Perawatan Bayi

Vaksin Bayi Yang Pertama Adalah Inisiasi Menyusui Dini

UNICEF pada pekan menyusui dunia (World Breastfeeding Week) pada 1-7 Agustus 2016 yang lalu menekankan pentingnya Inisiasi Menyusui Dini (IMD) bagi bayi baru lahir, yakni memberi kesempatan kepada bayi untuk mendapatkan kolostrum, yaitu tetes ASI pertama ibu yang kaya nutrisi dan membantu mencegah penyakit. Cairan pertama dari ASI ini biasanya berwarna kuning, sangat padat, dan hanya sebanyak kira-kira satu sendok teh. Saking pentingnya, UNICEF sampai menyebutnya sebagai ‘vaksin bayi yang pertama’.

Klaim ‘vaksin bayi yang pertama’ ini lahir karena IMD sangat bermanfaat dalam memenuhi nutrisi, antibodi, dan kontak kulit antara bayi dan ibu yang penting bagi bayi baru lahir. IMD dapat menghindarkan bayi dari berbagai macam penyakit hingga risiko kematian. Membuat bayi menunggu terlalu lama untuk kontak penting pertamanya dengan ibu di luar rahim dapat mengurangi ketahanan hidupnya dan dapat membatasi pasokan susu sang ibu.

Berdasarkan perhitungan global, bayi berusia kurang dari 6 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif hanya sekitar 43%. Di sisi lain, risiko kematian pada bayi yang tidak mendapatkan ASI sama sekali 14 kali lebih tinggi daripada bayi yang mendapatkan ASI. Menunda menyusui dua sampai 23 jam setelah lahir dapat meningkatkan risiko bayi meninggal pada bulan pertama kehidupannya sebesar 40%, dan menunda lebih dari 24 jam meningkatkan risiko sampai 80%.

Berdasarkan data dari UNICEF, salah satu alasan menyusui dini tertunda adalah menyusui bayi dengan cairan lain. Ini terjadi karena di banyak negara memberikan susu sapi, susu formula, atau bahkan air gula kepada bayi baru lahir terbilang wajar.

Secara garis besar, selain sebagai vaksin bayi yang paling awal, manfaat menyusui pada satu jam pertama kehidupan bayi adalah:

  • Bayi yang dibiarkan kontak kulit dengan ibunya pada 1 jam pertama setelah lahir lebih mampu untuk mengatur suhu dan pernapasan.
  • Bayi mendapat manfaat penuh dari kolostrum untuk sistem imunnya.
  • Bayi menjadi lebih tenang dan relatif tidak terlalu sering menangis.
  • Ibu yang menyusui bayi mereka di 2 jam pertama setelah melahirkan, lebih mungkin untuk menyusui lebih lama daripada mereka yang tidak.
  • Menambah rasa percaya diri ibu untuk dapat menyusui.
  • Meningkatkan ikatan antara ibu dan bayi.
  • Mencegah bingung puting.
  • Sistem pencernaan dan fungsi usus bayi dapat terstimulasi dengan baik.
  • Mengurangi angka kematian bayi baru lahir.
  • Meningkatkan kesehatan, pertumbuhan, dan daya tahan tubuh bayi, terutama di usia 0 – 1 tahun.
  • Membantu ibu untuk pulih lebih cepat setelah proses persalinan.

Meski mengandung banyak manfaat, tetapi penerapan proses ini tidak mudah. Umumnya karena belum banyak orang yang memahami pentingnya prosedur ini. Jadi untuk para calon ibu, jangan ragu untuk meminta IMD langsung setelah melahirkan.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *