Tips dan Trik

Syarat Memberi Nama Bayi Yang Islami

Setiap anak lahir sebagai muslim sehingga sudah menjadi kewajiban orang tua memberi nama bayi yang Islami, indah, dan penuh hikmah. Karena nasab sang bayi akan mengikuti ayahnya, bukan ibunya, maka ayahlah yang berkewajiban untuk memberikan nama segera setelah bayi lahir ke dunia.

Memberi nama bayi hendaknya didasarkan pada berbagai pertimbangan karena akan menjadi doa bagi anak kelak hingga ia meninggal. Lalu apa saja syarat untuk memberi nama Islami? Simak di bawah ini.

  1. Diperbolehkan menggunakan nama para nabi dan orang shaleh

Sebagai contoh Muhammad, Ibrahim, Ismail, Musa, Isa, Abu Bakar, dan Umar. Rasulullah Saw. menyuruh orang tua memilih nama yang baik karena nama adalah doa. Oleh karena itu, nama nabi dan orang shaleh adalah pilihan terbaik agar kesalehannya menular pada sang anak dan mendapatkan sifat dan kemuliaan yang serupa dengan mereka.

  1. Menggunakan nama yang bermakna baik

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, nama adalah doa. Oleh karena itu orang tua harus mencari nama yang bermakna baik dan tidak menimbulkan doa yang buruk. Tujuannya agar anak mendapatkan doa yang baik maknanya sehingga menjadikan sang anak berakhlak mulia.

  1. Tidak dianjurkan menyerupai nama orang tuanya atau leluhurnya

Mengapa tidak dianjurkan? Karena khawatir akan menjadi bentuk kekurangajaran saat memanggil namanya, dan riskan dijadikan bahan pelecehan oleh orang-orang yang tidak senang kepada leluhurnya.

  1. Dilarang menggunakan nama yang haram dan makruh

Sebagai contoh nama setan, iblis, orang kafir, pezina, nama hewan, berhala, dan nama orang bar-bar. Karena seorang anak akan mewarisi karakter dari nama yang disandangnya, maka penggunaan nama yang haram dan makruh ini dikhawatirkan anak akan bersifat buruk. Jika anak memiliki nama seperti nama setan, maka anak akan bersifat seperti setan. Begitu pula jika mendapat nama orang bar-bar. Sebagaimana suku bar-bar, maka karakter anak pun bisa bengis dan kasar.

  1. Makruh menggabungkan dua nama yang bermakna sama

Sebagai contoh, Muhammad Ahmad dan Muhammad Said. Tanpa diberi tambahan di belakangnya, nama Muhammad sendiri adalah nama tunggal yang sudah bermakna indah karena artinya “yang terpuji.” Jika penambahan nama hanya akan membuatnya bermakna ganda. Oleh karena itu penggabungan seperti pada contoh menjadi makruh.

  1. Makruh memberi nama bayi dengan nama-nama surat dalam Alquran

Sebagai contoh, Thoha dan Yasin. Keduanya merupakan nama surat yang sekaligus ayat pertamanya. Kedua ayat ini cukup populer digunakan untuk memberi nama bayi padahal keduanya belum ada arti harfiahnya karena hanya Allah yang tahu makna ayat tersebut. Pemberian nama surat dalam Alquran seperti ini dimakruhkan karena dikhawatirkan nama anak tersebut justru menyerupai nama Allah. Sampai sekarang, belum ada yang tahu makna ayat tersebut sehingga alangkah lebih baik bila orang tua memilih nama lain.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *