Perawatan Bayi

Kenali Lebih Dalam Penyakit Bayi Sindrom Kematian Mendadak

Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau Sindrom kematian bayi mendadak merupakan penyakit
bayi dimana bayi yang sehat meninggal secara mendadak saat tengah tidur. Anak laki-laki lebih
rentan mengidap kondisi yang sering terjadi pada musim dingin ini dibandingkan anak perempuan.
Setiap orang yang merawat bayi, tidak hanya orang tua, tetapi seperti halnya babysitter, penyedia
layanan penitipan anak, maupun kakek dan nenek penting untuk belajar tentang sindrom ini. Oleh
sebab itu, mari kenali lebih dalam mengenai sindrom yang sebagian besar kasusnya menyerang bayi
di bawah usia 1 tahun ini.

Kenali Lebih Dalam Penyakit Bayi Sindrom Kematian Mendadak

Gejala beserta tanda-tandanya
Belum ditemukan tanda-tanda khusus pada Sindrom kematian bayi mendadak. Hal tersebut sulit
diprediksi karena Bayi yang terjangkit sindrom ini berperilaku normal. Mereka bahkan tidak
merengek atau menangis seperti halnya ketika menderita penyakit bayi lain pada umumnya.
Kemungkinan kondisi yang patut diwaspadai dalam beberapa minggu sebelum sindrom ini terjadi
adalah adanya Masalah pada pernapasan atau masalah perut ringan.
Tanda-tanda dan gejala lain yang belum disebutkan sangat mungkin terjadi untuk itu, jangan ragu
konsultasi pada dokter jika menemui gejala tertentu yang mengkhawatirkan.
Penyebab
Penyebab pasti penyakit bayi satu ini belum diketahui. Kebanyakan dokter dan peneliti percaya
bahwa sindrom ini dipicu oleh kelainan otak yang menimbulkan gangguan pernapasan serta
gangguan saat bayi akan bangun. Infeksi pernapasan dan kelahiran prematur juga perlu digaris
bawahi sebagai penyebab munculnya sindrom ini.

Baca Juga : Pahami Penyebab Utama Bayi Cacat dalam Kandungan dan Cara Mencegahnya

Faktor-faktor risiko
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko bayi Anda mengalami sindrom kematian mendadak
yakni:
 Tidur pada posisi tengkurap, terutama bagi bayi yang terlalu banyak ditutupi selimut.
 Kelahiran Prematur, berat badan rendah, dan kelahiran bayi kembar berisiko lebih besar.
 Sang Ibu masih remaja, merokok, minum minuman beralkohol, dan mengkonsumsi obat-
obatan selama kehamilan.
Perlu diingat bahwa Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak berpotensi mengalami
penyakit bayi ini. Faktor-faktor tersebut hanya sebagai referensi saja. Anda harus berkonsultasi
dengan dokter Anda untuk lebih jelasnya.
Pencegahan
Pengurangan faktor risiko dapat dijadikan alternatif untuk menurunkan risiko terjadinya sindrom ini.
Dapatkan informasi lebih lanjutnya dengan konsultasi pada dokter. Beberapa pencegahan guna
menghindari sindrom ini dapat dilakukan dengan cara:
 Pastikan bayi selalu tidur dengan posisi punggung atau telentang, bukan pada posisi samping
apalagi tengkurap.
 Hindari suhu kamar yang terlalu panas dan selimut berbulu-bulu halus yang berlebihan.
 Usahakan kasur yang digunakan cukup padat.
 Pada 6 bulan pertama, lebih baik bayi dipisahkan dari tempat tidur orang tua dengan
meletakkannya pada boks sendiri yang posisinya masih di dalam kamar orang tua.
 Lingkungan selama kehamilan dan tahun pertama bayi harus steril dari asap rokok.

Informasi-informasi diatas bukanlah pengganti nasihat medis. Oleh sebab itu, selalu konsultasikan
pada dokter Anda.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *