Perawatan Bayi

Tahapan Perkembangan Bayi Dari Segi Bahasa

Tahapan Perkembangan Bayi Dari Segi BahasaBagi banyak orang, bayi bagaikan mainan yang asik untuk dipeluk, digendong, dan dicium, karena tidak memahami cara komunikasi yang bayi coba sampaikan kepada pengasuhnya (orangtua, nenek, atau baby-sitter) dan orang di sekelilingnya. Padahal, bayi sudah memahami apa yang dibicarakan oleh kita bahkan saat masih ada di kandungan, loh.

Berikut adalah perkembangan bayi dari segi bahasa yang terjadi dan maknanya :

  • Tangisan

Bayi telah menangis bahkan sejak lahir. Ketika baru lahir, tangisan bayi menandakan bahwa paru-parunya terisi oleh udara. Ternyata, tangisan merupakan salah satu respon dari bayi terhadap lingkungan luarnya. Ada berbagai macam pula jenis tangisan bayi, yaitu:

  • Menangis karena sakit. Biasanya suara tangisan bayi terdengar sangat keras dan ada kalanya bayi menahan napas.
  • Menangis karena marah. Saat bayi menangis karena marah, suara tangisan akan terdengar seperti saat ada udara yang dipaksa masuk ke tenggorokan.
  • Menangis biasa. Ada beberapa ahli yang mengatakan bahwa tangisan merupakan cara bayi untuk memberitahukan pengasuhnya bahwa ia lapar. Ciri tangisan ini adalah ada pola yang biasanya terdiri dari suara tangis itu sendiri, jeda beberapa saat, dan bunyi siulan pendek. Tangisan biasa juga biasanya terdengar lebih nyaring daripada tangisan lainnya.
  • Ocehan

Bayi biasanya mulai mengoceh pada usia sekitar 1-2 bulan. Suara dari ocehan bayi sendiri terbentuk dari suara udara yang diolah di tenggorokan. Bayi biasanya mengoceh ketika merasa senang saat berada di sisi pengasuhnya.

  • Celotehan (babbling)

Bayi bisa mulai berceloteh ketika berada pada usia pertengahan satu tahun.

Baca Juga: bPERKEMBANGAN BAYI DENGAN SUPPLEMENT

  • Munculnya kata pertama

Sebelum bisa berbicara lancar, bayi sebenarnya telah memahami kata-kata yang belum bisa mereka ucapkan. Seperti halnya ketika bayi sudah mampu mengetahui namanya sendiri pada usia 5 bulan. Walaupun begitu, kata-kata pertama bayi biasanya baru keluar ketika bayi menginjak usia 10-15 bulan. Rata-rata pada usia 13 bulan, bayi memahami 50 kata, namun bayi baru mampu menyebutkannya setelah berusia 18 bulan. Di antara 18 bulan-2 tahun, bayi telah mampu mengucapkan 200 kata. Hal ini disebut dengan vocabulary spurt, atau pertumbuhan yang terlewat cepat dalam pemahaman dan pengucapan kata oleh bayi.

  • Perkembangan dua kata

Pada usia 18-24 bulan, bayi biasanya telah bisa meyampaikan hal dengan dua kata, seperti “kucing keluar”, “itu buku”, “mau ini”, dll. Dalam menyampaikan makna dari kata-kata yang mereka ucapkan, bayi menggunakan gestur, berbagai macam nada, dan konteks yang berbeda.

  • Gestur

Selain menyampaikan pesannya dengan suara, bayi juga menggerakkan tubuhnya untuk memperjelas apa yang ingin disampaikannya. Penggunaan gestur ini muncul sekitar 8-12 bulan. Bayi telah belajar bahwa gerakan melambaikan tangan berarti “dadah” dan orang yang lebih dewasa yang melakukan gerakan lambaian tangan akan menghilang. Bayi juga belajar bahwa mengangguk adalah berarti “iya” dan dapat menunjuk kucing yang lewat untuk dapat diajak bermain.

 

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *