Perlengkapan Anak

Kenali Kolik Sejak Dini, Penyebab Perut Kembung pada Bayi

Kenali Kolik Sejak Dini, Penyebab Perut Kembung pada Bayi

 

( Foto : Baby Hjalp )

 

Memiliki seorang bayi tentunya memberikan beberapa tantangan, khususnya dalam memahami apa yang sedang mereka rasakan. Seorang bayi biasanya hanya dapat mengekspresikan keinginannya dengan cara menangis. Hal itulah yang membuat para orang tua sibuk menerka-nerka apa yang menyebabkan bayinya menangis. Biasanya sebagai terkaan pertama para orang tua buru-buru memberikan ASI, jika ternyata sang bayi tetap tidak berhenti menangis maka terkaan kedua tertuju pada kondisi popok, untuk mengecek kemungkinan buang air besar atau penuh. Jika kedua terkaan itu salah, sebaiknya segera cek kondisi perut bayi. Bisa jadi penyebabnya adalah rasa kembung pada perutnya. Jika sudah begini sebaiknya Anda melakukan beberapa cara mengatasi perut kembung.

 

Perut kembung pada bayi biasanya disebabkan oleh Kolik. Penyebab kolik belum bisa dibuktikan secara pasti. Muncul beberapa teori yang menjadi penyebabnya, yaitu alergi, intoleransi laktosa, perubahan bakteri normal pada pencernaan bayi, belum sempurnanya sistem pencernaan bayi, dan cara pemberian susu. Tidak semua bayi pasti mengalami kolik, konon hanya 40% bayi yang mengalami gangguan ini. Biasanya mulai muncul pada saat bayi berusia 3 sampai 6 minggu.

Bayi yang mengalami kolik memiliki beberapa ciri, di antaranya ;

  • Bayi menangis terus menerus dengan jadwal yang bisa diprediksi, seperti pada sore atau malam hari. Sesi ini bisa berlangsung selama 3 jam atau bahkan lebih, setiap harinya. Biasanya sesi kolik ini berakhir ketika bayi berhasil buang air besar.
  • Pada saat bayi menangis terjadi perubahan postur kaki menjadi melingkar, tangan mengepal, otot perut kencang atau kembung.

 

Jika kedua ciri di atas sudah tampak sebaiknya sang ibu segera telungkupkan bayi di atas pangkuan ibu. Tenangkan dia dengan cara mengusap-usap punggungnya. Hal ini akan membuatnya tenang. Perlakuan ini juga bisa membantunya mengeluarkan gas dalam perut yang menyebabkan kembung.

Beberapa sumber mengatakan bahwa kondisi kolik pada bayi yang menyusui dapat dihindari dengan perubahan pola konsumsi sang ibu, yaitu ;

  • Menghindari mengkonsumsi kafein,
  • Menghindari mengkonsumsi susu, susu kedelai, dan telur,
  • Menghindari mengkonsumi makanan yang memiliki kandungan gandum.

 


( Foto : Mummebaby )

 

Kolik juga dapat diminimalisir dengan cara memberikan pijatan rutin pada bayi pada saat sebelum mandi pagi dan sebelum tidur. Memijat bayi secara lembut dengan gerakan memutar di bagian perut, kaki dan telapak kaki, ditambah dengan menggerakan kaki bayi seperti mengayuh sepeda. Sebaiknya para ibu mempelajari cara memijat bayi yang benar dari dokter anak atau bidan agar dapat melakukan treatment secara tepat.

Juga jangan lupa untuk sendawakan bayi setiap selesai memberikan ASI atau susu formula. Bersendawa merupakan hal yang sangat wajar pada bayi. Dengan bersendawa makan bayi akan dapat mengeluarkan gas merupakan penyebab perut kembung pada bayi. Caranya gendong si kecil menghadap belakang dengan bertopang pada bahu. Tegakkan tubuhnya dengan kepala yang masih bersandar pada bahu sang ibu. Elus-elus lembut punggung bayi, sampai bayi berhasil bersendawa.

 

Untuk cara mengatasi perut kembung pada bayi bisa Anda baca selengkapnya di sini.

 

Walaupun kolik dikategorikan tidak berbahaya, para orangtua tetap harus mengetahui secara lebih dini kondisi yang membutuhkan treatment lebih serius, seperti

  • Bayi menangis terus menerus dan tidak bisa ditenangkan,
  • Disertai dengan demam hingga 37-38 derajat celcius atau lebih,
  • Disertai dengan bayi mengalami diare atau bahkan mengeluarkan darah di fesesnya,
  • Muncul bercak kebiru-biruan di kulit atau bibir bayi,
  • Bayi tidak kunjung dapat tidur.

Jika kondisi-kondisi di atas muncul pada bayi Anda, sebaiknya segera hubungi dokter. Untung mendeteksi lebih dini kemungkinan penyebab perut kembung pada bayi yang lebih serius.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *