5 Kesalahan yang Wajib Dihindari Para Ibu Saat Mencuci Dot Bayi Kurang Tepat

5 Kesalahan yang Wajib Dihindari Para Ibu Saat Mencuci Dot Bayi Kurang Tepat

Penggunaan botol susu pada anak sudah sangat biasa dilakukan, ini terkait dengan kesibukan orang tua yang tidak bisa menyusui secara langsung pada waktu-waktu tertentu. Pada dasarnya keberadaan dot bayi memang memberikan manfaat yang besar terhadap orang tua tetapi disisi lain banyak juga nilai kurang dari penggunaan botol tersebut. Salah satu yang sering terjadi adalah kurangnya perawatan yang tepat dari para orang tua, padahal ini sangat berbahaya. Botol yang secara langsung bersentuhan dengan mulut dan masuk kepada pencernaan bayi akan sangat berbahaya jika kotor atau kurang bersih sempurna.

 5 Kesalahan yang Wajib Dihindari Para Ibu Saat Mencuci Dot Bayi Kurang Tepat

Diare menjadi salah satu penyakit yang paling sering diderita oleh bayi atas kesalahan dan keteledoran para orang tua dalam merawat botol susu yang digunakan. Supaya buah hati Anda terhindari dari hal itu ada baiknya untuk menghindari beberapa kesalahan berikut ini:

  • Lupa mencuci tangan.

Tidak menutup kemungkinan para ibu diluaran sana sering sekali lupa untuk mencuci tangan terlebih dahulu sebelum membersihkan peralatan atau botol anak. Secara sederhana Anda tidak akan bisa membuat ruangan bersih jika sapu yang digunakan kotor ataupun sarang debu. Hal itulah yang harus disadari dan diperbaiki oleh para ibu.

  • Kurang sempurna pada saat membersihkan.

Sedikit saja kotoran yang masih tersisa pada botol anak secara otomatis itu akan memberikan dampak yang sama terhadap kesehatan. Makanya tetap perhatikan secara baik setiap bagian dari dot bayi tersebut apakah memang sudah benar-benar bersih atau tidak, pastikan tidak ada kotoran sedikitpun yang tersisa.

  • Kurang teratur.

Membersihkan botol setelah digunakan dan akan digunakan adalah sesuatu yang wajib sekali untuk dilakukan. Jika Anda sekali saja tidak melakukan pasti akan menimbulkan suatu bahaya besar terhadap kesehatan. Misalnya saja kurang telaten, kurang teratur dan lainnya dalam merawat botol.

  • Tidak sesuai aturan.

Banyak orang tua percaya bahwa dengan merendam botol menggunakan air hangat adalah salah satu solusi untuk merontokkan kuman yang ada pada botol tersebut. Tetapi itu akan terlihat sama saja ketika dalam membersihkan Anda tidak menggunakan air yang mengalir

  • Kebiasaan mensterilkan.

Saat ini sudah ada banyak sekali alat yang dapat digunakan untuk membuat botol bayi Anda benar-benar bersih. Tetapi hal itu akan sama saja ketika Anda tidak menggunakan secara tepat bahkan tidak sesuai dengan aturan

Itulah beberapa hal yang perlu Anda hindari untuk membuat kondisi botol minum buah hati Anda bersih dan tidak membahayakan saat digunakan. Sebelumnya Anda juga perlu memahami terlebih dahulu beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menilai apakah memang dot bayi tersebut berkualitas atau tidak. Karena jika yang Anda gunakan adalah botol sembarangan atau abal-abal secara otomatis akan memberikan dampak yang tidak jauh berbeda untuk kesehatan.

 

Sisi Positif Negatif Penggunaan Dot Bayi yang Wajib Diketahui Para Orang Tua

Sisi Positif Negatif Penggunaan Dot Bayi yang Wajib Diketahui Para Orang Tua

 

Dot bagi sebagian orang disebut juga dengan empeng. Biasanya empeng ini diberikan oleh orang tua atau pengasuh bayi saat bayi hendak tidur atau saat bayi rewel dan saat itu susu belum dibuatkan. Empeng atau dot bayi juga dipergunakan untuk mempermudah anak untuk tidur tanpa harus memberikan susu formula. Penggunaan empeng atau dot ini memiliki sisi positif dan negatif yang harus diketahui oleh para orang tua terutama yang baru memiliki anak pertama.

 Dari sisi positifnya, dot untuk bayi ini mampu membantu untuk menenangkan bayi saat rewel. Biasanya bayi akan menjadi lebih mudah rewel saat ia merasa lapar sehingga dengan adanya dot atau empeng yang diberikan ke bayi tersebut bisa memberikan kesan seperti bayi sedang minum susu dan bayi menjadi lebih tidur. Selain itu, dot atau empeng yang diberikan ke bayi bisa membantu bayi lebih mudah tertidur dan salah satu alasannya adalah karena bayi merasa nyaman.

Sisi Positif Negatif Penggunaan Dot Bayi yang Wajib Diketahui Para Orang Tua 

Kedua adalah membantu mengurangi resiko terjadinya bayi meninggal dengan mendadak yang disebabkan oleh SIDS atau sudden infant death syndrome. Akan tetapi penelitian mengenai sisi positif penggunaan dot bayi ini masih didalami. Ketiga adalah sebagai pengalih perhatian. Dengan menggunakan dot tersebut, Anda bisa mengalihkan perhatian anak di saat tertentu misalnya saat bayi harus di imunisasi.

Manfaat lainnya dari penggunaan dot atau empeng untuk bayi yaitu: 

  • Membantu bayi merasa lebih nyaman saat berpergian terutama saat menggunakan pesawat. Biasanya orang dewasa akan mengurangi ketidaknyamanan saat berpergian menggunakan pesawat karena perubahan tekanan udara yang menyebabkan nyeri telinga dengan mengkonsumsi makanan ringan. Sedangkan untuk bayi, bisa diberikan dot.
  • Melepas kebiasaan menggunakan dot akan lebih mudah diatasi dibandingkan dengan menghisap jari yang kerap dilakukan anak.

 Baca juga https://boxbayi.net/

Akan tetapi, penggunaan dot bayi juga memiliki sisi negatif terutama jika bayi Anda terlalu sering diberi dot. Sisi negatif tersebut diantaranya adalah: 

  • Dapat memicu gangguan telinga. Dari penelitian yang pernah dilakukan menyebutkan jika bayi yang menggunakan dot atau empeng memiliki resiko yang lebih besar terkena infeksi telinga dibandingkan yang tidak menggunakan dot. Karena hal tersebut, disarankan bayi untuk tidak lagi menggunakan dot atau empeng setelah usia 6 bulan.
  • Dicurigai menjadi salah satu penyebab bayi memiliki masalah gigi terutama saat anak berusia di bawah 2 tahun. Jika penggunaan dot dilakukan hingga anak usianya lebih dari 2 tahun, maka anak beresiko mengalami masalah gigi yang menetap.
  • Jika diberikan secara terus menerus dan dalam jangka panjang, kemungkinan kebiasaan tersebut akan susah untuk dilepaskan dan akan menjadi masalah di kemudian hari terutama jika anak sudah masuk usia dimana ia harus sekolah.

 

Berbagai Sisi Positif dan Negatif dari Dot Bayi

Berbagai Sisi Positif dan Negatif dari Dot Bayi

Salah satu topik yang sering dibahas di dunia parenting adalah penggunaan dot bayi atau yang sering disebut empeng di Indonesia. Banyak ahli yang menjelaskan apa saja keuntungan mengisap dot. Sayangnya ada juga yang mengungkapkan kerugian mengisap dot ini.

Berbagai Sisi Positif dan Negatif dari Dot Bayi

Agar membuat bayi bisa merasa aman, kadang tidak cukup menggendong atau pun memeluknya. Bayi membutuhkan sesuatu yang bisa dimasukkan ke mulutnya. Bahkan, ketika ia tidak merasa lapar sekalipun. Inilah sebabnya dot bayi banyak menjadi pilihan para orang tua.

Keuntungan Menggunakan Dot

Ada berbagai macam keuntungan yang diperoleh dari penggunaan dot bayi, antara lain:

  • Melepas kebiasaan menggunakan dot jauh lebih mudah, bila dibanding dengan kebiasaan menghisap jari tangan.
  • Mengurangi rasa yang kurang nyaman saat bayi berpergian menggunakan pesawat. Bila orang dewasa bisa menguap maupun mengkonsumsi makanan ringan agar bisa meringankan nyeri di telinga karena perubahan tekanan udara, bayi bisa menggunakan dot.
  • Bisa digunakan sebagai pengalih perhatian. Contohnya ketika bayi harus menjalani tes darah atau imunisasi.
  • Membantunya agar lekas tidur. Sebagian bayi mengalami kesulitan tidur, dan dot bisa membantu, dot juga bisa menenangkan bayi saat sedang rewel.

Kerugian Menggunakan Dot

Walaupun penggunaan dot bayi memiliki berbagai macam manfaat, namun ada pula risiko dari penggunaanya, seperti:

  • Menggunakan dot kemungkinan bisa menjadi kebiasaan yang sulit untuk dilepaskan. Sudah pasti ini akan menjadi masalah dikemudian hari.
  • Penggunaan dot dicurigai bisa menyebabkan masalah gigi. Ahli menerangkan, masalah gigi yang memiliki kaitan dengan dot sebelum anak berusia 2 tahun bisa teratasi dengan sendirinya dalam waktu 6 bulan sesudah tidak menggunakan dot. Namun, bila penggunaan dot secara terus menerus berlanjut hingga usia lebih dari 2 tahun, dot bisa menjadi penyebab masalah gigi.
  • Diduga bisa memicu gangguan telinga. Penelitian menjelaskan bila bayi yang sering menggunakan dot, besar kemungkinan terkenal infeksi, sehingga lebih baik batasi penggunaannya di usia 6 bulan.
  • Bisa menghalangi proses menyusui. Penelitian mengungkapkan, sebagian bayi yang menggunakan dot terlalu awal, bisa menyebabkan berkurangnya durasi pemberian asi secara eksklusif.

Tips Menggunakan Dot

Memperkenalkan dot pada bayi lebih baik tidak terlalu awal, paling tidak di usia 1 bulan. Bila bayi mendapatkan ASI, lebih baik tunggu hingga ia pandai menyusu dengan baik sebelum memberikan dot bayi. Pastikan bayi mempergunakan dot sesuai dengan usianya. Selain itu pilih dot yang memiliki lubang di pinggirnya agar bisa menjaga udara tetap bisa keluar masuk. Hindari menggunakan dot dengan tali atau rantai di bagian lehernya karena bisa menimbulkan risiko tercekik. Terakhir, pastikan memilih dot yang bebas dari bahan BPA yang menimbulkan risiko bagi kesehatan.

Jika Anda sudah memberikan dot untuknya, jangan lupa selalu mencuci dot menggunakan air hangat dan sabun secara teratur.

4 Manfaat Menggunakan Dot Bayi Pada Si kecil

4 Manfaat Menggunakan Dot Bayi Pada Si kecil

Bayi memang hanya bisa mendapatkan asupan nutrisi dari asi atau air susu ibu, sehingga tidak bisa dipungkiri jika kebutuhan mereka akan ibunya jadi hal yang sangat penting. Namun tak jarang diantaranya beragam faktor menyebabkan ibu tidak bisa selalu menyusui buah hati mereka, sehingga mau tak mau mengambil alternatif lain yaitu dengan memberikan susu formula, yaitu produk susu yang banyak dijual di pasaran, tentunya dengan bantuan botol dan juga dot bayi.

 4 Manfaat Menggunakan Dot Bayi Pada Si kecil

Tentunya produk susu formula yang dipilih juga tidak sembarangan, melainkan yang sesuai dengan usia dan juga kebutuhan gizi bagi mereka. Begitu juga dalam rangka pemilihan botol susu dan dot yang akan digunakan. Bagaimanapun produk yang satu ini nantinya akan berhubungan dengan sarana yang membantu melengkapi asupan nutrisi untuk buah hati Anda, sehingga mau tak mau harus memilih yang berkualitas, karena tak jarang beberapa botol susu atau dot yang dibuat dari bahan kurang begitu bagus, sehingga menyebabkan terjadinya resiko-resiko tertentu pada kesehatan mereka.

Hanya saja di satu sisi menggunakan dot bayi ini sendiri ternyata juga memberikan banyak sekali manfaat untuk si kecil, diantaranya adalah: 

  1. Dapat mengurangi resiko bayi meninggal karena syndrome SIDS, yaitu sebuah kondisi dimana bayi menangis untuk waktu yang lama, hingga terkadang kesulitan di dalam bernapas, akibat yang paling buruk adalah bisa sampai kehilangan nyawa. Dengan dot biasanya mereka akan terhibur dan berhenti ketika menangis.
  2. Membantu untuk membuat bayi lebih lelap dalam tidur, jelang tidur biasanya mereka akan menyusu terlebih dahulu, dot ini sangat membantu mereka di dalam membuatnya bisa tertidur secara lebih lelap dan kian cepat.
  3. Mengalihkan perhatian si kecil, contohnya adalah untuk masa menyapih, agar nantinya bayi tidak lagi minum asi secara eksklusif apalagi juga terkait dengan kesibukan orang tua, maka dot ini adalah sarana yang dapat mengganti mengalihkan perhatian mereka. Sehingga mau berganti dari mengkonsumsi asi eksklusif dan mulai menggunakan dot.
  4. Dapat mengurangi rasa tidak nyaman ketika bayi bepergian dengan naik kendaraan umum, baik itu bus, kereta ataupun pesawat, biasanya jika itu adalah perjalanan pertama bagi mereka, maka tidak jarang buah hati akan mengalami rasa yang kurang nyaman dengan lingkungannya dan menyebabkan mereka jadi lebih rewel, salah satu cara mudah mengatasinya dengan membawa dot ini.

Namun pastikan juga pemakaiannya dalam jangka waktu atau usia yang normal, bagaimanapun jika keterusan nantinya menyebabkan efek berbahaya seperti menganggu pertumbuhan gigi mereka. Pastikan juga untuk mengganti dot bayi secara teratur, hanya gunakan yang kondisinya bersih, karena sangat mempengaruhi kesehatan ketika si kecil memakainya.

Memilih Dot Bayi

Memilih Dot Bayi

Sudah sejak lama sekali perlengkapan bayi yang satu ini dipakai oleh ibu – ibu untuk bayinya. Si kecil yang imut ini memang sangat disukai oleh bayi. Penggunaan dot bayi memang lazim digunakan ibu – ibu untuk menenangkan bayinya atau ketika menyusui bayinya tanpa ASI. Apalagi jika memang ibu tidak bisa menyusui. Bahkan ketika ASI nya bisa keluar dengan normal penggunaan perlengkapan bayi yang satu ini tetap digunakan ibu. Minimal sebagai opsi tambahan. Oleh karena itu memilih dot bayi menjadi bagian yang sangat penting dilakukan.

Memilih Dot Bayi

Dot bayi diberikan ketika bayi dalam masa pertumbuhan yang kritis yaitu dibawah satu tahun. Karena saat itu kondisi bayi masih sangat rentan, maka pemilihan dot bayi tidak boleh sembarang. Karena bila dilakukan dengan sembarangan, bisa berbahaya. Minimal akan mempengaruhi perkembangan bayi. Agar tidak salah memilih, berikut ada hal – hal yang harus diperhatikan ketika memilih dot bayi.

  • Perhatikan bahan dot

Pada umumnya dot terbuat dari dua jenis bahan yang biasa dipakai yaitu lateks  dan silikon. Kedua bahan tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan masing – masing tentunya. Untuk yang tebuat dari bahan lateks memang lebih fleksibel dan lembut. Tapi sayang sekali mudah sekali rusak atau tidak bisa bertahan lama. Sedang untuk yang berbahan dari silikon lebih kuat dan tahan lama. Pada sejumlah kasus banyak bayi yang alergi terhadap  bahan lateks meskipun secara kontur lebih lembut dan fleksibel. Bagi bayi sendiri dot adalah benda asing. Ini artinya meskipun sangat disukai oleh bayi tapi sangat rentan mempengaruhi perkembangannya. Terutama yang berkaitan dengan gigi tentunya .

  • Bentuk dot

Dipasaran pada umumnya dot berbentuk kubah atau seperti lonceng. Ada juga dot yang dirancang dengan menyesuaikan dengan gusi dan langit – langit bayi. Tapi harus diingat bahwa dot sejatinya adalah sebagai pengganti puting dari ibu. Karena memang bagian puting inilah yang merupakan koneksi fisik atau kontak fisik langsung antara bayi dengan ibu ketika menyusui. Begitu pentingnya bagian ini sehingga haruslah yang nyaman untuk bayi sehingga tidak terlalu merasa perbedaan antara puting susu ibu dengan dot. Oleh karena pilihlah dot yang mempunyai  bentuk dot yang paling mirip dengan puting susu ibu.

  • Ukuran dan aliran

Hal ini tentu saja berkaitan dengan usia bayi. Usia bayi tertentu membutuhkan ukuran dan aliran yang tertentu pula. Secara umum bisa digambarkan untuk bayi yang baru lahir membutuhkan dot dengan ukuran kecil dan aliran yang lambat. Dan untuk bayi yang sudah lebih besar membutuhkan dot dengan ukuran besar dan aliran yang lebih cepat. Jadi disesuaikan dengan usia bayi tersebut.

Dampak Buruk Dot Bayi yang Wajib Ibu-ibu Ketahui

Dot bayi memang merupakan salah satu andalan para ibu ketika harus memberikan ASIP atau ASI perah untuk buah hati mereka. Para ibu-ibu akan lebih mudah memberikan ASIP dengan menggunakan dot daripada harus menggunakan sendok atau cangkir kecil. Dengan menggunakan dot, susu tidak akan berceceran mengotori baju si bayi saat pemberian ASIP dan lebih praktis juga tentunya untuk ibu-ibu.

Namun banyak yang tidak mengetahui bahwa penggunaan dot saat pemberian ASIP ternyata berdampak buruk untuk si bayi dalam jangka waktu yang panjang. Memangnya apa saja dampak buruknya?. Berikut ini dampak buruk penggunaan dot yang harus diketahui, antara lain:

  • Bayi akan bingung dengan puting.

Terlalu sering menggunakan dot untuk pemberian ASIP akan membuat bayi kebingungan untuk mengenali puting. Saat menangis karena ingin minum ASI, bayi seringkali menangis karena harus minum langsung dari payudara sang ibu. Karena yang perlu diketahui, cara kerja antara dot bayi dengan puting sangat berbeda. Untuk dot, bayi tidak perlu memerlukan usaha yang keras untuk menyedot ASIP dari botol, cukup hanya dengan memiringkan botolnya saja. Sementara untuk puting payudara, baru akan mengeluarkan susu saat ada rangsangan dari bayi berupa disedot. Hal inilah yang membuat bayi kebingungan dengan cara kerja dari dot dengan puting ibu.

  • Lebih beresiko terinfeksi.

Sering sekali kita dapati bayi yang masih terpasang dot di mulutnya saat posisi kenyang dan hampir tertidur dengan masih meminum ASIP. Bagi Ibu-ibu hindari kebiasaan ini pada balita anda, dikhawatirkan ASI dari botol dot tumpah dan mengenai hidung maupun telinga yang akan menimbulkan infeksi. Apalagi jika tidak bisa mencuci dot bayi dengan bersih, dikhawatirkan bayi akan lebih mudah terinfeksi.

Baca Juga:Tips Mencuci Dot Bayi yang Benar Agar Tetap Steril

  • Menghambat kemampuan berbicara.

Perbedaan cara kerja puting dengan dot seperti yang dijelaskan sebelumnya, akan membawa dampak pada kemampuan berbicara si bayi di kemudian harinya. Ketika bayi lebih sering aktif meminum ASI dari puting, pergerakan rahang yang aktif akan lebih merangsang kemampuan berbicara pada bayi dibandingkan dengan yang menggunakan dot. Karena untuk meminum ASIP dari dot, bayi tidak harus sering-sering menggerakkan rahangnya.

  • Tidak bagus untuk pertumbuhan gigi.

Dampak buruk jangka panjang penggunaan dot bayi adalah akan mempengaruhi struktur pembentukan rahang dan gigi si bayi. Bayi yang sering menggunakan dot, pada bagian rahang atas bentuknya akan terlalu maju atau bahkan rahang bawah yang akan mundur. Hal ini dikarenakan kebiasaan bayi yang seringkali menahan atau menggigit dot agar tidak jatuh. Untuk pertumbuhan gigi akan berdampak pada timbulnya karies dan maloklusi karena tak jarang bayi masih minum ASIP dengan dot saat sudah tertidur. Meskipun masih gigi susu, tetapi perkembangan giginya akan menentukan pertumbuhan dan letak susunan gigi permanen di kemudian hari.

Plus Minus Penggunaan Dot Bayi yang Harus Diketahui Oleh Para Ibu

Bayi belum bisa minum dengan menggunakan gelas seperti anak usia dewasa. Karenanya dibuatlah dot dengan bentuk menyerupai puting susu ibu sehingga bayi bisa menggunakannya dengan lebih aman. Dot bayi digunakan bersamaan dengan botol susu untuk memberikan minuman pada bayi. Minuman tersebut bisa berisi ASI ibu yang telah dipompa sebelumnya ataupun susu pendamping ASI atau susu formula. Penggunaan dot pada bayi untuk menggantikan ibu sangat umum digunakan dimanapun. Namun Anda sebagai orang tua juga perlu mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangan penggunaan dot tersebut sehingga tahu kapan bayi perlu menggunakannya dan kapan bayi perlu berhenti menggunakannya.

 

Dot umumnya terbuat dari bahan karet sehingga mudah untuk dihisap maupun digigit sesuai dengan kondisi lidah dan gigi bayi. Dipasaran ada beberapa jenis dot yang dibedakan dari ketahanannya dan keamanannya untuk bayi. Beberapa dot dibuat dan diedarkan dengan harga murah karena hanya sebagai perantara minuman hingga bisa dikonsumsi bayi saja. Namun beberapa jenis lain dijual dengan harga yang lebih mahal karena memiliki fitur keamanan misalnya mencegah bayi tersedak dan juga lebih awet dari gigitan gigi si kecil yang gatal.

 

Bagi Anda para orang tua yang saat ini menggunakan dot bayi untuk memberikan putra-putri Anda susu, berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan dot yang perlu diketahui.

 

  • Kelebihan:

 

  • Bisa menggantikan peran ibu terutama untuk ibu bekerja yang tetap ingin memberi bayinya ASI.
  • Mudah dibawa kemana-mana ketika akan mengajak si kecil jalan-jalan.
  • Bisa dicuci dengan mudah dan diganti ketika sudah rusak.
  • Mudah disterilkan dengan merendam menggunakan air panas.

Baca Juga : Tips Mencuci Dot Bayi yang Benar Agar Tetap Steril

  • Kekurangan:

 

  • Dapat mengganggu pertumbuhan gigi bayi.
  • Mudah ditumbuhi jamur jika tidak segera dicuci.
  • Mudah digigit oleh bayi sehingga cepat bocor untuk karet yang tipis.
  • Beberapa jenis dot tidak memiliki fitur anti sedak sehingga tak cocok digunakan untuk posisi bayi tiduran.
  • Tidak cocok untuk jenis minuman manis apalagi jika tidak langsung dibersihkan setelah digunakan.

 

Dari kelebihan dan kekurangan penggunaan dot di atas, botol bayi dengan dotnya memang memberikan kemudahan bagi orang tua untuk memberikan minuman pada bayi mereka. Namun karena langsung berhubungan dengan makanan dan minuman, sebaiknya setelah selesai digunakan, dot langsung dicuci dan distrerilkan menggunakan air panas sehingga jamur ataupun kuman penyakit yang ada bisa mati.

 

Untuk penggunaan jangka panjang, pemberian dot bayi sangat tidak dianjurkan karena bisa mengganggu pertumbuhan gigi bayi. Sebaiknya ketika bayi sudah berusia 2 tahun, segera diajarkan penggunaan sedotan atau gelas untuk menjaga agar gigi bayi bisa tumbuh dengan lebih baik. Penggunaan dot jangka panjang juga bisa menyebabkan bentuk mulut bayi menjadi lebih panjang yang tidak baik secara estetika.

 

Tips Mencuci Dot Bayi yang Benar Agar Tetap Steril

Bagi sebagian ibu yang memang harus disibukkan oleh banyaknya rutinitas atau pekerjaan di luar rumah, maka memang sudah menjadi hal yang wajar bila banyak para ibu yang menggunakan cara lain agar sang buah hatinya tetap bisa terpenuhi kebutuhan ASI nya dengan baik, dengan begitu maka dengan memberikan ASI ke dalam dot bayi adalah hal yang banyak dilakukan para ibu menyusui yang ingin kebutuhan gizi anaknya dapat terpenuhi dengan baik, sekaligus sang ibu bisa bekerja atau melakukan kegiatan lainnya di luar rumah.

 

Jika Anda adalah ibu yang masih menyusui namun memiliki banyak kegiatan di luar rumah, maka jangan hanya berfikir bahwa hanya susu formula aja yang memberikan solusinya, karena masih ada solusi terbaik yang dapat Anda lakukan dan dapat untuk Anda coba, yaitu dengan cara mengambil air susu Anda kemudian menyimpannya dalam kulkas, dengan begitu maka bayi Anda pun tetap bisa mengkonsumsi ASI dengan sebaik mungkin tanpa harus mengganggu kegiatan Anda.

 

Namun apabila Anda melakukan hal yang semacam ini, maka untuk kebersihan dot bayi yang nantinya akan digunakan bayi pada setiap harinya, maka haruslah diperhatikan dengan sebaik mungkin, termasuk dalam memperhatikan pada kebersihan dot atau botol susunya, pastikan bahwa botol susu selalu dalam keadaan yang steril serta Anda juga membersihkannya secara rutin, karena botol susu yang tidak Anda perhatikan dengan baik kebersihannya maka akan muncul jamur dan hal ini akan sangat berbahaya jika botol susu digunakan sang bayi.

 

Anda tidak perlu repot untuk membersihkan botol susu, karena untuk cara yang dapat Anda lakukan pun cukuplah mudah, yaitu seperti berikut ini:

 

  • Sebelum mencuci botol susu, maka pastikan bahwa tangan Anda bersih atau mencuci tangan terlebih dahulu.
  • Gunakan cairan pembersih khusus untuk botol bayi pada saat membersihkannya.
  • Bersihkan botol pada bagian dasar, bagian sisi-sisi botol, bagian botol dengan menggunakan sikat botol yang berbulu halus.
  • Bersihkan seluruh dot dengan menggunakan sikat khusus yang dapat menjangkau pada seluruh dot, pastikan bahwa tidak akan lagi bekas susu yang tertinggal.
  • Bilas hingga bersih menggunakan air yang bersih.
  • Sterilkan dengan cara merebus botol susu sekaligus dot dalam air yang mendidih kurang lebih 15 menit.
  • Keringkan dan simpan ditempat yang bersih.

 

Mengingat bahwa dalam menjaga kebersihan adalah hal yang sangatlah penting bagi setiap orang, terlebih lagi untuk bayi yang memang memiliki kekebalan tubuh lebih lemah jika dibandingkan dengan orang yang lebih dewasa, oleh sebab itulah pentingnya para orang tua harus memperhatikan pada dot bayi dengan sebaik mungkin, agar buah hati Anda tetap terjaga dengan sebaik mungkin dan tentunya tidak akan mudah terserang oleh penyakit jenis apa pun.