Perawatan Bayi

Pastikan Anda Tidak Melewatkan Vaksin Anak Polio

Untuk mencegah penyakit berbahaya pada bayi dan anak, penting bagi Anda untuk memberi mereka vaksinasi alias imunisasi. Salah satu vaksinasi wajib di Indonesia adalah polio. Vaksin anak dan bayi ini akan menghindarkan mereka dari penyakit poliomyelitis yang menyerang saraf.

Virus penyebab infeksi polio hidup di tenggorokan dan saluran usus. Penyebaran virus ini terjadi lewat kontak dengan cairan ataupun tinja dari orang yang terinfeksi polio. Polio dapat menyebabkan kelumpuhan organ tubuh dan bahkan kematian.

Berikan vaksin polio sesuai jadwal

Vaksin polio terdiri dari dua jenis. Pertama, oral polio vaccine (OPV) atau vaksin polio oral. Vaksin anak dan bayi ini mengandung virus polio hidup yang dilemahkan agar tubuh memiliki daya tahan terhadap virus polio yang menyerang. Kedua, inactivated polio vaccine (IPV) atau vaksin polio tidak aktif. Vaksin polio jenis ini  menggunakan virus yang tidak lagi aktif. Pemberian vaksin polio jenis OPV diteteskan melalui mulut, sementara jenis IPV diberikan melalui suntikan di lengan atau tungkai.

Agar memperoleh hasil yang maksimal, vaksin polio harus diberikan empat kali, yakni pada usia 2 bulan, 4 bulan, dan pada usia antara 6 sampai 18 bulan. Satu dosis penguat (booster) diberikan pada saat anak berusia antara 4 sampai 6 tahun. Meski pemberian vaksin polio pada bayi atau anak terlambat, maka dapat terus dilanjutkan hingga dosis lengkap. Ingat, vaksin anak dan bayi ini tidak perlu diulang dari awal.

Konsultasikan dengan dokter mengenai pemberian obat pereda nyeri seperti acetaminophen atau ibuprofen jika setelah divaksinasi anak merasa nyeri atau demam. Khusus untuk vaksin polio jenis IPV, pemberian vaksin ini dapat menyebabkan bintik merah yang terasa nyeri di lokasi penyuntikan.

Seperti halnya obat, vaksin polio juga memiliki risiko memicu alergi dan risiko lain yang tergolong sangat kecil. Jika diketahui timbul reaksi alergi pada vaksin polio sebelumnya, atau jika anak Anda diketahui memiliki alergi berat terhadap neomycin, streptomycin dan polymyxin B, Anda sebaiknya menunda atau bahkan tidak memberikan vaksin anak dan bayi ini.

Vaksin polio untuk dewasa

Virus polio dapat menyerang manusia kapan saja, pada usia berapa saja. Jika sampai dewasa Anda belum pernah sama sekali mendapat vaksin polio, Anda dianjurkan untuk mendapatkan tiga dosis vaksin polio dengan jarak antara dosis pertama dan kedua sekitar 1-2 bulan dan jarak dosis kedua dan ketiga antara 6-12 bulan.

Selain kondisi di atas, ada tiga kelompok orang dewasa yang membutuhkan vaksin polio karena risiko tinggi mengalami kontak dengan virus polio. Pertama, orang dewasa yang sering bepergian ke kawasan yang diketahui banyak terjadi kasus polio. Kedua, pekerja laboratorium yang menangani spesimen yang kemungkinan mengandung virus polio. Ketiga, tenaga kesehatan yang mengurus pasien terinfeksi polio. Bila Anda termasuk ke dalam kategori ini, Anda dianjurkan berkonsultasi dengan dokter mengenai kemungkinan memperoleh vaksin polio tambahan.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *