Ternyata Ini Pentingnya Imunisasi Anak Secara Rutin

Ternyata Ini Pentingnya Imunisasi Anak Secara Rutin

Memiliki anak yang bisa tumbuh dengan sehat dan sempurna baik fisik, mental dan kesehatannya tentu menjadi dambaan setiap orang tua yang ada di dunia. Untuk memiliki anak yang demikian sehat, tentunya hal ini tidak akan bisa terbentuk dengan sendirinya melainkan para orang tua juga harus tahu cara perawatan anak. Salah satu hal yang penting adalah dengan melakukan imunisasi dimana program ini dilakukan untuk bisa cegah penyakit menular dengan memberikan vaksin serta resistan pada anak.

 Ternyata Ini Pentingnya Imunisasi Anak Secara Rutin

Program ini sudah ada semenjak lama dan harus dimulai sejak bayi sampai anak masuk sekolah. Nantinya anak akan diberikan vaksin yang sudah ada bakteri di dalamnya ataupun virus sehingga untuk bisa merangsang imun serta mampu memberikan antibodi pada tubuh anak. Dengan demikian maka perlindungan pada anak terkait bakteri dan virus bisa lebih kuat nantinya. Pemberian vaksin ini pun biasa dilakukan dengan di suntik hingga tetes ke dalam mulut.

Program pemberian vaksin pada anak ini sebetulnya sudah diwajibkan untuk semua anak. Pemerintah juga sudah memberikannya secara gratis kepada semua anak. Meski demikian masih banyak orang tua yang kadang abai dan acuh akan hal ini. Untuk itu sebaiknya Anda tahu pentingnya imunisasi anak berikut ini:

  • Membentuk sistem kekebalan tubuh di anak

Meski baru lahir bayi sudah mendapatkan antibodi dari Ibu yang ada di kandungan, tapi kekebalan ini hanya bisa berfungsi sampai beberapa bulan ke depan saja hingga hitungan minggu saja. Setelah itu, maka bayi akan bisa lebih rentan pada penyakit. Dengan adanya pemberian vaksin ini maka diharapkan jika sistem kekebalan tubuh di anak bisa terbentuk dan mampu melawan penyakit tertentu seperti polio, campak dan lainnya.

  • Ada efek samping namun masih normal

Kadang banyak orang tua yang tak mau memberikan anak vaksin karena menganggap memberikan efek samping kurang baik misalnya dengan adanya demam, pusing sampai hilang nafsu makan dan mual. Sebetulnya efek ini wajar dan masih tergolong ringan karena vaksin sedang bekerja di dalam tubuh anak. Namun jika memang ada gejala lain misalnya alergi dan kejang maka wajib untuk dibawa ke dokter. Nantinya dokter akan memberikan obat dan penanganan lanjutan.

  • Vaksin wajib dan tidak

Ada beberapa vaksin yang wajib diberikan kepada anak misalnya untuk vaksin hepatitis B, polio, DTP, campak hingga BCG adalah yang wajib. Sedangkan untuk yang tak wajib yakni vaksin untuk influenza, hepatitis A, HPV dan lainnya. Untuk menentukan anak Anda butuh vaksin apa saja selain yang wajib, maka Anda bisa juga dengan mengkonsultasikannya pada dokter. 

Simak juga beberapa hal untuk mengetahui vaksin yang di berikan kepada anak asli atau palsu. Baca selengkapnya di boxbayi.net

Dengan melakukan imunisasi secara rutin, maka anak akan bisa lebih terjaga dan juga memberikan kekuatan pada kekebalan tubuhnya hingga dirinya mampu tumbuh dengan baik.

Jenis dan Manfaat Imunisasi Dasar Pada Bayi

Jenis dan Manfaat Imunisasi Dasar Pada Bayi

Orangtua tentu ingin memberikan semua yang terbaik untuk anaknya, terutama untuk menjaga kesehatannya sehingga orangtua juga akan mengikuti program seperti pemberian imunisasi pada bayi. Program tersebut merupakan upaya yang dilakukan untuk memberikan vaksin untuk pencegahan agar bayi tidak terkena beberapa jenis penyakit. Cara kerjanya sendiri dengan memberikan mikroorganisme bibit penyakit yang akan dapat bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh bayi agar tidak mudah terserang penyakit dari jenis vaksin yang diberikan.

Jenis dan Manfaat Imunisasi Dasar Pada Bayi 

Ada beberapa jenis program yang ada dan diberikan berdasarkan jenis vaksin yang diberikan dan juga umur penerimanya. Ada yang menerima pada usia yang sudah dewasa utamanya ketika akan melakukan dan perjalanan tertentu seperti naik haji. Dan juga ada jenis dasar yang diberikan untuk balita. Seperti yang telah diketahui bahwa cara pemberian vaksin ini diberikan dengan cara di suntikan pada tubuh bayi. Sehingga tidak heran apabila setelah di imunisasinya bayi akan mengalami panas. Hal tersebut tidak perlu untuk dikhawatirkan dan hanya perlu untuk dilakukan perawatan dengan tepat agar panas bayi turun setelah di imunisasi. 

Pada dasarnya ada beberapa manfaat yang bisa dirasakan dari pemberian imunisasi dasar ini. Manfaat yang akan didapatkan dari jenis ini adalah sebagai berikut ini:

  • Manfaat pertama tentunya dengan di imunisasi akan dapat untuk menjaga daya tubuh anak agar tidak mudah untuk terserang penyakit. Terutama penyakit dari vaksin yang diberikan kepadanya.
  • Selain itu manfaat selanjutnya adalah dapat untuk mencegah penyakit yang menular sehingga akan berbahaya untuk bayi dan juga selama tumbuh kembangnya agar tidak terganggu dengan penyakit menular berbahaya.
  • Manfaat selanjutnya dapat untuk menjaga anak tetap sehat dan mencegah anak mengalami kecacatan bahkan kematian karena penyakit yang berbahaya.
  • Dan manfaat terakhir adalah dapat untuk menjaga anak berkembang lebih optimal dan terhindar penyakit yang berbahaya.

Ketika akan di imunisasi, sebaiknya orangtua mengetahui jadwal pemberian vaksin dan biasanya hal tersebut akan selalu diingatkan oleh bidan posyandu. Dimana berbagai jenis vaksin ini tidak akan dilakukan secara bersamaan tetapi dalam kurun waktu tertentu hingga bayi berusia 9 bulan. Orangtua bisa untuk memperhatikan jadwal pemberian vaksin ini yang akan dilakukan di posyandu terdekat.

Dan untuk beberapa jenis imunisasi dasar yang akan diberikan pada anak adalah sebagai berikut ini:

  • Vaksin hepatitis B akan mencegah anak dari penyakit yang berbahaya ini dan dikenal juga dengan penyakit kuning.
  • DPT vaksin merupakan jenis yang merupakan gabungan dari vaksin difteri, pertussis, dan juga tetanus.
  • Vaksin polio adalah jenis yang akan mencegah anak tidak mengalami kelumpuhan.
  • BCG merupakan vaksin agar mencegah anak tidak terkena TBC.
  • Vaksin HiB merupakan jenis yang dapat mencegah penyakit meningitis dan juga pneumonia.
  • Vaksin Rotavirus dapat untuk mencegah penyakit gangguan pencernaan diare pada bayi.

 

Apakah Imunisasi MMR Dapat Menyebabkan Autisme?

imunisasi vaksin MMR merupakan vaksin yang diberi dengan tujuan agar tubuh dilindungi dari penyakit seperti rubella, gondok dan campak. Walaupun ditujukan untuk melindungi tubuh, vaksin MMR ini tidak luput dari kontroversi yakni efek samping yang kabarnya akan membuat anak autisme. Sebenarnya, vaksin MMR ini tergolong gabungan vaksin yang efektif serta aman untuk melawan gondong, rubella dan campak dalam satu waktu sekaligus. suntikan ini mempunyai kandungan virus dari tiga penyakit tersebut yang telah dilemahkan terlebih dulu.

vaksin MMR biasanya disuntikkan di bagian otot lengan atas maupun paha. vaksin MMR ini diberi ketika anak berusia 15 hingga 18 bulan serta 6 tahun. Pemberian vaksin ini bisa memicu sistem imun untuk menghasilkan antibodi sehingga melawan virus-virus penyakit tersebut. Biasanya, vaksin MMR tidak mempunyai efek samping berarti, jika terdapat efek samping, mungkin yang dirasakan hanyalah kemerahan pada bagian tubuh yang tersuntik.

Efek samping yang dapat muncul seperti muncul campak ringan yang tak menular, biasanya berlangsung kurang lebih 3 hari, pendarahan, radang otak, nyeri sendi, kejang-kejang dan demam. Demam dan kejang-kejang sebenarnya jarang terjadi. Untuk menghindari resiko ini, anak-anak disarankan memperoleh imunisasi sedini mungkin, dengan bertambahnya usia, resiko anak terkena efek samping juga ikut meningkat. Selain efek tersebut, ada juga beberapa anak yang mengalami alergi pada vaksin MMR maupun obat yang berada di dalamnya, namun kasus ini jarang terjadi, bila anak alergi pada kandungan yang berada di dalam vaksin MMR, hindari memberi vaksin MMR karena membahayakannya.

Lantas, benarkah jika vaksin MMR ini bisa menyebabkan autisme? Terdapat contoh di Amerika serta Inggris. Anak yang baru saja memperoleh vaksin MMR tiba-tiba terjadi penurunan kemampuan[uan melakukan komunikasi serta perubahan perilaku. Dimana dua efek tersebut adalah gejala penyakit autisme. Autisme merupakan terjadinya gangguan perkembangan yang bisa mempengaruhi perilaku, interaksi sosial dan komunikasi. Kondisi ini sering terjadi pada anak laki-laki bila dibanding dengan anak perempuan. Hingga sekarang ini belum terdapat penelitian yang bisa membuktikan jika vaksin MMR bisa menyebabkan autisme. Namun, penelitian yang berkaitan dengan vaksin MMR serta autismen terus dilakukan karena penyebab autisme belum diketahui.

Orang tua dianjurkan mempelajari kembali mengenai kandungan dari vaksin MMR serta pentingnya vaksin MMR ini. harus diketahui bila vaksin MMR dapat mencegah anak mengalami kondisi yang serius serta mengancam jiwa. Kita harus memiliki peran yang aktif untuk mencari tahu serta memberi informasi mengenai riwayat kesehatan buah hati serta orang tua pada dokter. Apalagi tentang penyakit saraf dan autoimun. Imunisasi ini bertujuan melindungi tubuh dari berbagai macam virus yang bisa menyebabkan penyakit. Namun ada banyak kontroversi maupun kasus yang muncul di permukaan mengenai vaksin MMR yang membuat kita sebagai orang tua ragu.

 

Jenis-jenis Imunisasi Wajib dan Fungsinya yang Perlu Anda Ketahui

Usia bayi memang membuat mereka rentan terhadap berbagai macam masalah kesehatan, mulai dari penyakit-penyakit ringan hingga beberapa jenis penyakit parah, karena pada dasarnya tubuh manusia tidak dilengkapi dengan sistem imun yang kuat untuk melindunginya dari berbagai macam penyakit berbahaya, hal inilah yang kemudian membuat bayi harus melakukan proses imunisasi, bukan hal yang baru lagi di telinga, mengingat hal ini sudah diberlakukan di Indonesia sejak puluhan tahun yang lalu, sebagai salah satu langkah untuk melindungi dari serangan penyakit-penyakit berbahaya.

Program yang satu ini umumnya memang tidak dilakukan ketika usia dewasa, melainkan sejak bayi lahir ke dunia, kemudian juga ada yang sudah memasuki jenjang usia 1 tahun, setidaknya mereka akan melakukan imunisasi berkali-kali. Fungsinya tentu sangat penting, meskipun terkadang dalam pemberian obat yang dimasukkan kedalam tubuh ini juga disertai beberapa jenis efek samping, seperti diantaranya adalah demam pada tubuh mereka. Jangan khawatir karena sebenarnya ini adalah hal yang sangat wajar.

Berikut ini diantaranya ada beberapa jenis vaksin yang biasa diberikan pada saat buah hati menjalankannya dengan beberapa manfaatnya, diantaranya adalah:

 Ketahui juga beberapa gizi yang harus terpenuhi oleh si bayi. Baca selengkapnya di alatbayi.net

  1. Jenis BCG, jenis yang satu ini akan diberikan ketika bayi baru lahir ke dunia, biasanya akan dengan tujuan untuk mencegah mereka agar tak terkena penyakit Tuberkolosis atau yang dikenal dengan batuk berdarah.
  2. Hepatitis B, jenis penyakit yang juga rawan menyerang manusia dengan adanya infeksi hati, sekarang ini jenisnya sudah lebih lagi diantaranya adalah dengan pemberian seri hepatitis plus.
  3. DTP, penyakit yang disebabkan karena infeksi bakteri yang dibawa oleh kotoran hewan, dikenal juga dengan nama difentri tetanus pertusis, dalam pemberian pertama vaksin ini akan menyebabkan tubuh menjadi hangat atau demam, namun semakin lama semakin ringan, hanya gejala awalnya saja yang agak kurang enak di tubuh.
  4. Polio, serangan virus penyebab polio memang sangat rentan menjangkiti oleh siapa saja, untuk itulah sejak usia dini maka bayi sudah diberikan vaksinasinya untuk menghindari masalah kesehatan yang berdampak kepada tidak bisa berjalan tersebut.
  5. Campak, penyakit ini memiliki resiko yang sangat besar hingga kehilangan nyawa, untuk itu dilakukan vaksinasinya sehingga tubuh mereka tak mudah terserang penyakit berbahaya tersebut.
  6. HIB, vaksinasi ini untuk meningkatkan kekebalan tubuh, penyakit=penyakit semacam HIV memang rentan menyerang siapa saja, salah satu pencegahannya adalah dengan vaksin tersebut.
  7. Rotavirus, angka kematian yang disebabkan karena diare memang cukup tinggi, salah satunya karena virus yang satu ini, untuk itulah sekarang juga diberlakukan vaksinasi tersebut.
  8. PCV, fungsinya adalah untuk menghindarkan buah hati dari infeksi yang menyerang saluran napas mereka.

Imunisasi dilakukan secara berkala, bahkan ada juga orang dewasa yang melakukannya, seperti suntik TT sebelum menikah.

Lakukan Imunisasi Lengkap Pada Bayi Baru Lahir Supaya Terhindar dari Bahaya Penyakit Ini!

Orang tua mana yang menginginkan buah hati yang baru dilahirkan terserang berbagai penyakit berbahaya? Tentunya semua ingin keadaan anaknya tetap sehat dan tumbuh kembang sesuai yang diharapkan. Nah, untuk menghindari berbagai bahaya buruk terjadi tersebut orang tua harus melakukan imunisasi lengkap untuk bayi yang baru lahir. Vaksinasi sendiri dilakukan dengan tujuan untuk merangsang sistem kekebalan pada tubuh supaya lebih kuat terhadap berbagai jenis penyakit dimasa yang akan datang. Sebenarnya pemberian vaksin sendiri dapat dilakukan pada semua umur, tetapi akan lebih efektif jika diberikan pada usia tertentu seperti bayi, anak-anak, dewasa bahkan manula.

Jadi dapat dikatakan bahwa seorang bayi bukan hanya membutuhkan ASI eksklusif untuk membuatnya tumbuh sehat tetapi juga perlu dilakukannya vaksinasi. Dalam hal ini tentu tujuan utamanya mempersiapkan bayi akan lingkungan baru supaya tidak mudah terserang berbagai penyakit. Selain itu juga mencegah tingkat kematian bayi pada suatu negara. Nah, berikut ini beberapa jenis pemberian vaksin yang wajib dilakukan pada bayi, antara lain:

  • Vaksin lengkap HB O.

Hepatitis merupakan salah satu penyakit berbahaya yang menyerang pada bagian hati, ini merupakan salah satu penyakit yang merupakan penyebab terbesar kematian. Untuk bayi idealnya pemberian vaksin hepatitis B diberikan sedini mungkin, jika memungkinkan bisa diberikan imunisasi ini sebelum bayi berumur kurang dari 12 jam. Tetapi anjuran diberikan minimal bayi umur 2 bulan dengan interval 4 minggu dosis pertama.

  • Vaksin lengkap BCG dan polio 1.

Kemudian setelah buah hati Anda umur 1 bulan ada dua macam vaksinasi yang perlu diberikan yaitu BCG dan polio1. Untuk pertama kalinya BCG bisa diberikan pada usia kurang dari 2 bulan, jika belum dilakukan sampai umur 3 bulan harus segera lakukan cek tuber. Untuk folio sendiri bermacam-macam umumnya diberikan pada umur dua, empat, enam, 18 bulan dan juga enam serta delapan tahun.

  • Vaksin DPT atau HB 1 dan Folio 2.

Untuk dua jenis vaksin ini diberikan pada bayi umur 2 bulan, untuk DPT lazimnya diberikan selama 3 kali dalam beberapa interval umur. Dan untuk vaksin TT perlu juga diberikan untuk perempuan sebelum menikah dan satu kali pada ibu hamil.

Dan yang terakhir ada jenis pemberian vaksin campak pada anak umur 9 bulan, untuk dosis penguatan bisa dilakukan pada usia 24 bulan atau pada kelas 6 SD. Berbagai macam vaksinasi diatas tentunya mempunyai aturan interval dan juga dosis yang berbeda-beda. Jika buah hati Anda belum melakukan ataupun terlambat dalam satu saja jenis imunisasi lebih baik langsung bertanya kepada dokter anak. Akan diputuskan untuk melanjutkan pemberian vaksin atau mulai dari awal, karena satu dengan lainnya akan berbeda penentuan keputusannya.