Perlengkapan Bayi

Tips Memilih Mainan Bayi yang Baik dan Aman  

Memberikan sesuatu yang terbaik untuk buah hati tentu menjadi prioritas yang utama bagi semua orang tua di dunia ini, baik dari mulai memilihkan makanan yang terbaik, pakaian, hingga mainan yang bisa menyenangkan sang buah hati. Mainan bayi yang baik adalah yang aman untuk dimainkan dan dapat merangsang tumbuh kembang bayi.

 

Usia balita merupakan masa-masa anak mengalami perkembangan motorik, dari mulai belajar mengenal benda, ucapan, ras, hingga suara. Pada bulan pertama, sebelum belajar menangkap objek atau duduk, bayi akan mulai belajar melihat dan mendengar. Setelah beberapa bulan bayi akan mengalami perkembangan dengan dapat melihat dengan jelas pada jarak 30 cm, yang selanjutnya akan bertahap hingga mencapai 37-38 cm ketajamannya dalam beberapa bulan. Pada usia ini bayi akan mulai tertarik untuk mengenali wajah manusia dan mulai mengingat dengan baik wajah seseorang yang direkam dalam memorinya. Benda-benda dengan warna yang cerah memiliki daya tarik yang tinggi untuk bayi di usia ini. Suara dan musik yang lembut juga mulai menarik bayi untuk mengenali dan mencari sumber suara tersebut.

 

Untuk beberapa tips memilih mainan bayi yang baik dan aman, bisa disimak berikut ini:

 

Pilihlah mainan sesuai dengan usia bayi.

Pilihlah mainan yang sesuai dengan usia si kecil. Caranya dengan cara mengecek pada kemasan mainan. Banyak produk mainan untuk bayi yang melampirkan batas usia yang boleh memainkannya. Jika tidak tertulis pada kemasan dan anda sedikit kesulitan dalam menentukan, tanyakan kepada pegawai toko yang anda kunjungi. Atau bisa melalui bertanya kepada tetangga yang sama-sama memiliki anak balita. Pastikan jangan memberikan bayi mainan yang berukuran kecil, karena akan mengira jika itu makanan dan memasukkannya ke dalam mulut.

 

Cek terlebih dahulu kualitasnya.

Mainan yang berkualitas tidaklah harus mahal. Untuk itu bisa dipastikan kualitas mainan dari poin-poin berikut ini:

 

  • Tidak ada sisi mainan yang tajam.
  • Tidak mengandung pewarna mainan yang mengelupas.
  • Tidak terdapat bagian magnet yang mudah dilepas.
  • Tidak ada bagian yang berupa tali, kawat panjang, maupun benang yang lebih dari 18 cm agar bayi tidak tercekik.
  • Mainan kokoh dan tidak mudah rusak maupun hancur.
  • Tidak ada baterai, kancing, atau benda-benda perintilan yang lain yang mudah dibongkar oleh tangan mungil bayi.

 

Mainan untuk bayi harus lebih besar.

Sebelum sang buah hati berumur 3 tahun, pastikan untuk membeli mainan berukuran yang relatif besar. Hal ini untuk menghindari bayi tersedak karena mencoba untuk menelan mainan. Idealnya pilih mainan berukuran lebar 3 cm dan panjang minimal 6 cm. Hindari mainan yang seperti bola atau koin dalam rangkaiannya. Perhatikan juga berat mainannya, karena mainan yang berat dikhawatirkan akan melukai si bayi saat jatuh. Carilah mainan yang kokoh, namun masih ringan untuk bayi.

 

Pastikan bahan mainan nyaman bagi bayi.

Carilah mainan bayi yang terbuat dari bahan yang mudah dicuci serta tidak beracun karena bayi terkadang suka memasukkan semua benda ke mulut layaknya makanan. Hindari mainan dengan bahan kimia seperti timah, arsenik, merkuri, kadmium, dan bahan kimia berbahaya lainnya.

 

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *