Tips dan Trik

Dunia Bayi – 4 Tanda Bayi Sehat dan Normal

Untuk menjaga bayi Anda tetap sehat, Anda mungkin sudah menyiapkan catatan lengkap tentang asupan makanan yang sehat dan perawatan lainnya. Upaya-upaya Anda ini baru bisa dikatakan berhasil bila memenuhi kriteria sehat dalam dunia bayi.

Lalu, seperti apakah bayi yang terbilang sehat? Bila badannya gemuk, apakah sudah bisa dikatakan sehat? Belum tentu juga. Ada banyak sekali kriteria dalam dunia bayi yang menjadi penanda bayi sehat. Ada setidaknya 4 kriteria untuk memastikan bahwa bayi Anda sehat dan normal.

Sisi kognitif dunia bayi

Salah satu tanda bayi sehat adalah jika sisi kognitif bayi sudah mulai bekerja. Pada usia beberapa minggu pun bayi sebenarnya sudah memiliki daya kognitif yang tinggi. Lalu bagaimana cara memastikannya? Mudah saja. Jika si kecil sudah mulai memerhatikan orang-orang yang ada disekitarnya, itu artinya si kognitifnya berkembang normal dan si kecil sudah mulai cerdas dan sehat.

Cara lainnya, Anda bisa membawa suatu benda, misalnya mainan, dan mencoba mendekatkan benda tersebut kepada si kecil. Jika dia merespons, berarti dia sehat. Karena itulah, si kecil yang baru berusia mingguan sebaiknya diberikan mainan bergerak atau berputar yang digantung di atas tempat tidurnya agar otaknya terstimulasi.

Bayi tersenyum dan menangis

Menangis merupakan respons alami bayi sejak lahir. Pada perkembangannya, ketika dia berusia 4 bulan, dia akan belajar membedakan kapan harus menangis dan kapan harus tertawa. Jika bayi Anda sudah bisa tertawa saat diajak berbicara atau bercanda, bersyukurlah karena itu artinya bayi Anda sehat. Ini juga berarti perkembangan emosi si kecil sudah mulai terasah.

Baca Juga: Nutrisi Bayi Yang Penting Untuk Diperhatikan

Menggerakkan anggota badan

Anda bisa mencoba memberikan sebuah mainan dan lihat bagaimana respons si kecil. Jika dia sudah mulai mengangkat tangan dan mengambil benda tersebut, maka fase awal perkembangan bayi yang sehat sudah dilaluinya. Pada awalnya si kecil akan sedikit kesulitan memegang mainan tersebut dengan kuat karena sistem motoriknya belum sempurna. Karena itu, Anda sebaiknya memberikan bantuan agar motoriknya berkembang dengan cepat sehingga dia bisa memegangnya sendiri.

Mulai berkomunikasi

Anda tidak perlu menunggu sampai bayi Anda berusia satu tahun atau lebih agar bisa berkomunikasi dengannya. Sejak usia mingguan pun sebenarnya bayi sudah bisa berkomunikasi. Hanya saja caranya berbeda.

Mengoceh, menangis, dan menirukan suara-suara merupakan cara si kecil berkomunikasi dengan Anda. Pada saat itu Anda harus lebih intens berkomunikasi dengannya. Anda bisa menceritakan sebuah kisah meskipun si kecil mungkin belum memahami maksud dari cerita tersebut. Namun, cara ini dapat menstimulasi kemampuan komunikasi si kecil.

Semoga informasi tentang kriteria ini bermanfaat bagi Anda sehingga Anda bisa memahami perkembangan bayi Anda dan memastikan bahwa dia dalam kondisi normal dan sehat.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *