Kiat Kehamilan Sehat Pada Trimester Pertama

Perubahan hormonal pada ibu hamil, terutama pada trimester pertama, mengakibatkan perubahan fisik dan psikisnya. Alhasil, ibu hamil kerap merasakan ketidaknyamanan, seperti mual, muntah, mudah lelah, dan pusing. Untuk itu, ibu hamil harus memiliki kiat untuk menyesuaikan diri agar tercapai kondisi kehamilan sehat. Beriku ini beberapa di antaranya.

  1. Cukupi kebutuhan istirahat

Peningkatan hormon progesteron yang mempunyai efek depresan pada susunan saraf menyebabkan kantuk secara alami. Akibatnya, ibu hamil mudah mengantuk dan membutuhkan tidur lebih banyak daripada biasanya.

Agar kehamilan sehat, coba Anda telaah rutinitas dan pemakaian waktu Anda sehari-hari. Kurangi aktivitas yang terlalu melelahkan dan sempatkan untuk tidur siang. Jika tubuh sudah memberikan tanda-tanda letih, segeralah beristirahat. Anda juga sebaiknya tidak terlalu memikirkan berbagai pekerjaan rumah tangga yang belum tertangani. Sudah waktunya bagi Anda untuk mengomunikasikan kepada suami bahwa Anda butuh dukungan dan pertolongannya.

Baca Juga : Beberapa Tanda Kehamilan Yang Harus Anda Ketahui

  1. Siapkan perencanaan

Bila Anda merasa tidak sanggup mengerjakan tugas-tugas rumah yang melelahkan, seperti memasak, berbelanja, dan membersihkan rumah, Anda bisa menyiapkan orang yang dapat membantu Anda melakukannya. Untuk memudahkan orang tersebut, siapkanlah perencanaan tugas harian rumah tangga Anda, termasuk daftar menu masakan. Bila Anda merasa risih atau tidak mampu untuk mempekerjakan asisten rumah tangga, Anda bisa meminta bantuan suami dan mendiskusikan solusi bersamanya agar pekerjaan rumah tangga bisa selesai dan kondisi kehamilan sehat.

  1. Cermati makanan yang dikonsumsi

Penting untuk mencermati makanan yang Anda konsumsi pada trimester pertama karena pada masa ini organ-organ pada janin mulai terbentuk. Utamakan konsumsi makanan yang mengandung nutrisi yang bermanfaat untuk mendukung perkembangan janin, seperti asam lemak omega-3 dan 6. Namun, Anda masih bisa melahap porsi besar makanan pada akhir pekan untuk menyiapkan energi yang dibutuhkan untuk menghabiskan waktu bersama dengan anggota keluarga Anda.

  1. Mencari dokter kandungan/bidan yang cocok

Bersama suami, diskusikan dan carilah dokter yang sesuai dengan keinginan Anda dan suami. Ini penting demi kehamilan sehat dan kenyamanan Anda dan suami. Anda harus bisa berkonsultasi dengan dokter/bidan dengan nyaman dan tuntas, dan jika merasa kurang cocok dengan dokter/bidan yang selama ini Anda datangi, tidak ada larangan dan tidak ada salahnya untuk berganti dokter kapan saja. Namun, sebaiknya jatuhkan pilihan sejak trimester pertama agar dokter/bidan dapat mengikuti perkembangan kehamilan Anda dengan baik dari awal hingga akhir.

  1. Bersantai

Menyesuaikan diri dengan perubahan fisik yang terjadi pada masa kehamilan memang tidak mudah.  Alhasil, kondisi emosi pun kerap tidak menentu. Untuk itu, ada baiknya Anda meluangkan waktu untuk bersantai agar kehamilan sehat, misalnya dengan mendatangi majelis pengajian, menonton film, atau mendengarkan musik. Ingat, ketegangan dan stres yang dialami oleh ibu hamil dapat memengaruhi tumbuh kembang janin.

Kenali 6 Tanda Kehamilan Sehat Pada Trimester Pertama

Saat hamil muda wanita sering mengkhawatirkan perubahan yang terjadi pada dirinya, apakah itu pertanda kehamilan yang sehat ataukah membahayakan ibu dan janin. Penting sekali untuk selalu memantau kondisi kesehatan ibu hamil, baik fisik maupun mental ibu hamil, agar dapat segera terdeteksi bila terdapat tanda-tanda gangguan pada kehamilan. Meskipun tanda kehamilan sehat pada trimester pertama pada setiap wanita bisa berbeda-beda, namun pada umumnya tanda-tanda tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Morning Sickness (Mual dan Muntah)

Pada trimester pertama ibu hamil biasanya mengalami morning sickness yang ditandai dengan mual-mual dan muntah-muntah. Ini terjadi karena adaptasi tubuh untuk merespons perubahan hormon. Mual dan muntah ini cenderung terjadi pada pagi atau malam hari dan sering kali muncul tanpa sebab. Walaupun ini merupakan tanda kehamilan sehat, bila mual dan muntah ini parah dan cenderung mengganggu kesehatan, segera periksakan kehamilan ke dokter kandungan atau bidan.

  1. Payudara Semakin Kencang dan Padat

Perubahan yang dialami sembilan dari sepuluh wanita hamil ini berlangsung hingga usia kehamilan trimester akhir. Perubahan ditandai dengan kondisi payudara yang semakin kencang dan padat. Ini merupakan tanda kehamilan sehat sebagai persiapan fisik ibu hamil untuk memproduksi ASI.

  1. Tekanan Darah Normal

Tekanan darah yang normal merupakan tanda kehamilan sehat. Sementara itu, bila Anda mempunyai riwayat hipertensi/hipotensi, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kandungan sebelum merencanakan kehamilan.

  1. Perut Sedikit Membesar

Kondisi perut yang sehat dapat diketahui lewat konsultasi dengan dokter kandungan karena pemeriksaannya memerlukan penggunaan alat medis. Pada umumnya perut belum begitu besar pada trimester pertama. Namun, bila mengalami kehamilan kembar, perubahan pada perut Anda akan terasa sangat cepat. Bahkan, pembesaran perut sudah mulai tampak ketika memasuki bulan ketiga.

Baca Juga : Agar Janin Sehat, Inilah Makanan Ibu Hamil Trimester Pertama

  1. Pertumbuhan Janin

Karena janin terbilang masih sangat kecil pada saat trimester pertama, detak jantungnya masih sulit diketahui. Umumnya itu baru dapat diketahui ketika memasuki awal trimester kedua. Walaupun demikian, Anda tida perlu khawatir. Ini merupakan tanda kehamilan sehat.

Bila Anda ingin mengetahui pergerakan janin pada trimester pertama, Anda dapat meminta bantuan bidan atau dokter kandungan untuk melakukan USG.

  1. Perubahan Suasana Hati

Perubahan suasana hati alias mood pada wanita hamil terjadi karena adaptasi tubuh terhadap hormon kehamilan. Suasana hati dapat berubah sangat cepat, misalnya Anda tiba-tiba merasa sedih dan kehilangan, lalu marah tanpa sebab yang jelas.

Perubahan suasana hati ini akan terus dialami oleh ibu hamil pada akhir trimester pertama. Namun Anda tidak perlu khawatir, karena seiring dengan pertambahan usia kehamilan, perubahan mood ini akan hilang dengan sendirinya.

Tips Kehamilan Sehat pada Trimester Pertama

Kehamilan pada trimester pertama adalah masa kehamilan yang cukup penting namun juga riskan. Masa ini penting karena janin mengalami perkembangan awal, dan riskan karena pada masa ini janin masih lemah dan rentan. Oleh karena itu, ibu harus menjaga tubuh pada awal kehamilan. Dan berikut ini adalah tips kehamilan sehat pada trimester pertama:

  1. Cukup Istirahat

Masa awal kehamilan, ada banyak perubahan yang dialami oleh seorang ibu. Dalam kondisi ini, ibu akan mudah lelah, mudah mengantuk, mual, dan pusing. Untuk mengatasi ini, ibu harus lebih banyak istirahat agar kehamilan sehat.

  1. Tidak Bekerja Berat

Trimester pertama, ibu harus mengurangi aktiftias atau pekerjaan-pekerjaan yang berat. Tubuh ibu sedang mengalami perubahan dan sedang ada tahap awal perkembangan janin dalam perut ibu. Oleh karena itu, ibu tidak boleh bekerja berat atau mengangkat barang yang berat karena dapat mempengaruhi kondisi janin.

Baca Juga ; Makanan Ibu Hamil Trimester Pertama

  1. Makan Makanan yang Sehat

Ibu harus memperhatikan makanan yang akan dikonsumsi, hal ini karena apa yang dikonsumsi oleh ibu dapat berpengaruh pada janin. Makan makanan yang sehat dan bergizi, dan sebisa mungkin hindari makanan mentah dan makanan setengah matang, seperti lalapan dan sate. Makanan yang mentah dan setengah matang dikhawatirkan mengandung zat yang berbahaya bagi janin. Oleh karena itu, ibu harus mengkonsumsi makanan terbaik yang tak hanya bermanfaat bagi tubuh ibu, tapi juga bermanfaat bagi tumbuh kembang janin dalam rahim ibu.

  1. Cermat Sumber Informasi

Bagi ibu hamil tentunya sering mencari informasi tentang kehamilan dari segalam macam sumber, baik itu itu di majalah, koran, serta internet. Akan tetapi ibu hamil harus lebih cermat dengan informasi yang didapat dengan cara menanyakan informasi tersebut kepada ahlinya, seperti kepada bidan atau dokter kandungan.

  1. Jangan Konsumsi Obat Sembarangan

Ibu hamil tidak boleh mengonsumsi obat sembarangan karena dapat mempengaruhi kondisi janin. Ibu hamil jangan pula mengkonsumsi jamu. Apabila merasakan kondisi yang tidak sehat, ibu hamil harus berkonsultasi dan memeriksakannya kepada bidan atau dokter untuk mendapatkan obat yang tepat namun tidak membahayakan janin.

  1. Berolahraga

Meski dalam kondisi berbadan dua, ibu hamil teap harus banyak gerak atau berolahraga. Lakukan gerakan-gerakan ringan atau sekadar jalan-jalan di sekitar rumah. Olahraga saat trimester pertama membantu ibu untuk memperlancar sirkulasi oksigen dalam tubuh, selain itu olahraga juga dapat membantu ibu untuk memperbaiki mood atau emosi saat hamil yang seringkali tidak stabil. Selain itu, olahraga juga menjaga berat badan ibu hamil agar tetap stabil.

Trimester pertama adalah masa yang penting, oleh karena itu ibu bisa menjalani tips-tips kehamilan sehat di atas untuk menjaga kondisi tubuh ibu serta menjaga kondisi janin agar dapat berkembang dengan baik

Tips Kehamilan Sehat untuk Wanita Usia di Atas 40 Tahun

Kehamilan merupakan sesuatu yang harus disyukuri oleh setiap ibunda. Anak adalah anugerah yang harus dijaga, sehingga ibunda harus pandai menjaga kondisi kesehatannya agar si janin yang berada di dalam kandungan dapat berkembang dengan baik dan sempurna, sebab kebiasaan ibunda akan sangat mempengaruhi perkembangan si janin. Namun, tidak sedikit di antara perempuan yang merasakan kehamilan pertama atau hamil ketika usianya sudah di atas 40 tahun. Kehamilan pada usia di atas 40 tahun tentu lebih berisiko dibandingkan dengan usia ideal bunda mengandung, yaitu antara 23-35 tahun. Bagi ibunda yang dianugerahi kehamilan pada usia di atas 40 tahun, tidak perlu khawatir, sebab ibunda tetap dapat menjaga kehamilan agar tidak berisiko dengan menerapkan hidup sehat. Berikut ini adalah tips kehamilan sehat untuk ibunda yang hamil di atas usia 40 tahun.

  1. Memilih Makanan yang Tepat

Wanita dengan usia kehamilan berisiko harus benar-benar menerapkan pola makan yang sehat, yaitu dengan hanya mengkonsumi makanan yang tepat dan bermanfaat bagi tumbuh kembang janin yang sedang dikandung. Makanan yang dikonsumsi ibunda harus banyak mengandung asam folat, protein, zat besi, dan kalsium, yang akan menjaga kesehatan ibunda dan kesehatan janin. Makanan seperti sayuran hijau dan kacang-kacangan sangat dianjurkan untuk dikonsumsi ibunda. Tambahkanlah makanan sehat tersebut dengan mengkonsumsi vitamin prenatal secara teratur sepanjang masa kehamilan.

Baca Juga : Gaya Hidup Sehat untuk Kehamilan Sehat

  1. Menghindari Zat Berbahaya

Kehamilan sehat dapat dimulai dengan menjalani pola hidup sehat. Pola hidup sehat bagi wanita hamil dapat dilakukan dengan menghindari zat-zat berbahaya yang akan mengganggu kesehatan, dan tentu akan membawa dampak yang kurang baik bagi janin. Di antara zat-zat berbahaya yang harus dihindari oleh ibu hamil dengan usia rentan adalah mengkonsumsi alkohol, berada di lingkungan yang penuh asap rokok, mengkonsumsi obat tanpa resep dokter kandungan, dan mengkonsumsi makanan instan. Tidak sedikit makanan instan yang mengandung zat berbahaya dan berpotensi menjadi racun bagi tubuh. Untuk itu, ibu dengan usia kehamilan yang rentan wajib menjauhi zat-zat berbahaya tersebut.

  1. Jangan Mudah Stress

Wanita hamil akan jauh lebih sensitif. Hal ini berpotensi membuat ibunda gampang stress. Cara terbaik agar tidak mudah stress adalah selalu berpikir positif dan tidak perlu khawatir berlebihan akan janin yang berada dalam kandungan. Sebab, wanita berusia di atas 40 tahun yang hamil cenderung terkena syndrom mudah stress dan terlalu mencemaskan kondisi kesehatan bayinya. Hal tersebut justru tidak sehat. Tumbuhkanlah sikap optimisme dalam diri agar janin yang berada dalam kandungan sehat dan berkembang dengan baik.

Itulah beberapa kiat kehamilan sehat untuk ibunda yang berusia di atas 40 tahun. Kehamilan, di usia berapapun, harus selalu disyukuri, yaitu dengan cara menjaga kehamilan sebaik mungkin dan berusaha agar janin yang berada dalam kandungan dapat berkembang secara maksimal.

Gaya Hidup Sehat untuk Kehamilan Sehat

Momen kehamilan merupakan saat-saat yang membahagiakan bagi seorang perempuan yang mengidam-idamkan ingin memiliki momongan. Janin di dalam kandungan yang sudah dianugerahkan Tuhan kepada kita harus dijaga dengan baik agar janin tetap sehat dan berkembang dengan sempurna. Salah satu upaya yang dapat dilakukan ibu hamil dalam menjaga janin yang dikandungnya adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat. Hidup sehat akan membuat kemilan menjadi sehat. Berikut ini adalah kiat-kita kehamilan sehat untuk ibu hamil.

  1. Melakukan Olahraga

Tidak sedikit ibu hamil yang beranggapan bahwa ketika sedang hamil, mereka harus banyak beristirahat dan menghindari kegiatan-kegiatan yang menguras energi dan fisik. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Ibu hamil tetap harus melakukan olahraga untuk menjaga kondisi tubuhnya agar tetap sehat dan segar, dengan catatan, olahraga yang dilakukan tidak terlalu menguras energi, seperti jalan santai, yoga, renang, dan senam ibu hamil. Seorang ibu hamil dianjurkan untuk tetap melakukan kegiatan yang dapat mengeluarkan keringat asalkan tidak melakukan kegiatan yang berat-berat seperti mengangkat beban dan terlalu lelah. Berolahragalah dengan kadar yang tepat dan teratur, misalnya dengan berjalan kaki sejauh 200-an meter setiap pagi.

Baca Juga : Ciri-ciri Kehamilan Sehat

  1. Rutin Memeriksa Kondisi Kandungan

Ibu hamil dianjurkan untuk memeriksakan kondisi kehamilannya minimal sebulan sekali pada bidan atau dokter. Dengan memeriksakan kehamilan, maka kita akan mengetahui kondisi kesehatan janin, mengetahui perkembangannya, bahkan kita dapat berkonsultasi tentang apa yang kita rasakan selama kehamilan. Bidan atau dokter kandungan akan selalu memberi saran dan solusi tentang kegiatan-kegiatan dan makanan-makanan yang cocok dilakukan oleh ibu hamil. Dengan memeriksakan kehamilan secara rutin, kita juga akan mendapatkan informasi tentang langkah-langkah prefentif yang harus dilakukan selama kehamilan.

  1. Menjaga Pola Makan

Kehamilan sehat sangat dipengaruhi oleh pola makan sang ibu. Makanan yang dikonsumsi si ibu akan berpengaruh terhadap perkembangan janin. Pola makan akan berdampak langsung pada si janin, sehingga seorang ibu yang sedang mengandung harus benar-benar menjaga pola makannya. Dengan menerapkan pola makan teratur, berat badan kita tetap ideal dan asupan gizi dan nutrisi yang diterima si janin juga cukup. Ibu hamil harus mengkonsumsi makanan yang bergizi dan mengandung nutrisi yang baik bagi janin. Jenis makanan yang sangat dianjurkan untuk ibu hamil adalah sayur-sayuran hijau dan buah-buahan. Namun tidak semua jenis buah-buahan baik untuk ibu hamil. Beberapa di antara buah-buahan yang dilarang untuk dikonsumsi ibu hamil adalah nanas dan durian.

  1. Posisi Tidur yang Benar

Posisi juga membawa dampak bagi kehamilan sehat. Berat badan yang semakin meningkat dan bentuk perut yang semakin membesar harus diimbangi dengan posisi tidur yang benar. Posisi tidur yang harus dihindari adalah posisi tidur terlentang. Tidur terlentang akan membuat beban di perut ibunda akan ditopang sepenuhnya oleh pinggang dan tulang punggung. Hal tersebut berpotensi membuat tulang punggung dan pinggang akan mudah ngilu dan sakit. Salah satu posisi tidur yang dianjurkan adalah dengan tidur posisi miring ke kiri, karena bobot di perut ditopang oleh tempat tidur, sehingga kondisi ibu tidak mudah lelah.

Ciri-ciri Kehamilan Sehat

Setiap ibu yang tengah mengandung tentunya berharap menjalani kehamilan sehat. Akan tetapi tak sedikit para ibu yang tetap mengalami kekhawatiran mengenai kondisi kehamilannya, apalagi bagi ibu yang baru hamil untuk pertama kalinya. Janin yang sehat tentunya sangat tergantung pada pola hidup yang dilakukan oleh ibu sehari-hari. Oleh karena itu, ibu hamil haruslah menjaga asupan gizi juga kondisi tubuh selama masa kehamilan. Untuk mengetahui kondisi kehamilan yang sehat, selain harus rajin cek dan kontrol ke dokter, berikut ini adalah hal-hal yang harus diperhatikan oleh para ibu:

  • Tekanan Gula Darah

Selama masa kehamilan, ibu harus memantau kesehatan secara rutin, salah satunya adalah dengan memeriksa tekanan darah serta kadar gula dalam darah secara rutin. Pemantauan tekanan darah serta kadar gula darah ini harus dicermati, apakah ada lonjakan yang drastis ataukah dalam keadaan normal. Dikarenakan tekanan gula darah yang meningkat drastis bisa menyebabkan pre eklamsia yang bisa membahayakan ibu dan janin, bahkan tak jarang, bayi harus lahir prematur karena kondisi ini.  

  • Pertumbuhan Janin

Janin yang sehat tentunya akan tumbuh sesuai dengan usia kehamilan, hal ini dapat dilihat dengan cara USG sehingga dapat terlihat kondisi janin di dalam kandungan. Bagaimana detak jantungnya, bagaimana perkembangan organ tubuhnya, dan perkembangan berat badannya. Kehamilan yang sehat tentunya perkembangan janin dalam rahim pun sesuai dengan usia kandungannya.

Baca Juga : Makanan Ibu Hamil untuk Penambah Darah

  • Berat Badan

Setiap ibu yang sedang hamil tentunya mengalami peningkatan berat badan. Adanya peningkatan berat badan ini tentunya dipengaruhi oleh perkembangan janin dalam kandungan. Menurut para pakar kesehatan, kehamilan yang sehat mengalami kenaikan berat badan antara 11 – 15 kilogram. Oleh karena itu, untuk menjaga kehamilan yang sehat, ibu tidak terlalu boleh terlalu kelebihan berat badan.  

  • Tingkat Hormon

Kehamilan sehat ditandai dengan jumlah progesteron serta estrogen yang sesuai. Pada wanita hamil, dengan kandungan yang sehat mampu menghasilkan progesteron sejumlah 400 mg. Sedangkan wanita kehamilannya tidak sehat hanya memiliki hormon progesteron sebanyak 20 mg. Kedua hormon ini bermanfaat dalam pembentukan jaringan serta mengatur endometrium.

  • Perkembangan Perut

Setiap ibu hamil memang memiliki perkembangan perut yang berbeda-beda, ada ibu hamil yang perut hamilnya sudah terlihat saat usia kehamilan 5 bulan, namun ada juga ibu hamil yang perutnya baru terlihat besar ketika kandungan berusia 7 bulan. Salah satu hal yang menjadi faktor besar tidaknya perut saat hamil adalah berat badan serta tebal atau tipisnya kulit bagian perut. Meski begitu, ibu harus bisa melihat adanya perkembangan atau tidak, untuk memastikannya bisa datang ke bidan/dokter.

  • Gerakan Janin

Gerakan janin juga menjadi salah satu indikator sehat tidaknya kehamilan. Gerakan janin sudah dapat dirasakan saat usia kandungan menginjak 16 minggu atau 18 minggu. Dalam kehamilan yang sehat, gerakan janin akan teratur, hal ini menunjukkan bahwa janin mendapatkan oksigen yang cukup. Ciri-ciri kehamilan sehat ini harus selalu dipastikan oleh ibu hamil, untuk memastikan bahwa janin yang ada di kandungan dalam keadaan sehat.

Tanda-Tanda Kehamilan Sehat yang Perlu Ibu dan Ayah Ketahui

Informasi mengenai seputar kehamilan perlu diketahui bukan hanya oleh calon ibu saja, namun juga oleh calon ayah. Hal ini sangat penting karena dapat mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kehamilan sehat. Selain itu dapat mengetahui tanda-tanda kehamilan yang tidak wajar sehingga dapat melakukan pencegahan dan penyembuhan sejak dini.

Wanita yang sedang hamil akan mengalami perubahan yang signifikan, terutama dari segi fisik. Salah satu tanda fisik yang paling jelas terlihat adalah perubahan ukuran perut. Hal tersebut dikarenakan rahim di dalam perut ibu semakin membesar seiring dengan pertumbuhan janin.

Saat usia kehamilan masih minggu / bulan pertama belum terlihat perubahan fisik secara kasat mata. Namun sebenarnya tanda-tanda kehamilan sudah bisa dilihat dengan adanya janin di dalam rahim. Selain itu hormon didalam tubuh mengalami perubahan. Semua ibu hamil mengharapkan perubahan yang terjadi pada tubuhnya mengarah kepada tanda-tanda kehamilan sehat dan normal.

Berikut adalah tanda-tanda kehamilan yang sehat :

Tekanan Darah

Kehamilan yang sehat ditandai dengan tekanan darah yang normal. Jika tekanan darah meningkat drastis, sebaiknya Anda waspada karena ditakutkan terjadi kelainan pada kehamilan atau terjadi komplikasi. Jika terjadi maka dokter atau bidan bisa menangani secepatnya dan diatasi sebelum proses persalinan. Untuk mengetahui tekanan darah bisa caranya control secara rutin ke dokter kandungan atau bidan.

Kadar Gula Darah

Sama halnya dengan tekanan darah, pada kadar gula darah di dalam tubuh ibu hamil juga harus berada dalam batas normal. Seringkali kadar gula yang meningkat drastic menyebabkan komplikasi dan harus segera ditangani oleh dokter.

Baca Juga: Jenis-Jenis Makanan Ibu Hamil yang Harus Dihindari, Bukan Sekedar Mitos!

Berat Badan

Memeriksakan kesehatan kehamilan selama proses kehamilan sangatlah penting. Saat periksa ibu hamil akan diperiksa berat badannya. Berat badan saat kehamilan menjadi salah satu poin yang bisa dijadikan rujukan apakah kehamilan sehat atau tidak. Jika berat badan tidak bertambah selama proses kehamilan, harus diwaspadai dan segera ditangani. Sebagai patokan ibu hamil biasanya berat badannya akan bertambah 12 – 15kg. Namun jika berat badan naik secara drastic, biasanya dokter akan menangani dengan tindakan mengontrol berat badan hingga batas wajar.

Nyeri dan Sakit

Semakin bertambah usia kehamilan ditandai dengan nyeri dan sakit pada sebagian anggota tubuh, biasanya terjadi di bagian paha, kaki, pinggang. Hal tersebut wajar karena janin tumbuh semakin besar dan dipengaruhi oleh perubahan hormone, namun jika nyerinya berlebihan sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk memastikan apakah kehamilan berjalan normal atau tidak.

Demikian tanda-tanda kehamilan sehat dan normal yang harus ibu dan ayah ketahui dan pahami dengan baik. Dengan mengetahu tanda-tanda kehamilan yang normal dan sehat diharapkan dapat bertindak dengan cepat jika muncul tanda-tanda kehamilan yang tidak sehat atau tidak normal.

Kenali Tanda-Tanda Kehamilan Sehat & Normal

Kehamilan sehat dan normal merupakan hal yang penting karena hal tersebut berkaitan dengan kesehatan ibu dan janin. Agar proses selama hamil selalu dalam kondisi sehat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya: asupan makanan dengan kandungan nutrisi yang seimbang, berat badan yang ideal dan olahraga sesuai dengan kondisi.

Dalam artikel ini kami akan memberikan gambaran mengenai tanda kehamilan sehat dan normal:

Tekanan Darah dan Kadar Gula Tubuh Ibu Hamil

Saat hamil umumnya terjadi perubahan tekanan darah dan kadar gula darah. Namun harus diwaspadai ketika berubah secara drastis. Kedua hal tersebut menjadi hal penting bagi kesehatan ibu dan janin. Jika terlalu drastis perubahannya dikhawatirkan dapat memicu lahir secara prematur jadi jika mengalami hal tersebut sebaiknya segera periksa atau konsultasikan ke dokter spesialis kandungan atau bidan.

Rahim  dan Plasenta

Hamil yang sehat ditandai dengan kondisi rahim dan plasenta yang sehat pula. Kondisi janin aman atau tidaknya selama kehamilan dipengaruhi pula oleh kondisi rahim dan plasenta. Artinya plasenta harus dalam kondisi melekat pada dinding rahim, jika plasenta lepas biasanya bisa menyebabkan keguguran.

Agar rahim dan plasenta sehat caranya adalah dengan menjaga pola hidup sehat. Jika pernah mengalami riwayat gangguan kesehatan yang berhubungan dengan rahim sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Baca Juga : Makanan Ibu Hamil Sesuai Dengan Kebutuhan

Pertumbuhan dan Pergerakan Janin

Ibu hamil harus rajin memeriksa kondisi kesehatan dirinya dan janin yang ada di dalam perutnya. Caranya bisa dengan pemeriksaan USG. Jika terjadi tanda-tanda kekurangan oksigen di dalam rahim sebaiknya segera tangani lebih lanjut karena hal ini bisa menyebabkan fungsi plasenta terganggu.

Selain memeriksa pertumbuhan janin, ibu hamil perlu memeriksa pergerakan janin setiap trimester. Saat memasuki minggu ke 6 dan ke 10 biasanya mulai terasa ada pergerakan janin. Gerakan janin dianggap atau dijadikan tanda janin di dalam perut dalam kondisi sehat dan menerima oksigen yang cukup.

Berat Badan Ibu Hamil

Saat awal kehamilan dokter biasanya menyarankan ibu hamil naik berat badannya sekitar 13-15kg. Sedangkan ibu hamil yang memiliki kelebihan bera badan biasanya dokter akan memberikan anjuran tersebiri selama masa kehamilan dengan catatan tetap terjaga kesehatannya.

Kondisi Hormon

Selama kehamilan hormon di dalam tubuh akan mengalai perubahan. Perubahan tersebut berdampak pada perubahan fisik dan psikis. Salah satu perubahan hormone adalah hormone progesterone yang bisa mencapai 400mg. Selain itu perubahan terjadi pada hormon estrogen yang fungsinya membentuk jarinagn dan menampung janin di dalam perut.

Demikian tanda-tanda kehamilan sehat dan normal. Jika Anda mengalami gejala atau tanda yang tidak wajar, segera konsultasikan ke dokter kandungan atau bidan. Semoga artikel ini dapat menambah informasi dan bermanfaat!

3 Tips Agar Kehamilan Sehat dan Lancar Hingga Proses Persalinan

Kehamilan merupakan moment yang paling ditunggu dan membahagiakan bagi suami istri, terutama yang belum dikaruniai anak kehamilan. Segala macam cara dilakukan agar kondisi kehamilan sehat, baik kondisi ibu maupun janinnya.

Namun proses kehamilan bukanlah hal yang mudah, banyak hal yang menyebabkan kehamilan menjadi bermasalah dan beresiko. Beberapa kasus tanda kehamilan yang bermasalah kadang tidak bisa di diteksi sehingga mengakibatkan perkembangan janin terhambat.

Berikut akan dijelaskan mengenai tips agar kehamilan Anda sehat sampai proses persalinan. Adapun informasi yang kami berikan berasal dari berbagai sumber, berikut penjelasannya:

Persiapan Fisik dan Mental

Proses kehamilan memerlukan persiapan fisik dan mental. Persiapan fisik diantaranya  adalah menjaga kondisi tubuh, caranya bisa dengan olahraga dan mengkonsumsi makanan dan minuman bernutrisi. Persiapan fisik juga menyangkut kebiasan atau gaya hidup. Calon ibu harus menghentikan kebiasaan yang buruk, misalnya: merokok, makan makanan kemasan/ instan, minum alcohol, begadang, minum kafein dsb.

Sedangkan persiapan mental bisa berupa kesiapan memiliki anak, umumnya persiapan mental dipengaruhi oleh kondisi keuangan dan kondisi sosial / lingkungan tempat tinggal. Banyak pasangan yang belum siap atau menunda kehamilan karena ingin berkarir dulu. Oleh sebab itu sebaiknya rencana kehamilan harus dibicarakan denga pasangan terlebih dulu.

Baca Juga: Tips dan Cara Mengatasi Stress Saat Hamil yang Tepat dan Cepat

Mencari Informasi Seputar Kehamilan

Pasangan suami istri yang sedang menunggu kelahiran buah hati, sudah seharusnya melengkapi dirinya dengan berbagai macam pengetahuan menyangkut kehamilan sehat, diantaranya:

  • Mengetahui dan memahami perkembangan janin setip bulannya

Masa kehamilan bisa dibagi menjadi 3 masa, yaitu: usia kehamilan 1 – 3 bulan atau tremister pertama, usia kehamilan 4 – 6 bulan atau tremister kedua dan usia kehamilan usia 7 – 9 bulan yaitu tremister ketiga. Masing-masing usia kehamilan memiliki ciri-ciri dan tanda pertumbuhan janin.

  • Mengetahui masalah gizi

Gizi dan nutrisi merupakan hal yang harus diperhatikan selama proses kehamilan. Jika ibu hamil kekurangan gizi bisa menyebabkan kurang energy kronis atau KEK. Akibatnya, bisa menyebabkan bayi lahir dalam kondisi meninggal dunia atau mengalami gangguan kesehatan. Ibu hamil juga harus mengetahui makanan dan minuman yang dianjurkan dan yang tidak boleh dikonsumsi selama proses kehamilan. Selain itu hentikan kebiasaan atau gaya hidup yang tidak sehat.

  • Periksa ke dokter atau bidan secara rutin

Jangan menunda control ke dokter kandungan, agar mengetahui kondisi perkembangan janin dan kesehatan ibu hamil itu sendiri. Jika ada hal-hal yang tidak wajar selama proses kehamilan, sebaiknay konsultasikan ke dokter atau bertanya kepada yang berpengalaman.

Pengetahuan mengenai kehamilan sehat bukan hanya harus diketahui oleh wanita saja, bagi pria (calon ayah) hendaknya mengetahui sehingga dapat membantu dan mendukung proses selama kehamilan. Semoga uraian mengenai tips kehamilan sehat ini bisa memberikan informasi dan bermanfaat!