Perawatan Bayi

Jenis-Jenis Imunisasi Bayi Dan Efek Sampingnya

Imunisasi bayi adalah pencegahan penyakit menular yang diberikan dengan cara memberikan vaksin. Melalui program tersebut anak akan diberi vaksin yang berisi bakteri atau virus tertentu yang sudah dilemahkan, tujuannya untuk merangsang sistem imun dan membentuk sistem antibodi yang bermanfaat melindungi tubuh dari serangan virus dan bakteri di masa depannya.

Jenis-Jenis Vaksin Imunisasi

Ada beberapa jenis imunisasi bayi yang direkomendasikan oleh IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), yaitu: Hepatitis B, Polio, BCG, DTP, HIB, Campak, Influenza, MMR, Rotavirus, Hepatitis A, HPV, Tifoid, Varisela.

Di Indonesia, vaksin imunisasi yang wajib diberikan adalah: Hepatitis B, BCG, DTP, Campak dan Polio. Sedangkan sisanya adalah vaksin yang disarankan atau direkomendasikan. Lebih lengkapnya, simak penjelasannya berikut ini:

  • Hepatitis B

Hepatitis adalah penyakit infeksi hati yang berbahaya disebabkan karena virus melalui cairan tubuh dan darah. Pemberian vaksin diberikan pertama kali saat bayi baru dilahirkan. Lalu diberikan kembali pada saat usia 1 bulan dan pemberian ke-3 saat bayi usia 3-6 bulan. Efek sampingnya seperti: demam dan rasa lelah. Sedangkan gatal-gatal, pembengkakan pada wajah dan kulit kemerahan jarang terjadi.

  • Polio

Polio adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang bisa membuat penderita sesak napas, lumpuh, bahkan bisa menyebabkan kematian. Pemberian vaksin harus dalam satu rangkaian, yaitu: saat baru dilahirkan, pada usia 2, 4 dan 6 bulan. Lalu vaksin selanjutnya diberikan saat anak berusia satu setengah tahun dan vaksin terakhir diberikan saat usianya 5 tahun.

Baca Juga: TAHAPAN PEMBERIAN IMUNISASI BAYI

  • BCF

Vaksin BCG bermanfaat untuk mencegah penyakit TBC atau tuberculosis. Penyakit serius yang ditularkan melalui udara ini bisa menginfeksi orang-orang yang ada disekitarnya. Pemberian vaksin pada saat bayi baru dilahirkan sampai usia dua bulan. Efek sampingnya : benjolan pada bekas suntikan, sedangkan reaksi energi jarang terjadi.

  • DPT

Vaksin DTP adalah vaksin gabungan untuk mencegah 3 jenis penyakit, yaitu: tetanus, pertusis dan diferi. Pemberian vaksin harus dilakukan 5 kali, yaitu saat anak berusia: 2, 4, 6, satu setengah tahun dan 5 tahun. Efek sampingnya, tergolong umum seperti: mual,demam dan nyeri. Efek samping yang jarang terjadi adalah kejang-kejang.

  • Campak

Campak adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang bisa menyebabkan batuk, sakit tenggorokan, flu, radang mata dan ruam. Vaksin diberikan sebanyak 3 kali, yaitu pada saat anak usia 9 bulan, 2 tahun dan 6 tahun.

Demikian pembahasan 5 jenis imunisasi bayi yang  wajib diberikan. Walaupun menimbulkan efek samping, namun dari segi manfaatnya bisa dirasakan seumur hidup. Jangan sampai lupa untuk menanyakan atau menulis jadwal pemberian imunisasi. Jika ada hal-hal yang belum dimengerti atau masih ragu-ragu ada sebaiknya konsultasikan kepada dokter.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *