Perawatan Bayi

Nutrisi Bayi Yang Penting Untuk Diperhatikan

Sejak dalam kandungan, nutrisi bayi harus selalu tercukupi, terutama usia di bawah lima tahun atau balita. Pada usia 0 sampai 5 tahun anak sangat rentan terkena gangguan kesehatan. Jadi, dengan memperhatikan kebutuhan nutrisinya, pertumbuhan dan perkembangan anak pun dapat menjadi optimal.

Pada saat balita pertumbuhan anak sangat cepat, sehingga kebutuhan nutrisinya sangat tinggi. Oleh karena itu, agar dia memiliki tubuh yang sehat dan perkembangan tubuh yang optimal, Anda harus mencukupi nutrisi bayi dengan memberikan makanan yang bergizi, aman, halal, dan menyehatkan.

Nutrisi bayi baru lahir hingga 6 bulan akan tercukupi dengan hanya memberikan ASI eksklusif dari sang ibu. Menurut pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang turut didukung oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pemberian ASI pada 6 bulan pertama bisa mencegah bayi dari kondisi malnutrisi. Mulai dari 6 bulan hingga 1 tahun, selain ASI, bayi sudah bisa diberi makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang bertekstur lembut. Dari 1 hingga 2 tahun, bayi sudah bisa diberi berbagai makanan yang bertekstur lebih keras, dan dari 2 tahun ke atas bayi sudah bisa diberi makanan keluarga.

  1. Nutrisi bayi dari ASI

ASI yang keluar pada masa-masa awal menyusui mengandung kolostrum. Zat ini kental dan berwarna kekuningan serta bermanfaat untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh anak. Selain itu, nutrisi bayi dari ASI juga mengandung foremilk atau hindmilk yang rendah lemak dan tinggi protein, laktosa dan mineral. Lemak akan mencukupi kebutuhan energi bayi, sedangkan protein, kadar air, dan mineral akan mencukupi kebutuhan untuk pertumbuhannya. Bila bayi lahir prematur, bayi membutuhkan tambahan gizi selain ASI.

  1. Nutrisi bayi dari MP-ASI

Sebelum dapat diberi makanan yang biasa dikonsumsi oleh keluarga, bayi harus diberi MP-ASI, yakni makanan peralihan dari ASI. Proses peralihan ini akan mengajarkan bayi mengunyah, menggenggam makanan, dan menyukai makanan yang bergizi, seperti sayuran, buah-buahan, daging, dan ikan.

Untuk melengkapi nutrisi bayi, Anda bisa memberikan bahan makanan terbaik berikut ini.

  • Susu (rendah lemak)

Susu dapat memenuhi kebutuhan protein, kalsium, vtamin D, dan vitamin A. Anda bisa memberikan susu kepada si kecil sekitar 200 ml per hari.

  • Kacang

Mengandung protein, lemak tak jenuh, antioksidan, vitamin B, dan mineral, kacang almond, kenari, dan kacang hijau merupakan camilan terbaik untuk anak Anda.

  • Telur

Mengandung protein, vitamin A dan B, serta seng.

  • Ubi

Mengandung vitamin A dan vitamin C, ubi sangat baik untuk organ tubuh bayi.

  • Brokoli

Mengandung asam folat, serat, beta karoten, vitamin C, fitokiia, zat besi, kalsium, dan rendah kalori, sayuran ini cocok sekali untuk si kecil yang aktif.

  • Alpukat

Mengandung vitamin C, protein, serat potasium, dan lemak tak jenuh.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *