Tips dan Trik

Kondisi Fisik dan Psikologis Bayi Baru Lahir

Keadaan bayi baru lahir sering kali menimbulkan banyak pertanyaan, dari segi fisik maupun psikologis. Mulai dari bagaimana perubahan pertumbuhan tulang bayi, sirkulasi pernafasan, hingga keadaan psikologis bayi. Berhubungan dengan dunia luar rahim tentunya membuat bayi harus beradaptasi dengan lingkungan. Adaptasi ini biasanya terjadi seminggu pertama setelah kelahiran.

Kondisi Fisik dan Psikologis Bayi Baru Lahir

Berikut adalah beberapa kondisi fisik atau psikologis yang biasa dijumpai pada bayi.

Kuning (Ikterus)

Hari ke 4 atau 5 setelah kelahiran biasanya bayi akan terlihat kuning untuk waktu 4 sampai 5 hari. Hal ini disebabkan oleh pelepasan empedu yang lazim terjadi pada bayi baru lahir. Ikterus atau kuning ini normal terjadi, bukan merupakan gangguan yang berbahaya. Ikterus yang terjadi pada bayi premature memiliki kurun waktu sedikit lama disbanding bayi normal.

Berat badan yang menurun

Bayi yang baru lahir umumnya akan mengalami penurunan berat badan pada hari ke 3 atau 4 sebagai efek dari adaptasi lingkungan. Namun pada minggu ke 2 dan 3 berat badan bayi baru lahir akan berangsur-angsur bertambah dengan pemberian ASI yang intensif.

Hidung Tersumbat

Mengingat keadaan bayi baru lahir yang sangat sensitif terhadap rangsangan indera, debu merupakan hal yang wajib dijauhkan. Jika hal ini tidak diperhatikan dengan baik bukan tidak mungkin bayi akan mengalami iritasi pada hidung, ditandai dengan bersin dan hidung tersumbat. Anda bisa memasang humidifier pada ruangan bayi untuk mengantisipasi hal ini.

Cegukan

Cegukan merupakan hal yang wajar terjadi pada bayi baru lahir. Biasanya akan berakhir secara alami, maka tidak perlu dikhawatirkan. Jika cegukan masih berlangsung cukup lama yakni 5 sampai 10 menit, Anda dapat menyuapkan ASI atau air putih melalui sendok untuk menghentikannya. Cegukan mungkin saja terjadi karena bayi menyusu terlalu cepat.

Infeksi Saluran Pernafasan

Infeksi pada saluran pernafasan disebabkan bakteri atau virus yang umumnya disertai demam dan hidung meler. Pada kondisi ini bayi tidak akan menyusu untuk beberapa hari selama 2 sampai 3 minggu. Apabila gejala demam lebih serius sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Bayi bernafas dengan pernafasan paru-paru, inilah bedanya dengan pernafasan orang dewasa. Bayi sering kali terlihat seperti tidak bernafas pada suatu waktu dikarenakan pusat pernafasannya yang tidak responsive. Keadaan ini disebut dengan apnea. Denyut jantung pada bayi memiliki rata-rata kenaikan 130 denyut/menit. Sedangkan jumlah sel darah merah bayi tidak menentu, dapat bertambah dan kadang juga berkurang. Sebagai proses adaptasi hidup mandiri, usia sel darah bayi cenderung lebih pendek dari usia sel darah orang dewasa.

Sebagai tambahan, bayi baru lahir sangat rentan terkena hipotermia, maka selalu hangatkan bayi Anda. Juga penting untuk di ingat bahwa pemberian ASI tepat setelah kelahiran sangat penting, karena di dalamnya terdapat kolostrum yang bermanfaat bagi kesehatan dan kekebalan tubuh bayi.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *