Tips dan Trik

Mengenali Tahapan-tahapan Bayi Merangkak

Kegiatan merangkak pada bayi, umumnya bermanfaat untuk memperkuat otot-otot sebagai penunjang tumbuh kembang si kecil, salah satunya berjalan. Bayi merangkak dengan posisi bertopang menggunakan tangan dan lutut, saat pertama kali pembelajaran. Setelah itu, si kecil akan mencari cara untuk dapat leluasa bergerak maju atau mundur dengan menggunakannya lututnya.

Mengenali Tahapan-tahapan Bayi Merangkak

Perlu Anda ketahui, jika kemampuan bayi merangkak diawali dengan kemampuannya duduk. Saat usianya beranjak enam bulan, ia sudah mulai belajar duduk dengan kepala tegal. Pada usia sembilan bulan, si kecil mulai bisa duduk sendiri tanpa bantuan apa pun. Hingga pada akhirnya, di usia 6 – 10 bulan, bayi sudah mulai belajar merangkak. Tidak semua anak melalui proses merangkak sebelum ia berjalan, ada juga yang lebih memilih untuk merayap, mengesot, bahkan langsung bisa berdiri dan berjalan.

Berikut beberapa tahapan bayi merangkak yang perlu Anda ketahui dan pahami:

  1. Bayi akan belajar untuk bergerak dari posisi duduk kepada posisi merangkak secara bertahap pada beberapa bulan.
  2. Saat sedang merangkak, si kecil akan segera menyadari bahwa dirinya mampu bergerak maju dan mundur di tempat.
  3. Saat beranjak 9 – 10 bulan, si kecil akan mengetahui bahwa ia mampu merangkak ke depan dengan mendorong lututnya.
  4. Jika sudah lancar merangkak, bayi akan cenderung bergerak dari posisi merangkak kepada posisi duduk.
  5. Selain itu, bayi juga mulai menguasai teknik merangkak yang lebih kompleks, yaitu bergerak dengan kaki dan lengan dari sisi yang berlawanan. Sebagai contoh, tangan kiri dan kaki kanan akan maju terlebih dahulu, kemudian tangan kanan dan kaki kiri, dan seterusnya.
  6. Saat beranjak usia satu tahun, bayi mulai mahir merangkak karena sering dilatih.

Apabila buah hati Anda tidak menjalani tahapan merangkak di atas, bisa jadi anak Anda termasuk kepada tipe bayi yang senang mengesot, merayap, bahkan langsung bisa berjalan. Anda tak perlu khawatir, selama si kecil masih bergerak dengan lincah, perkembangannya baik-baik saja.

Justru, sebagai orangtua, Anda perlu memperhatikan kondisi perkembangan si kecil apabila tidak memiliki energi atau kemampuan untuk menyokong berat badannya sendiri atau hanya sekedar bergerak di area sekitarnya. Anda bisa segera memeriksa tumbuh kembang si kecil guna menghindari risiko lebih lanjut. Ada kemungkinan, apabila bayi Anda mengalami tonus otot yang lemah, dimana otak nya tidak dapat mengirimkan rangsangan saraf kepada otot. Selain itu, juga bisa disebabkan oleh otot yang tidak mampu menerima rangsangan saraf dari otak.

Gejala lain yang perlu Anda waspadai adalah apabila si kecil sama sekali tidak mampu merayap, berguling, atau pun merangkak walaupun usianya sudah beranjak satu tahun. Anda perlu memeriksakan kondisi si kecil tersebut, apakah mengalami hal berbahaya atau terdapat gangguan saraf seperti penyakit lumpuh otak.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *