Tips dan Trik

Vaksin Bayi Untuk Mencegah Penyakit Campak

Sebenarnya bayi otomatis sudah mendapatkan kekebalan alamiah campak yang didapat dari ibunya. Namun seiring bertambah usia, apalagi setelah menginjak 9 bulan, antibody yang diberikan ibunya sudah mulai berkurang. Sehingga perlu pemberian vaksin bayi agar terhindar dari penyakit campak.

Pemberian vaksin bayi untuk mencegah penyakit campak sangat penting karena campak merupakan jenis penyakit yang dapat menular dengan mudah. Seseorang yang daya tahan tubuhnya lemah sangat mudah terkena penyakit akibat virus Morbili ini. Untungnya penyakit ini hanya akan menyerang sekali seumur hidup. Artinya, jika seseorang sudah pernah terkena penyakit ini maka tidak akan terkena lagi.

Penyakit campak atau measles adalah infeksi virus yang sangat menular, biasanya yang terinfeksi virus ini akan menampakkan gejala seperti: demam, batuk, peradangan seratput ikat mata dan ruam-ruam pada kulit. Penyakit ini disebabkan karena infeksi virus campak paramixovirus.

Pemberian Vaksin

Pemberian vaksin campak diberikan sebanyak 3 kali, yaitu:

  • Saat usia anak 9 bulan
  • saat usia anak 24 bulan
  • saat anak kelas 1-6 SD

Apabila anak terlambat atau belum mendapatkan vaksin campak satu kalipun maka tetap diberikan, namun tergantung usianya. Jika usia anak 9-12 bulan maka bisa diberikan imunisasi kapan-pun. Jika anak usianya > 1 tahun maka berikan MMR. Sedangkan jika sudah diberikan vaksin MMR pada saat usianya 15 bulan, maka tidk perlu diberi imunisasi campak saat usianya 24 tahun.

Baca Juga: Informasi Seputar Vaksin Bayi

Cara Pemberian Vaksin Campak

  • Sebelum vaksin disuntikkan, terlebih dulu harus dilarutkan dengan pelarut yang sudah disediakan dalam bentuk kemasan.
  • Pemberian jumalh dosis vaksin campak adalah 0,5 ml, disuntikkan di lengan atas.

Efek Samping Imunisasi Campak

Setelah pemberian imunisasi campak, anak biasanya akan mengalami beberapa gejala atau efek samping. Gejala tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Sekitar 5-15% pasien mengalami demam yang ringan
  • Pada bagian kulit yang disuntik berwarna agak kemerahan selama 3 hari
  • Setelah 1 minggu dari penyuntikan biasanya demam, batuk dan flu.
  • Bengkak dan sakit yang ringan di tempat yang disuntik. Biasanya terjadi 24 jam setelah disuntik.
  • Kasus ensefalitis pernah dilaporkan namun jarang terjadi begitupun dengan kejang demam.

Penting Untuk Diketahui

Ada beberapa pantangan, dimana vaksin campak tidak boleh diberikan kepada:

  • Anak malnutrisi
  • Anak yang alergi berat terhadap kanamisin dan eritromisin
  • Sedang mengalami infeksi akut yang disertai demam
  • Memiliki daya tubuh lemah atau defisiensi sistem kekebalan
  • Sedang menjalani pengobatan yang sifanya imunosupresif
  • Anak yang rentan terhadap protein telur.

Itulah pembahasan singkat mengenai imunisasi campak, vaksin bayi yang harus diberikan sesuai dengan jadwal pemberian. Semoga artikel ini bermanfaat!

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *