Perawatan Bayi

Kenali Gejala, penyebab dan Pencegahan Ruam Popok Pada Bayi

Ruam popok adalah masalah kulit yang dialami oleh bayi akibat peradangan. Biasanya ruam terjadi di daerah yang tertutup popok, seperti di pantat, pangkal paha, dan alat kelamin. Umumnya bayi mengalami ruam karena kulitnya masih sangat tipis dan sensitif.

Gejala- Gejala Ruam Pada Bayi

Ruam terjadi biasanya di usia dua tahun pertama. Bayi tidak terkena ruam jika ia sudah tidak menggunakan popok. Beberapa gejala yang menjadi tanda bayi terkena ruam adalah:

  • Muncul warna merah disekitar kulit.
  • Kulit yang berwarna merah sedikit membengkak.
  • Karena ruam kadang disertai perih dan gatal bayi menjadi rewel terutama saat kulit disentuh atau dibersihkan.

Ruam tidak berbahaya, ia akan sembuh jika bayi sudah tidak menggunakan popok. Tapi jika ruam tidak segera diobati bisa berakibat buruk bagi kesehatannya. Ruam yang didiamkan berlarut-larut tanpa pengobatan bisa memicu infeksi.

Gejala ruam yang harus diwaspadai dan segera diperiksa ke dokter adalah munculnya luka yang melepuh, mengeluarkan nanah biasanya disertai demam dan rasa kantuk. Jika ruam menunjukan tanda-tanda seperti itu jangan tunda, segera bawa bayi Anda ke dokter.

Baca Juga: Mengatasi Ruam Popok dengan Cara Alami

Penyebab Ruam Pada Bayi dan Cara Mencegahnya

Ada beberapa faktor yang menjadi indikasi penyebab ruam popok, yaitu:

  • Kulit terlalu lama terkena air kencing dan tinja. Oleh sebab itu jangan biarkan popok dalam kondisi basah. Jika bayi kencing atau BAB segera ganti, bersihkan dan ganti dengan popok baru yang bersih.
  • Kulit seling terkena gesekan hingga lecet. Agar tidak terjadi jangan gunakan popok yang terlalu ketat di bagian pangkal paha dan perutnya.
  • Iritasi akibat produk yang digunakan. Karena kulit masih sensitif gunakan produk seperti: sabun, bedak dan detergen dengan bahan yang aman untuk bayi. Pastikan pakaian yang dipakai bayi aman dan nyaman.
  • Alergi atau pengaruh makanan baru

Saat bayi mulai mendapatkan Mpasi umumnya biasanya mempengaruhi frekuensi buang air kecil dan besar. Perubahan tersebut bisa memicu ruam. Selain itu asupan makanan yang ibu makan atau obat yang dikonsumsi ibu bisa berpengaruh.

  • Infeksi akibat bakteri atau jamur. Kulit yang tertutup popok cenderung lebih lembab dan hangat sehingga memicu tumbuhnya bakteri dan jamur. Untuk menghindari jamur dan bakteri usahakan tidak terlalu sering menggunakan popok.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa ruam popok akan sembuh dengan sendirinya. Namun karena ruam membuat bayi tidak nyaman dan menjadi rewel sebaiknya segera diobati. Ada cara mengobati ruam yaitu dengan salep/ krim untuk mengobati ruam atau dengan bahan-bahan alami seperti minyak zaitun, maizena, minyak kelapa.  Agar proses penyembuhan ruam cepat hindari factor yang bisa menjadi penyebab terjadinya ruam.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *