lancar. Selain itu, ibu juga bisa mengonsumsi vitamin untuk ibu menyusui. Vitamin ini biasanya berupa pelancar ASI yang berisi bahan herbal seperti sari daun katuk dan ditambah vitamin lainnya. Merk vitamin untuk ibu menyusui yang biasa diberikan antar lain Asifit atau Lactamam.


Keadaan Psikis dan Emosi Ibu

Memang masa setelah melahirkan bisa dibilang adalah masa yang berat. Ibu harus beradaptasi dengan ritme baru dalam hidupnya. Tidak jarang hal ini memicu stres berkepanjangan pada ibu menyusui. Stres inilah yang menyebabkan produksi ASI juga berkurang. Stres dan cemas akan menghambat aliran ASI dari alveoli menuju puting. Sebaliknya, jika ibu merasa tenang, nyaman dan rileks, maka aliran ASI akan cenderung lebih lancar.

Frekuensi Menyusui

Seperti hukum ekonomi, jika permintaan tinggi, maka penyedia pun juga tinggi, hal ini juga berlaku pada produksi ASI. Produksi ASI sangat dipengaruhi oleh cara menyusui, utamanya frekuensi menyusui. Semakin sering bayi menyusu, maka produksi ASI juga akan bertambah banyak.

Jika bayi tidak sedang menyusu, ibu bisa memerah ASI baik dengan bantuan pompa ASI maupun dengan tangan. ASI perah ini bisa dibekukan dan kemudian diberikan pada anak dalam periode tertentu. Namun, jangan terlalu khawatir jika di awal menyusui, jumlah ASI belum terlalu banyak. Hal ini tentu karena bayi juga belum membutuhkan nutrisi dalam jumlah banyak.


Anatomi Payudara

Anatomi payudara ini tidak ada kaitannya dengan ukuran besar kecil payudara. Namun, hal ini terkait dengan jumlah kelenjar susu yang dimiliki pada setiap payudara. Bisa jadi, walau ukuran payudara kecil, namun jika kelenjar susu yang dimiliki banyak, maka produksi ASI tetap melimpah.

Rokok dan alkohol

Salah satu pantangan bagi ibu hamil dan menyusui adalah menghindari merokok dan meminum alkohol. Merokok dan minum alkohol menimbulkan banyak dampak negatif terhadap janin, bayi, dan ibu menyusui. Rokok akan mengganggu hormon prolaktin dan oksitosin yang berfungsi sebagai perangsang ASI, akibatnya, jumlah ASI pun menurun. Selain itu, rokok juga dapat merangsang rilisnya hormon adrenalin. Adrenalin sendiri merupakan penghambat produksi hormon oksitosin. Hal yang sama juga berlaku saat mengonsumi minuman beralkohol.

Usia Kehamilan Saat Melahirkan

Usia kehamilan saat melahirkan bayi juga mempengaruhi produksi ASI. Jika bayi terlahir prematur, maka besar kemungkinan bayi mengalami kesulitan saat akan menghisap payudara ibu karena kondisi bayi cenderung lemah. Keadaan inilah yang membuat produksi ASI menjadi lebih rendah dibandingkan ibu yang melahirkan pada usia kehamilan normal.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *