Perawatan Bayi

Mengatasi Ruam Popok Dengan Cara Sederhana

Ruam popok umum terjadi pada bayi usia di bawah 15 bulan. Karena lapisan kulit paling luar masih sangat tipis, bayi rentan mengalami iritasi karena lecet terkena gesekan popok ini. Iritasi kulit ini sering terjadi di sekitar alat kelamin, bokong, dan pangkal paha bagian dalam.

Gejala

Gejala ruam popok meliputi kemerahan dan bengkak pada kulit bagian bokong, paha, dan sekitar alat kelamin bayi. Pada kasus yang ringan, kulit hanya menjadi merah. Sedangkan pada kasus lebih berat, kemerahan disertai dengan munculnya rasa nyeri.

Untuk kasus ringan, ruam popok biasanya akan sembuh tanpa pengobatan khusus dalam waktu 3 – 4 hari. Sementara itu, diperlukan pengobatan khusus dari dokter untuk menangani kasus yang lebih berat. Jika setelah pengobatan ruam muncul kembali, segera konsultasikan kembali dengan dokter terdekat.

Cara mencegah dan mengobati ruam popok

  1. Ganti popok sesering mungkin

Segera setelah anak buang air kecil atau buang air besar, Anda harus mengganti popoknya. Ini berguna untuk mencegah kelembapan berlebih pada bagian kulit. Usahakan memakaikan popok tidak terlalu ketat (longgar) agar tidak mudah terjadi gesekan.

  1. Bersihkan dengan air mengalir

Setiap kali mengganti popok, gunakanlah air bersih untuk membersihkan area kulit yang tertutup popok. Jika memungkinkan, gunakan air yang mengalir agar Anda dapat membersihkan dan membilas kulit bayi tanpa menggosoknya.

  1. Diamkan sebentar

Sebelum memakaikan popok baru, keringkan kulit yang basah dengan handuk lembut dan diamkan beberapa saat agar kulit bayi benar-benar kering.

  1. Hindari penggunaan bedak

Bedak bayi sebaiknya tidak digunakan karena lapisan bedak akan mengganggu pernapasan kulit. Penggunaan handuk kering dan tisu untuk mengeringkan kulit bayi pun harus seminimalkan mungkin. Beberapa jenis tisu bisa jadi mengandung alkohol atau parfum yang bisa membuat kulit bayi terkena iritasi.

  1. Gunakan salep untuk ruam popok

Untuk pengobatan ruam popok, Anda bisa menggunakan salep khusus yang tersedia di apotek-apotek. Salep ini biasanya akan menebal dan lengket pada kulit serta tidak mudah hilang sampai pergantian popok berikutnya. Segera kunjungi dokter atau bidan terdekat jika ruam tidak hilang dalam waktu 48 – 72 jam dan justru bertambah parah.

Popok yang aman untuk bayi

Banyak merek popok beredar di pasaran, namun sebenarnya jenis popok hanya ada dua: popok kain yang dapat dicuci dan digunakan kembali dan popok sekali pakai yang dibuang setelah digunakan. Berdasarkan penelitian, ruam popok lebih jarang terjadi jika bayi menggunakan popok sekali pakai, apalagi jika popok tersebut berdaya serap tinggi.

Jika anda tidak ingin buah hati tersayang terkena ruam popok, solusi idealnya adalah rutin mengganti popok bayi. Kebersihan bayi merupakan faktor terpenting dalam menjaga kesehatannya dan membuat tumbuh kembangnya optimal.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *