Tips dan Trik

Serba-serbi Tentang Kembar Siam yang Perlu Diketahui

Memiliki anak kembar kerap jadi idaman para orang tua. Meski merawat anak kembar lebih sulit dibanding merawat satu anak, namun kebahagiaan tentu akan dirasakan orang tua. Banyak juga orang tua yang sengaja menerapkan program anak kembar karena menginginkan memiliki anak kembar. Meski begitu, beda halnya dengan anak yang kembar siam dimana kembar ini adalah jenis kembar identik namun ada bagian tubuh terhubung. Dibanding pada bayi laki-laki, kondisi ini lebih sering terjadi pada bayi perempuan.

Sebagai tambahan informasi, kondisi kembar dengan bagian tubuh yang masih terhubung ini penyebabnya hingga kini masih belum dapat diketahui. Para pakar pun menduga jika beberapa sebab berikut ini yang jadi pemicunya

  • Pembelahan yang terjadi tidak sempurna di salah satu sel telur yang telah dibuahi. Proses pembelahan pada sel telur yang menjadi dua umumnya terjadi dalam masa 12 hari setelah sel telurnya bertemu sperma. Apabila pembelahan ini terjadi melewati jangka waktu tersebut, maka pembelahan kerapkali terhenti sebelum prosesnya selesai sempurna.
  • Dua embrio yang pada awalnya sudah terpisah, namun kembali menempel dan kemudian menyatu.

Baca Juga: 4 Cara Mudah Cegah Bayi Lahir Kembar Siam

Pada kondisi kembar secara khusus seperti ini, berpotensi untuk menghubungkan bagian tubuh yang beragam. Umumnya bagian dada adalah yang paling sering terhubung. Namun ada juga kemungkinan terhubung di bagian lain seperti perut, kepala, panggul atau tulang belakangnya. Selain kembar siam tersebut, ada juga kondisi kembar parasitik dimana salah satu tubuh bayi yang kembar tersebut lebih kecil serta fisik yang tidak sempurna.

Kemungkinan adanya kembar seperti ini bisa diketahui dari proses USG sejak usia janin pada trimester pertamanya. Setelah itu di trimester kedua akan dilakukan USG yang lebih canggih lagi sehingga fungsi organ akan diketahui bagian tubuh mana yang terhubung. Ketika sudah diketahui bahwa ada kondisi semacam ini pada kehamilan, maka Ibu hamil akan dipantau terus menerus oleh dokter selama masa kehamilannya sampai proses melahirkannya. Proses persalinan pun dilakukan secara caesar dan direncanakan sebelum tanggal kelahirannya. Mayoritas bayi yang mengalami kondisi kembar seperti ini memiliki harapan hidup yang lebih kecil.

Jika Anda melihat kondisi bayi kembar siam yang hidup cukup lama, maka itu hanya sebagian kecilnya saja. Banyak juga bayi yang berkesempatan untuk menjalani operasi pemisahan, namun umumnya harapan hidupnya sangat kecil karena operasi ini termasuk beresiko dan berbahaya. Untuk masing-masing bayi, tingkat kesulitannya bisa berbeda-beda tergantung dari bagian dan organ tubuh mana yang menyatu. Keahlian tim dokter juga akan jadi faktor penting keberhasilan operasi nantinya. Selain operasi pemisahan, dokter juga akan dihadapkan pada operasi lanjutan untuk merekonstruksi ulang pada bagian tubuh bayi jika nantinya operasi berhasil sehingga prosedurnya sangat rumit dan panjang.

 

 

 

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *