Tips dan Trik

Etika Dalam Memberi Nama Bayi

Tidak diragukan lagi memberi nama bayi merupakan salah satu hal yang paling penting dalam kehidupan masyarakat kita, karena nama seseorang merupakan gelarnya dan sarana penting untuk berkomunikasi dengannya. Nama merupakan perhiasan dan simbol dirinya yang akan disebut-sebut baik di dunia maupun di akhirat. Nama juga merupakan indikasi dari agama yang dia anut, dan akan membuatnya merasa menjadi salah seorang pengikut agama tersebut. Nama juga akan menjadi kesan dirinya untuk orang lain. Nama itu ibarat pakaian—jika terlalu panjang atau terlalu pendek, maka tidak akan terlihat bagus.

Pada dasarnya, kita boleh memberi nama bayi kita sesuai dengan yang kita inginkan. Walaupun demikian, kita tetap harus mengikuti prinsip syariat dan menghindari larangan syariat dalam memberi nama kepada anak kita.

  • Haram memberi nama yang bermakna penghambaan atau penyembahan kepada selain Alloh Swt.

Di antara nama bayi yang menyiratkan makna penghambaan atau penyembahan kepada selain Alloh Swt. adalah ‘Abdur Rosul (hamba rosul), ‘Abdun/Abdul Nabi (hamba nabi), dan ‘Abdul Amir (hamba pejabat/pemerintah), serta nama-nama lain yang menyiratkan pemujaan atau penyembahan kepada apa pun selain Alloh Swt. Orang yang memiliki nama seperti ini harus mengubah namanya. Sebagai contoh, sahabat ‘Abdurrahman bin Auf ra. menurut salah satu riwayat bernama asli Abdul Amr atau ‘Abdul Ka’bah. Namun ketika masuk Islam, Rosululloh Saw. mengubah namanya menjadi Abdurrahman (hamba ar-Rahman/hamba Sang Maha Penyayang.).

  • Haram memberi nama yang hanya cocok untuk Alloh Swt.

Di antara nama bayi yang dilarang karena hanya cocok untuk Alloh Swt., Tuhan Seluruh Alam, adalah al-Kholiq (Sang Pencipta), ar-Roziq (Sang Pemberi Rizki), ar-Rohman (Maha Penyayang), dan sebagainya. Selain itu, nama-nama yang menggambarkan atribut milik Alloh juga dilarang, misalnya Malik al-Muluk (raja segala raja).

  • Haram memberi nama yang identik dengan orang-orang non-Muslim.

Nama bayi yang masuk kategori ini di antaranya adalah ‘Abdu al-Masih (hamba al-Masih), Butrous (Peter), Jurjus (George), dan nama-nama lain menunjukkan non-Muslim.

Baca Juga:Syarat Memberi Nama Bayi Yang Islami

  • Haram memberi nama yang merupakan nama dewa-dewa atau berhala yang disembah selain Alloh Swt.

Nama bayi yang masuk kategori ini di antaranya adalah Wisnu, Krisna, Lucifer, Azazel, dan sebagainya. Barang siapa memiliki nama seperti ini, dia wajib menggantinya.

  • Makruh memberi nama yang kurang pantas, baik karena bermakna jelek atau karena dapat memicu orang lain untuk mengolok-olok orang tersebut.

Di antara nama yang termasuk kategori ini adalah Harb (perang), Rashaash (taburan atau gerimis), dan Hiyaam (nama penyakit yang diderita oleh unta), serta nama-nama lain yang memiliki makna jelek atau tidak menyenangkan.

  • Makruh memberi nama bayi dengan nama-nama orang-orang terkenal yang mengumbar maksiat dan kurang baik akhlaknya.

Jika pun mereka memiliki nama yang baik, diperbolehkan untuk menggunakan nama mereka, tetapi harus karena arti dari namanya, bukan karena ingin meniru mereka.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *