Perawatan Bayi

Perkembangan Balita Pada Usia 13 Bulan

Anda dan pasangan mungkin baru saja merayakan ulang tahun pertama anak Anda bulan lalu. Namun kini dia mulai memasuki tahun kedua kehidupannya. Perkembangan balita pada tahap ini akan semakin kompleks. Mungkin dia mengalami kesulitan untuk menaiki dan menuruni tangga, tapi keinginannya untuk berkeliling ruangan untuk mengamati benda-benda di sekitarnya akan sangat besar.

Mulai berjalan

Perkembangan balita 13 bulan yang pertama adalah mulai berjalan. Apabila anak sering terjatuh, Anda tidak usah terlalu khawatir karena itu sebenarnya adalah bagian dari proses belajarnya. Ajaklah dia sering-sering berjalan di atas rumput, pasir atau tanah, namun tetaplah berhati-hati dengan benda-benda tajam yang bisa melukainya. Setelah berkali-kali berjalan dan terjatuh, pada usia 14 bulan dia akan mulai memiliki kepercayaan diri. Sejak saat itu dia akan mulai senang memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain dan mendorong-dorong kursi dan barang-barang lainnya. Lihatlah, betapa energi balita seakan tidak pernah habis. Dia sangat antusias dalam menjelajahi dunia barunya.

Mulai mencoret-coret

Ini adalah tahap perkembangan balita 13 bulan yang selanjutnya. Walaupun sudah menunjukkan minat untuk mencoret-coret, dia masih akan kesulitan untuk memegang krayon, pensil, atau spidolnya. Berikan saja dia ruang untuk bereksplorasi dengan berbagai coretan khayalannya. Selain itu, pada usia ini dia juga akan belajar memasukkan dan mengeluarkan benda dari tempatnya berulang kali. Dia akan memasukkan suatu benda kemudian mengeluarkannya dengan cara melemparkannya. Untuk itu, jauhkanlah dia dari barang-barang yang mudah pecah.

Mulai menyusun

Balita akan mulai senang menyusun menara kecil dari beberapa kotak balok yang pasti akan langsung dirobohkannya kembali. Kita bisa ikut bermain “menyusun dan merobohkan menara” ini sebagai sarana berinteraksi dengan anak. Bisa sambil tertawa-tawa, saling  menggelitik dan sebagainya. Kemudian pada bulan berikutnya, dia akan mulai tertarik menyentuh berbagai benda. Dia akan memegang benda-benda yang dianggapnya menarik, baik dari segi warna maupun bentuknya. Sebenarnya, ini dilakukannya untuk mengasah panca inderanya. Untuk itu, berikanlah beberapa benda yang memilki tekstur yang berbeda-beda.

Mulai mengucapkan kata-kata

Sebagian anak mungkin sudah mulai bisa mengucapkan kata tunggal. Kemampuan bicaranya biasanya diawali dengan menggumamkan satu dua patah kata dengan jelas, misalnya “Mama”, “Papa” atau “Mimi”. Berikanlah pujian bila dia berhasil mengucapkan kata-kata itu dengan baik.

Sebagai orang tua, kita juga sudah mulai memahami kemauan balita dari bahasa tubuh dan bahasa simbol yang digunakannya. Sebagai contoh, bila dia merasa haus, dia akan menyodorkan gelasnya sambil berkata “mam..mam..”. Meskipun kata-kata yang diucapkannya masih belum jelas, dari bahasa tubuhnya kita tahu dia mengatakan, “Tolong bunda, aku haus, nih. Boleh minta minum?”  Ulangilah permintaannya agar kemampuannya dalam berbicara mengungkapkan perasaannya terlatih, misalnya dengan mengatakan “Kakak mau minum? Haus ya, Sayang?”

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *