Tips dan Trik

Peran Suami Dalam Mengatasi Baby Blues

Setelah melahirkan kebanyakan wanita mengalami perubahan emosi atau dikenal dengan istilah Baby Blues yaitu kondisi dimana ibu mengalami depresi ringan yang dialami pasca melahirkan. Namun sayangnya masih banyak pasangan suami istri yang menganggap baby blues bukanlah hal yang penting dan dianggap hanya karena faktor letih dan lelah.

Baby blues umumnya terjadi dua minggu setelah melahirkan. Ada beberapa istilah yang digunakan untuk menyebut perubahan emosi setelah melahirkan selain syndrom baby blues yaitu: post partum blues, maternity blues.

Seperti Apakah Gejalanya dan Apa Faktor Penyebabnya ?

Arti istilah blues adalah kondisi tertekan yang ditandai dengan gejala emosi, seperti: menangis, mudah marah, cemas. Gejala tersebut bisa disebabkan salah satunya karena ketidaksiapan ibu menghadapi kelahiran buah hati. Ada beberapa ibu yang tidak menyadari memiliki bayi harus disertai dengan tanggung jawab. Contoh yang paling sederhana adalah: kewajiban ibu memberikan ASI, namun ibu mengalami kesulitan menyusui hal tersebut bisa membuat perasaan ibu tertekan dan cemas.

Menurut para ahli ibu yang melahirkan bayi yang berat badannya di bawah normal cenderung lebih besar mengalami post partum blues dibandingkan dengan ibu yang bayinya lahir dengan berat badan normal.

Faktor penyebab terjadinya post partum blues bisa juga disebabkan karena kesulitan saat menghadapi pasca kelahiran. Seringkali ibu yang baru melahirkan mudah merasa lelah akan tidur nyenyak pada waktu malam hari, namun bayi kadang menangis saat malam dan ibu harus bolak balik mengganti popok.

Selain dipicu oleh faktor psikis, post partum blues juga disebabkan karena perubahan hormon yang membuat emosi tidak stabil. Pada waktu kehamilan hormone estrogen dan progresteron mengalami peningkatan, sedangkan setelah melahirkan dalam waktu 72 jam hormone turun dengan drastic.

Bagaimana Cara Menghadapi dan Mengatasi Post partum sindrom?

Anda tidak perlu cemas menghadapi post partum sindrom karena lambat laun akan sembuh dengan sendirinya tanpa harus ditangani secara medis. Cara mengatasi yang paling tepat adalah dengan melakukan teapi psikologis dan dukungan dari lingkungan sekitar seperti keluarga, kawan terutama dukungan suami memberikan andil menghadapi sindrom tersebut.

Baca Juga: 4 Tips & Cara Mengatasi Stress Pada Anak

Jika gangguan tidak hilang setelah 2 minggu kemungkinan besar mengalami post partum depression (PPD). Jika demikian maka ibu harus ditangani secara serius oleh psikiater karena jika didiamkan terlalu lama bisa berakibat negatif, baik untuk ibu maupun bayinya.

PPD ditandai dengan gejala rasa putus asa, bahkan seringkali ingin bunuh diri atau mencelakai bayi. PPD bisa membuat ibu menolak merawat dan menyusui bayinya. Agar PPD sembuh, selain penanganan terapi dukungan suami menjadi hal yang penting. Misalnya membantu mengerjakan tugas rumah, menanyakan kabar atau memberikan perhatian lebih dan memanjakannya merupakan obat mujarab membantu istri mengatasi dan menghadapi Baby Blues.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *