Perlengkapan Anak

Ternyata Begini Tahapan MPASI yang Tepat bagi Bayi

 

Pemberian MPASI pada bayi tentu tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada aturan aturan tertentu mulai dari  menu MPASI, porsi, frekuensi, dan pemilihan bahan makanan yang disesuaikan dengan tumbuh kembang si kecil. Orangtua wajib memahami tahapan MPASI yang tepat agar kebutuhan gizi bayi dapat terpenuhi. MPASI sendiri tidak hanya bertujuan untuk memperkenalkan jenis bahan makanan, tetapi MPASI juga akan merangsang pertumbuhan gigi geligi. Pada tahap fingering food, MPASI juga dapat melatih kemampuan motorik yaitu saat bayi belajar memegang makanannya sendiri.

Nah, berikut adalah tahapan mpasi yang baik dan tepat untuk bayi.

Usia 67 bulan

Awal pengenalan MPASI pada bayi, bayi bisa diberikan makanan yang lembut dan lumat. Bisa dengan pemberian bubur beras yang berasal dari tepung beras yang kemudian dicampur dengan ASI. Setelah itu, bisa membuat bubur dari tepung beras merah, kacang hijau, atau ubi ungu. Untuk keunggulan dari ubi ungu sebagai MPASI, Anda dapat baca selengkapnya di sini.

Pemberian awal cukup dalam jumlah sedikit yaitu 1—2 sdm saja. Kemudian kenalkan satu demi satu jenis makanan dan lakukan selama minimal 2—3 hari sebelum beralih mengenalkan ke bahan lainnya. Hal ini bertujuan agar bayi dapat mengingat rasanya sekaligus melihat apakah ada alergi yang timbul atau tidak.

Tidak hanya berupa karbohidrat, bayi juga dapat diberi MPASI berupa buah buahan. Untuk awal, cobalah memberikan pisang jenis pisang raja atau ambon. Kemudian bisa berupa sari jeruk, kerokan pepaya, atau labu yang telah dikukus. Setiap pemberian buah buahan tersebut bisa diencerkan dengan ASI. Hindari untuk memaksa si kecil makan jika dia tidak mau. Tunda di waktu lain atau berilah semangat untuknya.

Di usia 7 bulan, bayi mulai dapat diberi bubur saring dengan sumber makanan yang lebih variatif. Ibu bisa mencoba memberikan beras, kentang, atau kacang – kacangan. Bahan bahan tersebut dimasak hingga matang kemudian dihaluskan menggunakan saringan. Pemberiannya pun cukup 2—3 sendok makan dewasa dengan frekuensi makan 2—3 kali sehari.

Usia 89 bulan

Pada usia ini, sistem pencernaan bayi sudah mulai baik dan dapat dikenalkan makanan yang sedikit lebih padat dibandingkan sebelumnya. Pemberian MPASI pada usia ini dapat berupa bubur saring seperti dari beras, maupun protein hewani seperti daging atau ikan. Pada usia ini pemberian minimal adalah 8 sendok makan dewasa setiap makan dengan frekuensi 2—3 kali sehari. Berikan pula makanan selingan seperti biskuit, buah, atau puding.

Tambahkan pula bahan makanan lain seperti santan, mentega, atau minyak zaitun. Bahan bahan tersebut akan menambah cita rasa yang membuat si kecil semakin berselera makan. Lebih baik tidak menggunakan garam gula hingga bayi berusia 1 tahun. Anda sudah mulai bisa mengkombinasikan jenis bahan makanan yang digunakan agar si kecil tidak bosan.

Usia 1012 bulan

Usia ini si kecil dapat memakan makanan yang agak padat seperti misalnya nasi tim. Si kecil pun sudah dapat dikenalkan dengan makanan keluarga lainnya. Pada fase ini bisa diatur tingkat kepadatan dari nasi tim dan secara berangsur dibuat mendekati nasi biasa yang dimakan oleh anggota keluarga lainnya. Makanan untuk si kecil pun bisa dibuat menggunakan bumbu bawang putih dan mentega. Selain itu, jangan lupa untuk memberikan makanan selingan berupa buah potong maupun biskuit.

 

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *