Inilah Beberapa Kemungkinan Gangguan Kesehatan yang Dapat Menyerang Bayi Prematur

Ketika bayi yang lahir sebelum waktunya atau sering disebut prematur pasti mempunyai perkembangan yang berbeda dengan bayi normal, bisa dikatakan belum matang. Meskipun tidak sedikit bayi prematur yang dapat bertahan sampai dengan dewasa tetapi tidak jarang juga yang mengalami masalah atau gangguan kesehatan. Ada ahli yang mengatakan kondisi bayi yang demikian bisa dikatakan merupakan masalah yang cukup besar. Jadi sebelum memasuki usia 37 minggu bayi sudah keluar ke dunia dengan sendirinya.

 Inilah Beberapa Kemungkinan Gangguan Kesehatan yang Dapat Menyerang Bayi Prematur

Sebagai orang tua tentunya tidak ingin mempunyai buah hati dengan kondisi yang kurang sempurna seperti lahir prematur. Banyak kekhawatiran ketika melahirkan bayi yang belum masuk waktunya secara perhitungan tepat. Beberapa gangguan dapat menyerang kesehatan pada si kecil tersebut, antara lain:

  • Gangguan penglihatan.

Ini merupakan kondisi yang sangat mempengaruhi perkembangan pembuluh darah yang ada pada bagian retina. ROP atau retinapotai prematuritas umumnya terjadi pada bayi yang lahir sebelum waktunya, terutama pada mereka yang hanya berada dalam kandungan selama 31 minggu atau dengan berat dibawah 1,3 gram. Dokter menyarankan jika memang bayi tersebut dapat bertahan hidup perlu menggunakan kacamata.

  • Gangguan pernafasan.

Masalah yang kedua terjadi pada bagian paru-paru yang sangat riskan sekali terjadi pada mereka yang lahir secara premature. Paru-paru yang masih lemah atau belum siap untuk melakukan proses pernafasan sendiri akan sangat kesulitan sekali. Tidak heran jika memang bayi prematur sering mengalami masalah pada gangguan pernafasan mereka secara umum.

  • Pencernaan terganggu.

Sama dengan bagian tubuh lainnya, sistem pencernaan yang ada pada bayi dengan usia yang belum siap akan mengalami gangguan. Ini akan terjadi ketika bayi diberi makanan sering sekali mengalami muntah ataupun yang lainnya. Jika ini tidak ditangani dengan baik pasti akan menjadikan masalah besar pada usus bahkan kematian.

  • Infeksi.

Kekebalan tubuh pada bayi yang usianya belum siap ke dunia pasti lebih sedikit dari pada normalnya. Nah, secara otomatis lebih mudahnya bayi mengalami masalah seperti infeksi memang lebih sering. Apalagi jika hal itu didorong dengan komunikasi orang dewasa yang sedang bermasalah seperti demam ataupun yang lainnya.

  • Pendarahan otak.

Resiko yang dapat terjadi pada bayi dengan usia yang kurang dari 31 minggu selanjutnya adalah pendarahan pada otak. Untuk jenis pendarahan sendiri bisa mulai dari yang ringan sampai dengan yang berat sekalipun. 

Nah, itulah beberapa kemungkinan yang dapat terjadi pada anak lahir kurang dari usia secara normalnya. Pada dasarnya bayi prematur sendiri bisa disebabkan oleh berbagai hal, misalnya saja kesehatan dari ibu atau orang tua. Makanya ada baiknya selama masa kehamilan Anda harus terus melakukan tes kesehatan dan menjaga dengan baik. Jangan sampai buah hati Anda lahir dengan masalah dari hasil kecerobohan Anda selama hamil.

Sebenarnya, Seberapa Besar Kemungkinan Bayi Prematur Bertahan Hidup

Tak sedikit wanita yang mengalami masalah kesehatan selama masa kehamilannya sehingga membuat mereka harus melahirkan bayi dalam kondisi prematur. Bayi prematur sendiri adalah bayi yang lahir sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu. Kesempatan hidup bayi yang lahir secara prematur memiliki persentase yang berbeda-beda.

Sebenarnya, Seberapa Besar Kemungkinan Bayi Prematur Bertahan Hidup

Umumnya, bayi prematur yang lahir di usia kehamilan 34-36 minggu memiliki tingkat kesempatan hidup yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan bayi yang lahir pada usia kehamilan kurang dari 34 minggu. Untuk lebih detailnya, simak ulasan lengkap mengenai kesempatan hidup bayi yang lahir secara prematur berikut ini.

Usia bayi lahir prematur yang memiliki kesempatan untuk bertahan hidup

Bayi prematur yang lahir di bawah usia kehamilan 34 minggu dengan memiliki berat badan yang tidak mencapai 1.500 gram, biasanya memiliki kemampuan beradaptasi terbatas karena tingkat kematangan organ tubuhnya masih sangat rendah.

Kebanyakan dokter memprediksi jika kesempatan hidup bayi yang lahir secara prematur lebih baik jika dilahirkan di usia kehamilan minimal 24 minggu. Karena usia ini menjadi titik batas ketika dokter akan menggunakan intervensi medis sebagai upaya penyelamatan hidup si bayi. Mengingat karena kelahirannya prematur, bayi prematur yang lahir di usia kehamilan 24 minggu membutuhkan intervensi medis yang tidak sedikit, salah satunya seperti ventilasi mekanis.

Peluang hidup bayi lahir prematur tergantung pada tingkat prematuritas

Hampir tidak ada bayi prematur yang lahir di usia kehamilan di bawah 24 minggu bisa bertahan hidup. Kemampuan hidup bayi yang lahir prematur tergantung pada usia kehamilan ke-berapa mereka dilahirkan. Bahkan tambahan waktu seminggu di dalam rahim pun bisa membawa pengaruh besar dalam kesempatan hidup bagi bayi.

Umumnya, bayi yang lahir mendekati usia 37 minggu lebih memiliki kesempatan hidup yang besar dibanding bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 28 minggu. Kehamilan masuk kategori cukup bulan jika berakhir di usia antara37-42 minggu.

Persentase harapan hidup bayi prematur berdasarkan usia kehamilan

Untuk lebih menyederhanakan penjelasan di atas, berikut ini ada tingkat harapan hidup bayi prematur berdasarkan usia kehamilan saat mereka dilahirkan.

  • Untuk bayi yang lahir prematur di usia kehamilan 23 minggu memiliki tingkat harapan hidup sebesar 17%
  • Untuk bayi yang lahir prematur di usia kehamilan 24 minggu memiliki tingkat harapan hidup sebesar 39%
  • Untuk bayi yang lahir prematur di usia kehamilan 25 minggu memiliki tingkat harapan hidup sebesar 50%
  • Untuk bayi yang lahir prematur di usia kehamilan 26 minggu memiliki tingkat harapan hidup sebesar 80%
  • Untuk bayi yang lahir prematur di usia kehamilan 27 minggu memiliki tingkat harapan hidup sebesar 90%
  • Untuk bayi yang lahir prematur di usia kehamilan 28-31 minggu memiliki tingkat harapan hidup sebesar 90-95%
  • Untuk bayi yang lahir prematur di usia kehamilan 32-33 minggu memiliki tingkat harapan hidup sebesar 95%
  • Sedangkan bayi yang lahir di usia kehamilan 34+ minggu memiliki harapan hidup hampir sama peluang hidupnya dengan bayi yang lahir di usia cukup bulan.
Tips Merawat Bayi Prematur Bagi Orang Tua Baru

Tips Merawat Bayi Prematur Bagi Orang Tua Baru

Tentunya tidak ada ibu yang ingin anaknya lahir prematur. Sebab, bayi yang lahir dalam keadaan prematur itu biasanya membutuhkan cara merawat bayi yang ekstra, karena masalah kesehatan yang menimpanya bisa saja lebih tinggi dari bayi yang lahir dalam usia normal. Sehingga biasanya pihak rumah sakit baru boleh memperbolehkan bayi prematur dibawa pulang ketika keadaannya memang sudah bisa dibawa pulang. Lalu bagaimanakah cara perawatannya di rumah? Berikut ulasannya untuk Anda.

Tips Merawat Bayi Prematur Bagi Orang Tua Baru
Tips Merawat Bayi Prematur Bagi Orang Tua Baru

Menggunakan Metode kangguru untuk bayi prematur

Cara merawat bayi di rumah bisa dengan meneruskan metode kangguru. Metode ini biasanya sangat bermanfaat untuk menjaga suhu panas bayi, meningkatkan kesehatannya, hingga meningkatkan kemauan untuk menyusunya dan juga meningkatkan ikatan antara ibu dan anak. Biasanya, tak hanya ibu yang bisa melakukan metode kanguru ini, ayah juga bisa melakukan metode ini.

Menyusui bayi prematur

Cara merawat bayi prematur selanjutnya yaitu mengenai cara menyusuinya. Sebaiknya, bayi prematur diberikan ASI secara full karena di dalam ASI itu terkandung nutrisi dan juga antibodi penting yang diperlukan untuk melindungi bayi Anda dari infeksi. Anda tetap bisa memberikan ASI walaupun menyusui bayi prematur itu bukan pekerjaan mudah. Biasanya bayi prematur itu akan sangat kesulitan untuk menjangkau puting susu Anda, sehingga berikanlah ASI di botol khusus agar si kecil tetap bisa mendapatkan ASI. Cara tren yang banyak dilakukan sekarang adalah memompa ASI. Setidaknya Anda harus memompa ASI sebanyak 6-8 kali sehari.

Mencegah bayi dari infeksi

Biasanya sistem kekebalan bayi prematur itu lebih lemah dari sistem kekebalan bayi normal. Sehingga mereka lebih rentan terhadap penyakit. Untuk mencegah terjadinya penyakit, sebaiknya Anda mencuci tangan dulu sebelum memegang bayi dan minta kepada semua orang untuk melakukan hal yang sama ketika hendak memegang bayi Anda. Lalu bersihkan juga ruangan dan mainannya secara rutin, dan berikan imunisasi secukupnya untuk meningkatkan kekebalan tubuhnya. Begitulah cara merawat bayi prematur untuk menghindarkannya dari penyakit.

Kebutuhan tidur bayi prematur

Bayi memang suka tidur. Tidur yang baik bisa meningkatkan kesehatan bayi prematur. Sehingga tak heran, jika bayi prematur biasanya akan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk tidur ketimbang bayi normal. Letakkanlah bayi Anda dalam posisi telentang ketika ia tidur, sebab hal itu dilakukan untuk mencegah risiko bayi mati mendadak. Apabila Anda merasa otot leher bayi belum cukup kuat setelah beberapa bulan kelahirannya, maka Anda bisa menempatkan bayi pada perutnya ketika ia bangun, hal ini dilakukan untuk membantu bayi bisa menopang kepalanya sendiri.

Memantau pertumbuhan dan perkembangannya

Merawat bayi dengan memantau pertumbuhan dan perkembangannya penting untuk dilakukan, dengan membawanya secara rutin melakukan pemeriksaan ke dokter. Dengan demikian Anda bisa berkonsultasi kepada dokter apa yang sebaiknya dilakukan untuk membuat tumbuh kembang bayi itu bisa berjalan dengan baik dan sebaiknya apa yang harus diberikan agar bayi Anda tidak mudah sakit.

Rawat Bayi Prematur dengan Cara Berikut Ini Agar Tetap Bisa Tumbuh dengan Normal

Kelahiran buah hati tentu menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu. Namun terkadang waktu kelahiran ini bisa saja meleset sehingga lahirlah bayi prematur dimana bayi ini umumnya lahir sebelum usia kelahiran hingga 37 minggu. Dibanding bayi yang lahir setelah 9 bulan di dalam kandungan, maka pada bayi yang prematur ini resiko kesehatannya juga lebih tinggi. Itulah mengapa setiap orang tua yang memiliki bayi yang prematur maka harus bisa merawatnya secara lebih ekstra.

Umumnya bayi yang prematur memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil jika dibanding bayi lahir normal. Ketika lahir pertama kali, bayi yang prematur hanya memiliki lemak yang sedikit sehingga Anda wajib untuk menjaga panas di tubuh si bayi agar dirinya tidak kedinginan. Selain itu, kesulitan bernafas juga mungkin dialami si kecil sehingga Anda patut waspada. Selain masalah kesehatan, tumbuh kembang pada bayi yang prematur juga perlu diperhatikan dengan benar sehingga Ia tetap bisa tumbuh secara normal.

Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda terapkan untuk merawat bayi prematur:

  • Metode kanguru

Metode kanguru ini bisa bermanfaat dalam menjaga panas pada tubuh bayi serta mendorong bayi untuk bisa menyusu kepada ibunya dengan baik. Metode ini tak hanya bisa Anda lakukan ketika masih di rumah sakit, namun juga bisa dilakukan setelah Anda sudah sampai ke rumah. Tak hanya Ibu, Ayah pun bisa mencoba menggunakan metode ini.

  • Menyusui

ASI adalah makanan paling sempurna yang bisa didapatkan bayi. Di dalam ASI mengandung ragam jenis nutrisi yang sangat penting untuk tumbuh kembangnya. Belum lagi adanya antibodi untuk melindungi dirinya dari infeksi. Untuk itu, jangan sampai melewatkan pemberian ASI kepada bayi Anda.

  • Pencegahan dari infeksi

Sistem kekebalan yang ada pada bayi yang prematur memang lebih rentan untuk terkena penyakit maupun infeksi. Untuk itu setiap orang tua sangat penting bisa menjaganya dari terkena infeksi misalnya dengan selalu mencuci tangan sebelum Anda memegang bayi, selalu bersihkan mainan dan seluruh ruangan hingga imunisasi secara teratur.

Baca Juga: Tips Merawat Bayi Baru Lahir dengan Benar

  • Kebutuhan tidur

Tidur adalah kebutuhan untuk bayi. Tidur yang lebih lama akan mampu membuat bayi yang prematur lebih sehat. Untuk menempatkannya, ada baiknya bayi dalam posisinya telentang sehingga bisa meminimalisir resiko terjadinya SIDS atau kematian mendadak

  • Selalu pantau

Kontrol tumbuh kembangnya selalu ke dokter setiap beberapa minggu sekali setelah Anda sudah di rumah. Dengan begitu dokter akan mampu menilai kesehatan si kecil.

Itulah beberapa tips dalam merawat bayi prematur. Memang di awalnya terasa akan sulit, namun setelah Anda melaluinya, semuanya akan menjadi kebiasaan dan lebih mudah. Jika ada masalah, pastikan segera berkonsultasi dengan dokter.

Inilah Resiko dari Bayi Prematur yang Wajib Anda Ketahui

Wanita yang memiliki riwayat penyakit atau kebiasaan tertentu diprediksi mempunyai kecenderungan beresiko melahirkan bayi yang prematur. Bayi prematur ini keluar dari rahim sebelum waktu yang seharusnya. Kehamilan biasanya membutuhkan waktu sekitar 40 minggu. Jika bayi lahir dengan keadaan prematur, persalinan akan terjadi sebelum berada di usia 37 minggu dalam rahim. Biasanya, bayi yang lahir sebelum usia 32 minggu sering mengalami berbagai masalah kesehatan. Kelahiran ini bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor yang sering tidak bisa diprediksi, ada beberapa faktor yang menjadi pemicunya.

Pertama, infeksi. Sebagian besar kasus kelahiran prematur disebabkan oleh beberapa jenis infeksi pada saluran kemih dan sistem reproduksi. Bakteri mengeluarkan zat yang dapat melemahkan selaput di sekitar amniotik sehingga menyebabkan ketuban pecah dini. bakteri ini juga bisa menyebabkan infeksi pada rahim, bahkan ketika selaput yang menyelubungi rahim utuh. Kondisi ini yang menyebabkan persalinan lebih cepat. Infeksi ini seperti infeksi saluran kencing yang umumnya tidak disertai dengan gejala, sehingga wanita harus menjalani pemeriksaan urin untuk mendeteksi kemungkinan bakteri. Lebih-lebih pada mereka yang sebelumnya pernah mengalami persalinan dini, lebih baik menjalani pemeriksaan serta penanganan pada vaginosis bakteri.

Kedua, memiliki kondisi tertentu. Mempunyai penyakit atau berada dalam kondisi tertentu beresiko melahirkan bayi prematurPenyakit ini seperti diabetes, tekanan darah tinggi, gangguan ginjal serta anemia selama masa kehamilan. Masalah plasenta seperti plasenta abruption dan plasenta previa juga dapat memicu lahirnya bayi yang prematur. Plasenta previa merupakan kondisi ketika plasenta tertanam terlalu dekat dengan mulut rahim. Penderita ini rentan mengalami pendarahan hebat, dan sering membutuhkan operasi caesar. Untuk plasenta abruption, kondisi ini ialah kondisi saat plasenta memisahkan diri dari dinding sebelum bayi lahir. Mempunyai struktur serviks yang berukuran kurang dari 2,5 cm juga bisa mengakibatkan kelahiran prematur.

Ketiga, gaya hidup. Kebiasaan buruk sehari-hari juga bisa membuat seseorang menjadi rentan melahirkan lebih cepat seperti merokok ketika sedang hamil, mengkonsumsi obat terlarang dan alkohol hingga tidak pernah mengkonsumsi makanan yang bernutrisi. Inilah sebabnya banyak anjuran ibu-ibu mengkonsumsi makanan yang bernutrisi selama masa kehamilan, agar bayi yang dikandungnya benar-benar sehat.

Terakhir, resiko lainnya. Resiko bayi prematur yang lain seperti:

  1. Beberapa kali mengalami pendarahan ketika hamil.
  2. Berusia lebih dari 35 tahun atau kurang dari 17 tahun ketika hamil,
  3. Memiliki trauma, hingga stress tinggi menyebabkan pelepasan hormon sehingga memicu kelahiran bayi yang prematur,
  4. Pernah mengalami keguguran selama beberapa kali,
  5. Kehamilan dengan menggunakan metode bayi tabung,
  6. Melakukan pekerjaan yang menggunakan aktivitas fisik yang berat,
  7. Mempergunakan kontrasepsi IUD ketika mengalami pembuahan,
  8. Mengkonsumsi obat DES ketika hamil,
  9. Berat tubuh lebih dari normal atau kurang dari normal sebelum mengandung.

4 Tips Merawat Bayi Prematur yang Perlu Anda Perhatikan

Beberapa orangtua diberikan kesempatan istimewa untuk merawat bayi prematur sehingga menjadi pengalaman yang berharga. Bayi yang terlahir prematur atau sebelum waktu lahirnya memang cenderung memiliki fisik lebih lemah, lebih kecil, dan rentan memiliki umur pendek karena komplikasi dan penyebab lainnya. Namun ketika Anda bersabar dan mau belajar merawat bayi yang prematur dijamin akan menjadikannya selalu sehat dan tumbuh dengan normal selayaknya bayi pada umumnya. Menariknya merawat bayi yang lahir prematur tidak harus di rumah sakit, sebab di rumah pun bisa dilakukan.

Tips Merawat Si Kecil yang Prematur di Rumah

Jika merasa butuh merawat si kecil yang lahir muda (prematur) di rumah, maka pelajari teknik untuk memberikan perawatan terbaik. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan supaya tidak salah langkah:

  • Memberikan ASI secara penuh,

Bayi yang terlahir prematur akan memerlukan asupan nutrisi lebih banyak sehingga wajib sekali diberi ASI dalam intensitas yang sering. Jikalau mulut bayi masih terlalu kecil untuk menyusu langsung ibu bisa menempatkan ASI ke dalam gelas lalu diberikan ke bayi memakai pipet atau sendok yang didesain khusus.

  • Rutin memeriksakan kondisi bayi ke dokter,

Sebagai bayi prematur sudah tentu akan memerlukan perawatan khusus dan tidak semua media informasi menyediakan informasinya secara lengkap. Maka dianjurkan bagi kedua orangtua untuk rutin melakukan konsultasi sekaligus memeriksakan kondisi si kecil ke dokter. Sebab dokter akan lebih paham bagaimana kondisi tubuh si kecil sekaligus memberikan opsional tindakan maupun perawatan yang memang dibutuhkan, resiko melakukan kesalahan bisa diperkecil asalkan Anda mau melakukan konsultasi ini.

  • Memastikan tinggal di lingkungan tenang dan sehat,

Demi kenyamanan bayi Anda di rumah usahakan menyiapkan kamar yang nyaman, berikan AC untuk mempermudah mengatur suhu ruangan. Sebab jika terlalu panas akan berdampak buruk bagi kesehatan bayi begitu pula sebaliknya, idealnya suhu kamar diatur antara 25-27 derajat. Kemudian pastikan tinggal di kawasan yang tenang, sehingga tidak mengganggu perkembangan bayi sebab jika terlalu berisik membuat si kecil sulit tidur. Pada akhirnya bayi pun rentan jatuh sakit padahal efeknya bisa beresiko tinggi karena terlahir prematur.

  • Berjemur bersama bayi di pagi hari,

Mendukung pertumbuhan bayi yang lahir prematur sangat dianjurkan untuk diajak berjemur di waktu pagi. Nikmati masa berjemur bersama si kecil di bawah sinar matahari yang hangat secara rutin untuk menyerap Vitamin D sebanyak mungkin. Vitamin satu ini diperlukan tubuh si kecil untuk mendukung pembentukan struktur tulang yang kuat dan tumbuh dengan baik. Sekaligus mengoptimalkan penyerapan nutrisi karena baik untuk memperbaiki metabolisme tubuh bayi. Berjemur bagi bayi prematur baiknya tidak terlalu lama dan dilakukan di bawah jam 10 pagi.

 

Tips Perawatan untuk Bayi Prematur

Bayi yang lahir dengan waktu yang lebih cepat dari perkiraan waktu hamil pada umumnya, memang lebih rentan dalam perawatannya. Selain harus selalu dijaga kestabilan suhu tubuhnya, berbagai treatment khusus dalam perawatan lainnya pun harus diketahui oleh orang tua yang memang memiliki bayi yang lahir sebelum masa kelahirannya. Treatment khusus dalam perawatan bayi prematur ini, setidaknya harus dijalankan oleh para orang tua dalam kurun waktu kurang lebih selama 2 tahun pertama dari masa kelahiran bayi tersebut, terlebih lagi bagi bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 1,4 kg.

Pada umumnya pihak rumah sakit tidak akan mengijinkan secara langsung orang tua untuk membawa pulang bayi mereka yang lahir secara prematur untuk dirawat sendiri di rumah, setelah masa kelahiran. Pihak rumah sakit akan melakukan perawatan khusus terlebih dahulu, hingga kondisi bayi dapat dipastikan sudah siap untuk dirawat oleh orang tua mereka masing-masing. Secara umum bayi yang lahir secara prematur, akan diperbolehkan untuk dirawat dirumah oleh orang tua mereka, apabila mereka telah dapat menerima asupan asi tanpa bantuan alat, dan memiliki perkembangan berat badan, serta suhu tubuh yang tetap stabil ketika berada di ruangan biasa.

Jika Anda memiliki bayi yang lahir secara prematur, tentunya Anda sudah memahami berbagai hal yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan untuk diterapkan pada bayi Anda. Hal utama yang perlu diperhatikan dalam perawatan bayi yang lahir secara prematur, tentunya adalah pemberian nutrisi yang lebih dibanding dengan bayi yang lahir dalam keadaan normal. Pemberian nutrisi yang lebih pada bayi yang lahir prematur, diharapkan mampu mempercepat tumbuh kembang mereka, sehingga dapat menyamai dengan pertumbuhan bayi pada umumnya.

Baca Juga: Manfaat Perawatan Metode Kanguru untuk Bayi Prematur  

Berikut ini beberapa hal yang dapat Anda terapkan dalam perawatan bayi prematur, bagi Anda orang tua yang memang memiliki bayi yang lahir secara prematur, yang antara lain adalah:

  • Usahakan secara maksimal untuk dapat terus menggendong bayi Anda, sehingga bayi Anda dapat merasakan suhu tubuh Anda, dan usahakan Anda dalam posisi bersentuhan antara kulit dengan bayi Anda. Dengan gendongan yang secara langsung bersentuhan inilah kedekatan dan kehangatan akan dirasakan oleh bayi Anda.
  • Pastikan bahwa ruangan yang Anda gunakan untuk merawat bayi yang lahir dengan prematur bersih dan steril, serta jauhkan bayi Anda dari orang yang memang sedang sakit dan memungkinkan untuk menularkan penyakit tersebut.
  • Lengkapilah vaksin dan imunisasi pada bayi, untuk menjaga sistem imun dalam tubuh mereka.

Hal penting lainnya yang perlu diperhatikan dalam perawatan bayi prematur adalah waktu pemberian ASI pada bayi tersebut. Berikanlah ASI dengan minimal waktu pemberian 8-10 kali dalam satu hari. Jangan memberikan jeda pemberian ASI lebih dari 4 jam, karena hal tersebut dapat menyebabkan kekurangan cairan atau dehidrasi dalam tubuh bayi Anda.

 

 

 

Waspadai 5 Hal Pemicu Lahir Bayi Prematur

Dalam kondisi normal maka kehamilan memasuki usia 37 hingga 40 minggu nantinya buah hati akan lahir ke dunia. Namun kenyataannya tak semua wanita hamil mengalami hal yang sama. Banyak diantaranya yang memiliki bayi prematur, yaitu kelahiran buah hati sebelum memasuki jangka waktunya. Lalu, apakah hal ini sebenarnya aman atau tidak?. Dalam beberapa kondisi kenyataannya kelahiran prematur ini memang lebih disarankan oleh dokter karena mempertimbangkan kesehatan.

Namun ada juga yang sebaliknya, kelahiran prematur sebenarnya tak baik bagi anak atau buah hati yang dikandung. Karena sebenarnya tubuh mereka belum cukup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan. Jadi kebanyakan diantara bayi yang lahir secara prematur ini memang akan mendapatkan masa penyesuaian yang sangat lama di dalam incubator. Banyak hal yang bisa menjadi pemicu bayi prematur ini, diantaranya adalah:

Baca Juga: Gangguan Tumbuh Kembang Bayi Prematur

  1. Kondisi kesehatan ibu hamil yang menurun, ketika tubuh sering sakit atau juga kandungan yang lemah, maka bisa menjadi pemicu buah hati akan lair secara prematur atau sebelum waktunya. Untuk itu ada baiknya selalu mencukupi nilai gizi dan perhatikan kegiatan atau aktivitas Anda, sehingga buah hati bisa tumbuh dan lahir secara normal.
  2. Kebiasaan dalam merokok, bahkan bukan hanya orang yang tengah mengandung saja, melainkan mereka yang normal akan mengalami masalah sama ketika sering merokok. Kondisi organ tubuh dalam menjadi tidak bisa berfungsi optimal, termasuk diantaranya juga rahim, karena banyaknya kandungan zat beracun yang masuk ke dalam tubuh Anda.
  3. Riwayat kehamilan yang buruk, seperti diantaranya adalah sering kali mengalami keguguran ketika tengah mengandung. Jangan sepelekan hal ini, ia adalah sebuah gejala bahwa kondisi rahim Anda tidak baik atau lemah, sehingga menyebabkan buah hati juga tak bisa tumbuh secara optimal atau bertahan lama di dalam rahim.
  4. Psikologi, wanita hamil memang tak diperbolehkan untuk dibebani dengan masalah, khususnya yang berhubungan dengan psikologis, hal ini menyebabkan kesehatan menjadi menurun, bayi juga bisa lahir sebelum waktunya, bahkan dalam kondisi kekurangan cairan ketuban.
  5. Usia yang masih muda sudah mengandung, inilah salah satu alasan mengapa pemerintah Indonesia memang hanya melegalkan pernikahan di atas usia 17 tahun saja, karena usia juga turut mempengaruhi kesehatan buah hati dalam kandungan. Semakin muda usia mereka ketika mengandung maka bisa menjadi pemicu kelahiran prematur, jadi harus hati-hati.
  6. Memiliki PMS atau penyakit menular seksual, maka bayi dalam rahim tak akan mampu ditampung lebih lama lagi.

Banyak hal yang patut untuk Anda waspadai, karena umumnya bayi prematur ini memiliki kondisi fisik yang tak sekuat bayi lahir normal pada umumnya, bahkan hingga dewasa juga mudah terserang penyakit.

 

Tips Perawatan Bayi Prematur Bagi Keluarga

Bayi yang lahir ke dunia dengan usia kandungan yang kurang dari 9 bulan, biasanya akan membutuhkan perawatan yang khusus hingga mereka berusia minimal 2 tahun. Perawatan yang lebih khusus pada seorang bayi prematur yang memiliki berat badan dibawah 1,4 kg, memang terlihat akan lebih diperlukan usaha keras, jika dibanding dengan perawatan bayi yang lahir normal pada umumnya. Bayi dengan kelahiran prematur, biasanya akan diperbolehkan pulang dan lepas dari perawatan rumah sakit, apabila mereka telah memiliki berat badan yang terus bertambah dan sudah dapat menerima asupan ASI, tanpa bantuan alat khusus atau yang biasa disebut dengan pipa nasogastrik, selain itu kestabilan suhu tubuh dari bayi juga menjadi patokan bagi rumah sakit untuk dapat melepas bayi yang lahir prematur ke tangan orang tua masing-masing.

Seorang bayi yang lahir dalam keadaan prematur, biasanya akan mengalami proses pertumbuhan yang lebih lamban, jika dibanding dengan bayi yang lahir normal sesuai dengan usianya. Oleh karena itu asupan gizi pada bayi yang lahir prematur harus lebih diperhatikan. Pemberian asupan nutrisi dengan kandungan gizi yang lebih akan lebih disarankan, agar nantinya bayi yang lahir prematur dapat menjalani proses pertumbuhan badan dengan cepat.

Dalam merawat seorang bayi prematur pun, Bunda juga harus memperhatikan beberapa hal penting seperti yang tersebut dibawah ini, antara lain:

  • Jadilah ibu kanguru, dimana Bunda harus selalu siap untuk menggendong bayi Bunda, agar nantinya kulit bunda dapat bersentuhan langsung dengan kulit bayi, dengan tujuan agar bayi dapat memperoleh kehangatan dari tubuh bunda dan merasakan kedekatan secara langsung dengan Bunda. Hal ini juga dapat mengurangi resiko dari bayi yang terus menangis.
  • Perhatikan posisi tidur dari bayi Bunda, bayi yang lahir dalam keadaan prematur harus selalu dijaga posisi tidur dalam keadaan terlentang, hal ini untuk menghindari adanya syndrome kematian mendadak yang kemungkinannya lebih besar terjadi pada bayi yang lahir prematur.
  • Jauhkan bayi dari jangkauan atau berdekatan dengan orang yang masih mengalami sakit, karena penularan bakteri ataupun virus akan lebih cepat terjadi pada bayi yang lahir dalam kondisi prematur.

    Baca Juga: Manfaat Perawatan Metode Kanguru untuk Bayi Prematur  

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam perawatan bayi yang lahir secara prematur adalah pemberian vaksin yang teratur sesuai dengan jadwal yang dianjurkan. Secara umum pemberian vaksin memang tidaklah jauh berbeda dengan bayi pada umumnya, yang menjadikan berbeda adalah vaksin Hepatitis B dan penambahan vaksin anti flu bagi bayi yang lahir prematur.

Pemberian vaksin anti flu ini, sebaiknya tidak hanya diberikan pada bayi prematur, namun seluruh anggota keluarga juga harus diberikan, untuk meminimalisir kemungkinan terjangkit flu, yang dapat menular pada bayi yang lahir prematur. Menjaga bayi dengan kondisi lahir prematur, memang memerlukan tingkat ketelitian dan komitmen yang tinggi dari seluruh anggota keluarga.

 

4 Tips Mencegah Kelahiran Bayi Prematur

Setiap ibu hamil tentu mengharapkan bayinya akan lahir dengan normal dan tumbuh sehat. Tak ada seorangpun wanita yang menginginkan bayinya lahir prematur atau lahir sebelum waktu yang semestinya (HPL). Seperti yang kita ketahui bahwa bayi yang prematur cenderung memiliki berat badan yang rendah atau kurang. Hal ini yang membuat bayi prematur lebih rentan terhadap penyakit dibandingkan bayi yang lahir sehat dan normal. Bagi Anda yang sedang merencanakan kehamilan atau sedang menunggu buah hati Anda lahir, ada beberapa tips untuk membantu mencegah terjadinya bayi lahir prematur:

  • Cukupi kebutuhan nutrisi.

Salah satu penyebab dari bayi lahir prematur adalah kekurangan asupan nutrisi yang vital untuk menjaga bayi dalam kandungan tetap sehat dan tumbuh normal, sehingga cara untuk mencegah kelahiran sebelum waktunya adalah dengan mencukupi kebutuhan nutrisi yang vital/yang amat diperlukan untuk pertumbuhan janin serta menjaga kesehatan ibu selama masa kehamilan. Salah satu nutrisi yang tak boleh dilewatkan selama mengandung adalah asam folat. Asam folat dapat membantu perkembangan otak bayi serta mencegah bayi lahir cacat dan prematur.

  • Menjaga berat badan tetap ideal.

Adalah hal yang wajar apabila selama masa kehamilan, berat badan sang ibu juga akan bertambah seiring dengan perkembangan bayi di dalam kandungan. Selain itu, hormon selama kehamilan juga sangat berpengaruh terhadap berat badan sang ibu. Namun jika berat badan sang ibu kurang atau menurun itu tandanya juga tidak normal, jaga berat badan Anda tetap ideal selama masa kehamilan. Konsultasikan ke dokter jika penurunan atau pertambahan berat badan dirasa tidak normal. Dokter akan menyarankan jenis asupan makanan atau olahraga yang tepat untuk Anda.

Baca Juga:Tips Merawat Bayi Prematur

  • Hentikan kebiasaan-kebiasaan buruk.

Jika Anda adalah seorang perokok atau peminum alkohol, hentikan kebiasaan tersebut mulai sekarang, bahkan sebelum Anda hamil. Kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut selain dapat mengganggu kesehatan organ tubuh, juga dapat mengganggu kesehatan janin di dalam kandungan. Bahkan sebisa mungkin, sebisa mungkin hindari juga paparan langsung asap rokok selama masa kehamilan. Paparan asap rokok ini dapat menyebabkan terganggunya perkembangan janin sehingga dapat berdampak pada bayi prematur atau bayi lahir cacat.

  • Rutin melakukan pemeriksaan.

Pemeriksaan rutin ke dokter atau bidan dapat membantu meminimalisir resiko kelahiran bayi prematur, bayi cacat atau bayi berat lahir rendah (BBLR). Konsultasikan ke dokter sebulan sekali selama masa kehamilan atau 2 bulan sekali lakukan USG untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan bayi di dalam kandungan. Jangan pernah anggap sepele pemeriksaan selama masa kehamilan, termasuk pemeriksaan kesehatan lainnya seperti kesehatan mulut dan gigi. Karena infeksi yang diderita sang ibu akibat kondisi kesehatan mulut dan gigi yang kurang baik juga dapat merangsang bayi lahir prematur.