Tips dan Trik

Serba-serbi Dunia Ibu

Banyak yang menganggap bahwa menjadi ibu merupakan pekerjaan yang sepele, padahal dunia ibu sangatlah kompleks dengan aktifitas yang terbilang banyak, sejak pagi buta hingga malam menjelang.

Menjadi ibu haruslah siap bangun paling awal dan tidur paling akhir. Saat bangun tidur, ibu sudah harus berkutat di dapur, dan menyiapkan segala macam hal untuk keperluan anak-anak pergi ke sekolah dan suami pergi ke kantor.

Setelah anak berangkat ke sekolah dan suami berangkat ke kantor, maka ibu kembali berkutat dengan urusan domestik seperti membersihkan rumah dan mencuci baju juga mempersiapkan makanan untuk makan siang.

Dunia ibu memang terbilang kompleks sehingga membutuhkan kekuatan yang tidak sedikit. Seorang ibu harus kuat menghadapi beragam hal dalam rumah tangga. Ibu harus bisa menjadi guru yang mengajari anak belajar, menjadi koki yang memasak makanan sehat dan enak untuk keluarga, menjadi dokter ketika anak dan suami sakit, termasuk menjadi akuntan yang mengatur keuangan keluarga.

Ibu harus peka tentang segala sesuatu yang terjadi di rumah, jangan sampai ibu ingin bersenang-senang di luar rumah bersama teman-teman namun melupakan urusan rumah tangga.

Jika dibandingkan dengan perempuan yang bekerja di kantor, posisi seorang ibu rumah tangga memang terlihat rendah dan tak bisa dibandingkan. Akan tetapi, di balik keceriaan anak-anak, kesuksesan suami, terdapat posisi seorang ibu rumah tangga yang berhasil mengatur segala hal urusan rumah tangga.

Baca Juga: 4 TREN DI DUNIA IBU YANG UP-TO-DATE

Mungkin banyak perempuan yang ingin bekerja di luar rumah setelah menikah dan enggan menjadi ibu rumah tangga sehingga kemudian memberikan segala macam urusan rumah pada asisten rumah tangga.

Menjadi wanita karir atau ibu rumah tangga memang pilihan pribadi setiap perempuan. Keduanya baik dan keduanya tidak perlu saling merendahkan. Akan tetapi, ketika menjadi wanita karir, sebaiknya tidak melupakan urusan rumah tangga.

Seorang anak tentunya butuh ibu yang selalu mendekap dan memeluknya atau membacakan cerita. Ingat, perkembangan anak tidak akan terulang. Jangan sampai menyesal karena melewatkan perkembangan anak hanya karena lebih mementikan pekerjaan atau aktifitas di luar rumah.

Ibu adalah sekolah pertama untuk anaknya, jangan sampai karena ibu tidak pernah bersama anak, membuat anak tidak memiliki kenangan yang akan ia rindukan ketika dewasa nanti. Saat dewasa, anak tentunya akan jauh dari rumah, bisa karena pergi sekolah atau kuliah di luar kota, atau juga karena menikah dengan seseorang yang berasal dari luar kota, atau bahkah luar pulau atau luar negara.

Dunia ibu memang penuh perjuangan, namun bukan berarti tidak menyenangkan dan membahagiakan, karena sesungguhnya kebahagiaan seorang ibu ada ketika melihat anak-anak dan suaminya selalu sehat, bahagia, dan bisa tersenyum ceria setiap harinya.   

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *