Tips dan Trik

Penyakit Kuning, Penyakit Bayi yang Umum Tetapi Patut Diwaspadai

Bayi baru lahir memiliki organ, tubuh, serta indra yang belum sempurna. Sehingga bayi rentan mengalami gangguan dan penyakit. Salah satunya yakni penyakit kuning. Penyebab penyakit bayi ini adalah tingginya kadar bilirubin yang terdapat di dalam darah. Memang, penyakit ini tak terlalu berbahaya, namun jika dibiarkan saja, efek terburuk yang terjadi adalah kerusakan otak.

Penyakit Kuning, Penyakit Bayi yang Umum Tetapi Patut Diwaspadai

Gejala Penyakit Kuning Akibat Kelebihan Bilirubin

Warna kuning pada tubuh ini biasanya terjadi dalam 1 hingga 3 minggu. Hal ini dibarengi dengan perkembangan kemampuan bayi untuk mengolah bilirubin. Pada bayi berusia kurang dari 24 jam, timbulnya penyakit bayi ini ditandai dengan bayi yang tampak lemas, kurang aktif, jarang atau tidak menangis, keinginan untuk minum menurun, demam. Ketika gejala muncul, segera periksa dan lakukan penangan yang tepat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Hal yang Berisiko Terhadap Penyakit Kuning dan Penyebab lainnya

Penyakit ini memang umum dan banyak diderita oleh bayi baru lahir. Namun terdapat beberapa bayi yang berpeluang besar menderita penyakit kuning. Misalnya bayi prematur dengan kelahiran kurang dari 37 minggu, bayi yang kekurangan asupan ASI maupun susu formula, bayi yang golongan darahnya berbeda dengan ibu sehingga tubuh mereka memproduksi antibodi yang berlebihan dan menyerang darah merah. Sehingga kadar bilirubin dapat meningkat secara tiba-tiba. Penyebab penyakit bayi kuning selain karena kadar bilirubin terlalu tinggi adalah karena terdapat memar ketika lahir dan terdapat pendarahan di bawah kulit kepala (cephalohematoma), terdapat masalah pada hati dan aluran empedu, telah mengalami ketika lahir, oksigen rendah (hipoksia), Kekurangan enzim, penggunaan obat-obat tertentu, serta terdapat kelainan genetik dan kelainan pada sel darah merah si Kecil.

Jika Muncul Gejala, Segera Tangani

Apabila kadar bilirubin tinggi, segera lakukan perawatan. Lakukan langkah sederhana misalnya dengan memberi banyak asupan ASI maupun susu formula. Sebaiknya berikan ASI pada bayi antara 8ingga 12 kali per hari. Untuk merangsang bayi buang air besar dan bilirubin keluar melalui tinja. Selain itu terdapat metode fototerapi yang dapat mengatasi bayi kuning. Fototerapi sendiri merupakan metode pengobatan yang menggunakan cahaya guna memecah bilirubin di tubuh bayi. Apabila penyakit bayi ini telah parah, tim medis akan melakukan transfusi darah. Hal ini akan meningkatkan sel darah merah pada bayi dan mengurangi kadar bilirubin dalam darah.

Sebenarnya pada kasus penyakit kuning, tidak memerlukan perawatan khusus. Penyakit bayi ini akan hilang dengan sendirinya satu hingga dua minggu. Hal ini sejalan dengan kemampuan tubuh bayi yang sudah dapat menyingkirkan kelebihan bilirubin. Akan tetapi ketika penyakit kuning tidak kunjung hilang, segera hubungi dokter. Terutama saat muncul gejala lain seperti demam, sulit meminum ASI, lemas, serta warna tubuh yang lebih menggelap.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *