Tips dan Trik

Merangsang Perkembangan Bayi 1 Bulan Dalam Pola Komunikasi

Berkaitan dengan pola komunikasi dalam perkembangan bayi 1 bulan, dapat kita jumpai bahwa tangisan menjadi cara paling dominan yang dilakukan bayi untuk berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya. Tangisan tersebut dapat diinterpretasikan menjadi beragam makna yang menggambarkan keinginan sang bayi. Para ibu biasanya memiliki intuisi yang lebih bagus daripada para ayah dalam menginterpretasikan tangisan tersebut.

Pada umumnya alasan utama bayi menangis adalah merasa lapar. Oleh karena itu, bila Anda mendengar bayi 1 bulannya menangis, yang pertama kali harus Anda lakukan adalah menyusuinya dengan ASI. Selain lapar, dalam perkembangan bayi 1 bulan, tangisan bayi juga dapat berarti rasa tidak nyaman yang dialami bayi, seperti merasa kepanasan, kedinginan, atau perasaan tidak nyaman karena buang air kecil atau buang air besar. Kadang-kadang tangisan bayi dapat berarti pula bahwa dia membutuhkan perhatian lebih dari orang tuanya, misalnya pelukan dan belaian sayang.

Selain berusaha memahami komunikasi bayi yang disampaikan lewat tangisan, orang tua pun harus berusaha menjalin komunikasi dengan bayinya. Usahakan Anda mengajak bicara bayi Anda meskipun dia mungkin baru secuil saja memahami bahasa Anda. Ini penting untuk merangsang otak bayi agar dapat menangkap banyak kosakata yang dapat digunakannya sebagai bahasa ibu dalam komunikasi sehari-hari saat besar nanti. Anda dapat mengajaknya berbicara langsung atau bisa juga menggunakan media-media lain seperti perlengkapan audio (kaset, cd, mp3) atau buku bergambar. Ini sangat baik untuk merangsang perkembangan bayi dalam pola komunikasi.

Bila masih bingung dalam menerapkan strategi komunikasi yang baik kepada bayi Anda, Anda bisa mencoba beberapa tips ini:

Lakukan dengan natural

Maksudnya, Anda harus melakukan komunikasi secara wajar. Jangan sampai berkomunikasi karena Anda merasa hal itu merupakan tuntutan peran sebagai orang tua. Namun, karena orang tua memiliki landasan cinta dan kasih sayang, semua bentuk komunikasi seperti ucapan, belaian, dan pelukan dapat dilakukan secara alami, tanpa kesulitan berarti.

Baca Juga: Perkembangan Balita Usia 1 – 6 Bulan

Pembicaraan itu wajib

Sebagai orang tua, khususnya ibu, lakukanlah pembicaraan dengan bayi Anda sesering mungkin, dalam berbagai kesempatan. Sebagai contoh, saat menyusui Anda dapat menanyakan padanya apakah dia nyaman atau tidak.

Batasi kalimat

Hindari pola kalimat panjang dan rumit agar bayi lebih cepat memahaminya. Artinya, Anda hanya perlu menggunakan kalimat singkat namun kaya makna. Anda juga dapat menekankan kata-kata tertentu untuk membuat bayi Anda lebih tanggap dalam memahami pembicaraan Anda.

Hindari penyalahgunaan empeng

Kesalahan fatal yang sering dilakukan banyak orang tua adalah menyenangkan bayi dengan memberinya empeng dalam jangka panjang. Faktanya, bayi yang terlalu lama menggunakan empeng cenderung lebih lambat perkembangan bahasanya dibanding bayi yang tidak menggunakan empeng.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *