Tips dan Trik

Klasifikasi Mainan Bayi Sesuai Usianya

Semakin bertambahnya usia anak maka akan bertambah pula kemampuan mereka. Oleh karena itu, jangan sembarangan memilih mainan untuk anak. Mainan ini memiliki fungsi ganda, yakni sebagai media penghibur, juga untuk melatih perkembangan aktivitas otak sang bayi. Sebagai contoh, mainan bayi untuk usia 3 bulan tentu tidak cocok bila diberikan saat usia anak usia 1 tahun, demikian pula sebaliknya.

Klasifikasi Mainan Bayi Sesuai Usianya

Klasifikasi mainan bayi sesuai usia

  • Mainan untuk usia 0-12 bulan

Pada usia ini, anak akan fokus bereaksi pada suara, bentuk, warna yang mencolok, serta cahaya. Anak juga sedang gemarnya memainkan tubuh mereka seperti meraih, menggigit, serta menggenggam. Maka, mainan yang cocok untuk usia ini haruslah mainan yang dapat berbunyi, terbuat dari bahan yang lembut dan halus, dan berwarna terang. Usahakan mainan berukuran besar agar tidak tertelan.

  • Mainan untuk usia 1-3 tahun

Untuk anak usia 1 sampai 3 tahun lebih baik diberikan tipe mainan yang merangsang aktivitas otak seperti susun balok. Anda bisa memilih balok yang terbuat dari plastik atau karet yang aman. Ketika menginjak usia 2 tahun, anak sudah bisa diberikan buku cerita bergambar atau mainan yang memiliki audio di dalamnya.

  • Mainan untuk usia 4 tahun ke atas

Mainan yang dibutuhkan anak usia 4 tahun ke atas adalah benda-benda yang dapat mengembangkan rasa kerjasama dan merangsang aktivitas sosial mereka. Anak usia 4 tahun juga termasuk dalam usia yang cocok untuk memulai pendidikan di bangku sekolah bersama dengan teman-temannya. Mainan seperti rumah-rumahan, mainan bongkar pasang, dan puzzle sangat cocok untuk diberikan. Sementara untuk melatih fisik dan interaksi sosialnya, biarkan anak bermain di luar, sekedar berlari-lari di taman atau berenang di kolam renang khusus anak.

Hal yang menjadi pertimbangan saat memberikan mainan bayi

Orang tua selalu diiming-imingi dengan jargon yang mengatakan mainan cerdas dan membantu perkembangan otak anak. Hal tersebut memang menggiurkan bagi orang tua untuk memberikan yang terbaik untuk sang buah hati. Sebagai orang tua yang bijak, sebaiknya jangan pernah termakan oleh klaim jargon tersebut. Dilansir dari sebuah laporan dari Kaiser Foundation bahwa banyak dari klaim tersebut adalah bohong. Mainan tersebut menggunakan gadget dengan teknologi yang mematikan kreativitas anak ke depannya.

Satu hal lagi yang menjadi pertimbangan adalah agar menghindari memberikan mainan bayi dalam jumlah yang banyak. Mengapa? Karena ketika anak ditawarkan banyak ragam mainan, anak cenderung akan merasa cepat bosan dengan satu mainan dan beralih ke mainan lain. Hal tersebut dikhawatirkan tidak memberikan rasa intim atau perasaan terhubung antara anak dan mainan. Kebiasaan memiliki mainan banyak juga dapat berdampak saat usianya menginjak dewasa, dimana ia akan sulit untuk menghargai suatu barang tertentu dan condong untuk memiliki banyak pilihan

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *