Seputar Bayi

Perlukah Membedakan Mainan Bayi Laki-Laki dan Perempuan?

Salah satu yang menarik dalam memilih mainan bayi adalah jenis kelamin yang ikut berperan tentang jenis mainan yang akan diberikan. Hal ini pun terlihat jelas saat kita berbelanja mainan maupun kebutuhan bayi lainnya di sebuah tempat perbelanjaan. Biasanya tampilan untuk area laki-laki akan didominasi dengan karakter mobil-mobilan, pistol-pistolan, dan beberapa permainan lain yang cenderung action. Sedangkan untuk barisan mainan perempuan biasanya akan didominasi dengan warna pink yang cerah.

Perlukah Membedakan Mainan Bayi Laki-Laki dan Perempuan?

Mengapa laki-laki cenderung “biru” dan perempuan “pink”?

Pada awalnya mungkin kita bertanya-tanya tentang asal mula pernyataan yang mendasari warna biru yang melambangkan laki-laki dan pink melambangkan warna wanita. Ternyata benar-benar ada sejarahnya. Dikutip dari BBC, sebuah penelitian yang dilakukan Newcastle University pada tahun 2007 mengatakan bahwa sebagian besar partisipan wanita memilih warna dengan nuansa merah lebih banyak ketimbang pria. Hal ini pun membuat sang peneliti menarik kesimpulan, bahwa warna yang bernuansa kemerahan cocok untuk menggambarkan wanita.

Pemilihan warna berdasarkan gender anak, apakah ada dampaknya?

Jika seseorang terpaku pada pembedaan warna berdasarkan gender, ada dampak yang mungkin terjadi. Dampak ini mungkin tidak dipertimbangkan saat memilih mainan. Hal inilah yang perlu diperhatikan. Jangan sampai hanya mengikuti kebiasaan orang lain dan umum sehingga kita tidak memerhatikan dampak yang mungkin buruk.

Pada dasarnya mainan bayi berfungsi untuk mendorong perkembangan dalam segala aspek. Bukan berarti seorang bayi perempuan tidak membutuhkan dorongan yang mempertajam keterampilan spasial seperti menyusun balok-balok warna-warni. Dan juga bukan berarti seorang bayi laki-laki tidak membutuhkan kemampuan verbal dan kreativitas seperti bermain boneka dan peran. Sebagai orang tua biasanya beranggapan bahwa jika seorang anak menyukai mainan di luar gender yang seharusnya maka memiliki kelainan, dan sebagainya. Pandangan ini benar-benar salah dan harus dihindari.

Baca Juga : Tips Menetukan Aman Tidaknya Mainan Bayi

Dampak memberikan mainan dengan pengkotakan gender

Berikut ini adalah beberapa dampak yang mungkin terjadi jika memberikan mainan berdasarkan pengkotakan gender, antara lain:

  • Jangkauan keterampilan anak yang terbatas. Seperti pemberian mainan yang hanya berfokus pada kemampuan motorik atau sekedar mengenal warna.
  • Mencegah minat diri pada anak. Hal ini juga berdampak pada menarik bakat seorang anak yang pada suatu bidang.
  • Sulit mengubah persepsi tentang jenis pekerjaan di kemudian hari. Jika sudah dibeda-bedakan sejak kecil, hingga besar pun akan tetap ada pengelompokan bidang pekerjaan, seperti pembalap, pilot, pesepak bola yang dikhususkan untuk anak laki-laki dan model, ibu rumah tangga yang dikhususkan untuk anak perempuan.

Dari beberapa dampak di atas, kita bisa mulai menanamkan pandangan netral dengan memberikan segala bentuk mainan yang mendorong perkembangan tanpa memperdulikan gender. Dengan begitu biarkan anak yang memutuskan mana yang disukai dan tidak.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *