Tips dan Trik

Mengapa Bayi Kembar Ada Yang Identik dan Ada Yang Tidak Identik?

Anda pasti pernah berpikir “mereka kembar, tapi mukanya kok tidak mirip, ya?” saat melihat salah satu pasang anak kembar. Kembar tidak harus selalu berarti semuanya sama. Bahkan ada pasangan kembar yang bentuk tubuhnya berbeda sehingga sangat mudah dibedakan, bahkan sejak mereka masih bayi kembar.

Kembar terdiri dari dua jenis, yakni identik dan tidak identik. Karena itu, ada bayi kembar yang tidak sama persis, ada juga yang sama persis. Berbeda dari perkiraan banyak orang, kembar identik hanya terjadi pada satu dari tiga pasangan kembar. Sementara itu, kembar tidak identik justru jumlahnya lebih banyak, yakni dua dari tiga pasangan kembar.

Proses terjadinya bayi kembar identik

Ketika satu telur dilepaskan oleh tubuh dan dibuahi oleh satu sperma, maka kembar identik (monozigot) terjadi. Telur tersebut kemudian membelah menjadi dua, sehingga dihasilkan dua janin dari satu telur. Kembar identik berbagi gen yang sama karena berasal dari satu telur yang sama. Alhasil, mereka akan memiliki penampilan yang sama persis dan selalu mempunyai jenis kelamin yang sama.

Terjadinya kembar identik tidak ditentukan oleh faktor usia ibu atau keturunan. Ini bahkan bisa terjadi pada pasangan yang sama sekali tidak memiliki garis keturunan kembar dalam keluarganya.

Sebesar 20-30 %  kembar identik terjadi lewat proses dikorion diamniotik. Ini terjadi jika telur terbelah pada rentang dua hari pertama setelah telur dibuahi oleh sperma, kemudian telur akan mengembangkan plasenta (chorion) dan kantung ketuban (amnion) yang terpisah.

Sementara itu, jika telur terbelah setelah 2 hari sejak dibuahi sperma, janin akan berbagi plasenta, namun terdapat dua kantung ketuban yang terpisah. Ini disebut dengan kembar monokorion diamniotik. Hasilnya, kembar ini sangat mirip secara genetik.

Terakhir, ada bayi kembar identik yang berbagi plasenta dan kantung ketuban yang sama. Kasus ini sangat jarang terjadi, hanya sekitar 1% dari kembar identik. Ini terjadi karena telur sangat terlambat untuk membelah. Kembar ini disebut dengan kembar monokorion monoamniotik.

Proses terjadinya bayi kembar tidak identik

Kembar tidak identik (dizigot) ini biasa juga disebut kembar fraternal. Ini terjadi jika dua buah yang terpisah sama-sama dilepaskan oleh tubuh lalu dibuahi oleh dua buah sperma dan akhirnya menempel di rahim ibu. Ini mengakibatkan bayi kembar ini tidak memiliki unsur genetik yang sepenuhnya sama. Alhasil, penampilan mereka tidak benar-benar mirip, baik dari segi wajah maupun perawakan. Kembar tidak identik ini juga bisa memiliki jenis kelamin yang berbeda.

Jenis kembar ini umumnya terjadi bila ada keturunan kembar dari keluarga (lebih mungkin terjadi jika dari keturunan keluarga ibu), atau juga biasanya terjadi pada ibu yang hamil di usia tua. Ibu hamil yang berusia di atas 35 tahun memiliki kemungkinan kembar dua kali lipat daripada usia di bawahnya. Hal ini terjadi karena ibu yang lebih tua lebih mungkin untuk melepaskan lebih dari satu telur. Kehamilan kembar ini juga bisa terjadi pada ibu yang mengonsumsi obat penyubur kandungan untuk membantunya cepat hamil.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *