Tips dan Trik

Penyebab, Tanda-tanda, dan Tips untuk Mengatasi Masalah Bayi Susah BAB

Pada umumnya, bayi akan lebih sering buang air besar terutama pada beberapa hari setelah ia dilahirkan. Namun setelahnya, selama beberapa waktu, ia akan mengalami jadwal buang air besar yang sedikit lebih teratur. Anda juga harus bisa mengenali bentuk dan warna kotoran si kecil untuk memastikan bahwa kotorannya normal dan sehat. Tak jarang, bayi juga akan mengalami susah buang air besar atau sembelit selama beberapa kali sebelum ia memasuki usia 1 tahun pertamanya. Bayi susah BAB dikarenakan oleh banyak hal di antaranya adalah:

  • Bayi meminum susu formula yang bisa jadi mengandung protein susu sapi sehingga tidak mudah dicerna oleh usus bayi dan menyebabkan sembelit karena ususnya belum berkembang sempurna.
  • Pemberian susu formula yang terlalu kental atau tidak sesuai dengan petunjuk pembuatan.
  • Sang ibu mengonsumsi produk olahan susu seperti keju atau yoghurt.
  • Bentuk adaptasi sistem pencernaan bayi terhadap makanan pendamping ASI.
  • Kekurangan cairan atau dehidrasi pada bayi dapat memperlambat gerakan usus besar.
  • Bayi mengalami masalah atau gangguan usus atau bisa juga karena kelainan syaraf usus besar (hirschsprung).
  • Perkembangan yang belum sempurna pada sistem pencernaan bayi.

Ada beberapa tanda yang bisa kita lihat saat bayi mengalami sembelit atau bayi susah BAB. Misalkan ditandai dengan kotoran yang cukup keras (padat) daripada sebelumnya, bayi lebih rewel dan sering menangis karena rasa sakit dan tidak nyaman yang ia rasakan pada bagian perutnya dan perutnya nampak sedikit agak membuncit atau kembung. Waspadai juga tanda-tanda sembelit pada bayi lainnya seperti tidak BAB lebih dari satu hari atau bahkan mengalami pendarahan saat BAB. Ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan saat bayi mengalami susah buang air besar, seperti berikut ini:

Baca Juga: Cara Efektif untuk Mengatasi Bayi Susah BAB

  • Berikan hanya ASI eksklusif pada bayi terutama hingga ia mencapai usia 6 bulan. Karena nutrisi yang terkandung dalam ASI sangat dibutuhkan untuk perkembangan sistem pencernaannya.
  • Konsultasikan ke dokter atau lakukan uji coba sebelum memberikan ia asupan susu formula.
  • Lakukan terapi atau memijat perut bayi dengan lembut menggunakan minyak telon untuk memberikan stimulasi terhadap ususnya serta memberi rasa nyaman dan hangat pada bayi.
  • Beri ia makanan pendamping ASI yang kaya akan serat seperti buah-buahan dan sayuran.

Beberapa jenis buah yang dapat membantu melancarkan pencernaan si kecil di antaranya adalah pisang, aprikot, alpukat, apel dan beberapa jenis buah lainnya yang tinggi serat. Sebisa mungkin, hindari pemberian obat pencahar baik oral maupun suppositoria selama belum berkonsultasi dengan dokter karena obat-obatan tersebut bisa saja membuat kondisi si kecil lebih menurun. Segera kunjungi dokter apabila masalah bayi susah BAB ini jika si kecil mengalaminya di bawah usia 4 bulan, terdapat pendarahan serta penurunan berat badan.

 

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *