Cara Tepat Menyiapkan Makanan Sehat untuk Bayi

Cara Tepat Menyiapkan Makanan Sehat untuk Bayi

Anak merupakan permata hati bagi para orang tua, maka tak heran jika setiap orangtua ingin memberikan yang terbaik bagi anaknya, termasuk dalam hal memenuhi kebutuhan nutrisi. Melalui makanan yang kaya akan gizi, Anda bisa memenuhi kebutuhan nutrisi si kecil.

Cara Tepat Menyiapkan Makanan Sehat untuk Bayi

Sayangnya, masih banyak orang tua yang mementingkan menu makanan tanpa memperdulikan mengenai proses pengolahan serta penyajian makanan tersebut. Padahal, jika makanan bayi dibuat sembarangan tanpa memperhatikan kebersihan dapat mengakibatkan si kecil jatuh sakit. Lalu bagaimanakah langkah tepat dalam menyiapkan makanan sehat untuk si kecil? Berikut ulasannya.

Sarana penularan penyakit infeksi

Sebelum menyiapkan makanan bayi, ada baiknya jika Anda mengetahui dampak buruk jika bayi mengonsumsi makanan yang tidak terjaga kebersihannya. Yang perlu Anda ketahui bahwa bayi sangat rentan terinfeksi bakteri dan virus yang ditularkan melalui makanan yang tidak higienis. Kendati Anda telah memilih bahan makanan yang terbaik, namun hal tersebut jadi tidak berguna saat olahan makanan yang Anda buat sudah terkontaminasi dengan bakteri dan kuman. baca juga Memilih Makanan Bayi Alami dengan Tepat untuk Sang Buah Hati Tercinta

Menurut World Health Organization, ada banyak jenis virus dan bakteri yang biasanya ditemukan dalam makanan bayi, seperti Campylobacter, Shigella, Notovirus dan E.coli. Jika semua bakteri tersebut ada dalam makanan si kecil, bukan tidak mungkin mereka akan mengalami infeksi saluran pencernaan yang bisa mengakibatkan diare.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengolahan makanan bayi

Setelah memilih bahan makanan yang memiliki gizi tinggi, kini saatnya mengolah bahan tersebut menjadi menu makanan sehat. Namun, hal penting yang harus Anda perhatikan dalam proses ini adalah kebersihan. Sebagai langkah awal dalam mengolah makanan bayi adalah jangan lupa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Baru setelah itu Anda bisa mencuci semua bahan makanan, seperti sayuran dan buah sebelum memisahkannya dari kulit.

Setelah bahan makanan sudah bersih, segeralah untuk memasak bahan makanan tersebut hingga matang. Jangan coba-coba memberi bayi makanan yang mentah apalagi lauk pauk yang belum matang ataupun yang setengah matang, seperti telur atau daging. Bahan makanan yang masih mentah, biasanya mengandung banyak bakteri yang berbahaya bagi kesehatan bayi.

Dalam pemberian susu sapi, sebaiknya pilihlah susu yang dipasteurisasi. Hindari memberikan susu sapi yang belum disterilkan kepada si kecil. Dan terakhir jangan lupa untuk membiasakan si kecil untuk selalu mencuci tangan, baik sebelum dan sesudah makan.

Apakah boleh menghangatkan kembali makanan bayi?

Menghangatkan kembali makanan bayi untuk kembali dikonsumsi sebenarnya tidak masalah. Namun, ada hal penting yang harus Anda perhatikan seperti tidak menyimpan makanan terlalu lama dalam kulkas, usia maksimal makanan yang disimpan hanya boleh bertahan dua hari saja. Lalu pastikan untuk mencairkan makanan beku terlebih dahulu sebelum dipanaskan dan jangan memanaskan makanan lebih dari satu kali.

peralatan bayi bebek

Sediakan Makanan Bayi Umur 1 Tahun yang Tepat untuk Si Kecil, Inilah Rekomendasinya!

Seiring dengan tumbuh kembang si kecil, nutrisi yang dibutuhkannya pun pastinya juga akan kian banyak. Misalnya saja ketika bayi sudah mulai memasuki umur 1 tahun dimana di masa tersebut bayi sudah berganti konsumsi dari ASI kepada susu sapi. Anda pun sudah bisa memberikan ragam camilan padat untuknya, apalagi bayi yang sudah memasuki proses sapi. Meski sudah sangat banyak makanan bayi yang bisa jadi pilihan, tapi Anda juga harus memperhatikan benar asupan untuknya.

Sediakan Makanan Bayi Umur 1 Tahun yang Tepat untuk Si Kecil, Inilah Rekomendasinya! 

Di usia bayi 1 tahun, akan ada cukup banyak perubahan untuk pola makan yang dimiliki oleh si kecil. Berat badan bayi akan bisa tumbuh dengan amat cepat yakni mencapai tiga kali dari berat badan waktu lahirnya. Meski demikian, setelah itu nantinya akan ada kemungkinan berat badannya melambat dan selera makan darinya bisa berubah lantaran perubahan aktivitas yang dimilikinya. Tidak perlu terkejut jika Anda menemukan bayi yang awalnya sangat suka jenis makanan tertentu lalu kemudian di waktu lainnya justru menjadi tidak suka sama sekali.

Berikut ini beberapa rekomendasi makanan bayi usia 1 tahun yang bisa Anda jadikan panduan dan referensi:

  • Seafood menjadi makanan pertama yang bisa Anda berikan padanya. Caranya pun mudah. Anda hanya perlu mencampurkan ikan salmon bersama keju sebanyak 2 sendok makan. Jika sudah, padukan saja dengan kentang yang sudah ditumbuk.
  • Buah semangka sangat menyegarkan. Biarkan si kecil untuk mencobanya. Anda cukup menyajikannya dengan menghancurkan dua mangkuk semangka. Pilih semangka tanpa biji lalu tambah satu mangkok strawberry serta yoghurt secukupnya. Dinginkan lalu bisa diberikan kepada bayi.
  • Pisang menjadi andalan untuk para Ibu dalam memberikan makanan untuk bayinya ketika usia ini. Jika pisang saja terasa membosankan, maka bisa juga menambahkan dengan susu cokelat manis sehingga rasanya lebih manis.
  • Kacang-kacangan juga bisa diberikan pada bayi di usia 1 tahun. Namun pastikan kacangnya adalah kacang rebus misalnya kacang tanah atau kacang merah. Anda bisa menumbuknya, disajikan langsung atau dengan tambahan berupa yoghurt.
  • Panekuk dengan rasa manis nan lezat biasanya amat disukai si kecil. Jika terlalu sulit membuatnya sendiri, maka bisa menggunakan adonan dari panekuk instan. Jika sudah matang, tambah saja irisan buah atau yoghurt di atas panekuk tersebut.

Pilihan makanan bayi di usianya 1 tahun memang sudah cukup banyak dan bervariasi. Meski demikian, dalam hal waktu pemberian makanannya tetap harus disesuaikan. Untuk waktu yang direkomendasikan yakni tiga kali saat makanan utama dan juga 2 sampai 3 kali untuk makanan selingannya. Beri porsi makanan kecil lantaran perut bayinya masih kecil. Jangan berikan makan bayi dalam jumlah besar ketika waktu makannya karena perutnya masih belum siap menerima makanan banyak langsung.

Tips Memilih Cemilan Bayi yang Sehat

Tips Memilih Cemilan Bayi yang Sehat

elain waktu tidur yang cukup, asupan nutrisi merupakan hal yang sangat penting bagi pertumbuhan bayi. Oleh karena itu, memilih makanan bayi harus dilakukan secara tepat agar asupan nutrisinya terpenuhi. Berbeda halnya dengan orang dewasa, bayi memiliki lambung yang berukuran kecil sehingga akan sulit memberikannya beraneka ragam makanan dalam sekali makan. Cemilan bayi yang diberikan disela-sela makanan utama bayi merupakan solusi pemenuhan asupan nutrisi sehat bagi bayi. Namun, pemilihan cemilan tersebut sebaiknya diberikan perhatian khusus agar tidak memberikan dampak kurang baik bagi tubuh.

Tips Memilih Cemilan Bayi yang Sehat
Tips Memilih Cemilan Bayi yang Sehat

Cemilan bayi yang ringan dan sederhana

Terkadang, cemilan ringan yang bergizi justru lebih banyak memerlukan persiapan. Namun, Anda dapat membuatnya lebih mudah dengan makanan yang ringan dan sederhana agar balita bisa makan sendiri. Pikirkanlah makanan yang mudah dimakan dengan tangan atau makanan yang mudah digigit seperti:

  • Biskuit gandum dan muffin mini, sandwich, dan sponge cake yang sehat
  • Keju yang dipotong tipis atau yang diparut
  • Sereal sarapan yang rendah gula dan diperkaya dengan vitamin, kalsium, dan serat
  • Buah segar yang dipotong kecil-kecil seperti stroberi, tomat, dan apel yang mengandung vitamin C
  • Kacang yang dicampur pretzel, keripik pisang, seral gandum, dan popcorn sebagai snack bergizi
  • Kismis sebagai pelengkap apel dan stroberi
  • Telur untuk anak usia 4 tahun
  • Pasta dengan kandungan karbohidrat tinggi sebagai cemilan yang mengenyangkan
  • Smoothies dan yogurt rendah lemak sebagai sumber kalsium
  • Ubi jalar yang disajikan dengan  digoreng ataupun dikukus. Ubi sangat kaya akan vitamin A, B6, C, dan asam folat

Biarkan sang bayi yang memilih

Anda bisa mencoba menawarkan beberapa makanan bergizi setiap kali makan cemilan ringan, kemudian biarkan sang bayi yang memilih yang mana dan berapa banyak yang dia inginkan. Di lain hari, Anda bisa mencampurkan makanan bergizi lainnya ke dalam makanan yang ia sukai sebagai variasi. Hal yang harus diingat, jangan permasalahkan makanan yang tidak habis, bahkan jika anak melewati makanan ringan atau makanan utama. Namun, jangan pula mengizinkan anak memilih makanan alternatif dan memutuskan waktu makan utamanya sendiri.

Bca juga: Bagaimana Cara Memberi Makanan Bayi yang Baik dan Benar?

Waktu yang tepat untuk memberikan cemilan bayi

Bayi mulai bisa diberikan makanan sejak usia enam bulan. Pemberian makanan pada bayi sebelum enam bulan dapat membahayakan pencernaan bayi karena ukuran ususnya yang masih sangat kecil. Biasanya makanan utama bayi diberikan sebanyak tiga kali dalam sehari. Cemilan sehat untuk bayi disarankan untuk diberikan diantara makan pagi dan siang serta makan pagi dan malam.

Usahakan untuk tidak memberikan cemilan bayi di waktu yang berdekatan dengan jam makan utama karena akan mengurangi nafsu makan bayi. Porsi yang diberikan sebagai cemilan sehat pun harus diperhatikan. Sebaiknya beri porsi cemilan yang sedikit agar tidak mengganggu porsi makanan utama.

 

Bagaimana Cara Memberi Makanan Bayi yang Baik dan Benar?

Bagaimana Cara Memberi Makanan Bayi yang Baik dan Benar?

Memberi makan bayi adalah kegiatan yang gampang-gampang susah untuk orang tua. Orang tua tidak boleh secara sembarangan dalam menentukan makanan yang bisa dijadikan menu makan bayi. Bayi umumnya membutuhkan nutrisi tambahan saat usianya menginjak 6 bulan. Makanan ini fungsinya untuk menunjang tumbuh kembangnya bayi. Selain itu, pada usia tersebut sudah terlihat tanda-tanda bayi siap menerima makanan padat atau makanan selain ASI. Namun, bagi bayi, makanan padat belum tentu bisa diterima dengan baik sebagai pendamping ASI. Berikut ini adalah cara-cara dalam memberikan makanan bayi.

Bagaimana Cara Memberi Makanan Bayi yang Baik dan Benar?

Mengolah makanan bayi dengan benar

Makanan bayi tidak boleh diolah secara asal-asalan dan sembarangan, karena bisa saja bayi terserang penyakit infeksi akibat tidak benar dalam mengolah makanannya. Berikut ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain:

  • Cuci dan kupas semua buah dan sayuran yang menjadi bahan makanan bayi.
  • Pastikan mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir sebelum mengolah dan menyiapkan makanan bayi.
  • Jangan menyimpan makanan yang sudah dimakan sebelumnya. Artinya, siapkan porsi yang sesuai untuk sekali makan tanpa meninggalkan sisa.
  • Selalu masak semua bahan makanan sampai matang, jangan berikan makanan yang mentah atau setengah matang. Pasalnya makanan setengah matang biasanya mengandung bakteri yang cukup banyak.

Kenali makanan yang dapat menyebabkan alergi

Sebagian besar orang tua kadang tidak mengetahui bahwa makanan tertentu dapat menimbulkan alergi pada bayi, atau malah menganggapnya bukan hal yang membahayakan kesehatan bayi. Tanpa disadari, hal ini akan menjadi langkah awal dari pembiaran tumbuhnya penyakit yang mengganggu kesehatan Beberapa makanan yang biasanya menimbulkan efek alergi pada bayi, diantaranya yaitu kerang, susu sapi, madu, jeruk lemon, serta kacang-kacangan.

Virus dan Bakteri yang sering mengkontaminasi makanan

Sebenarnya, penyakit seperti infeksi lebih muda ditularkan melalu makanan, lebih-lebih jika kita kurang teliti dalam menjaga kebersihan makanan. Anda harus memastikan pengolahan makanan dengan baik serta pastikan tidak terkontaminasi bakteri dan kuman penyakit. Beberapa jenis virus dan bakteri yang biasanya mengontaminasi makanan bayi, adalah sebagai berikut.

  • Campylobacter
  • Notovirus
  • E.Coli
  • Salmonella
  • Shigella

Apabila virus dan bakteri tersebut ada dalam makanan, sangat mungkin si kecil akan mengalami infeksi pada saluran pencernaan yang menyebabkan diare.

Menyimpan dan menghangatkan makanan bayi

Sebagian besar orang tua masih bertanya-tanya, apakah boleh menyimpan atau menghangatkan makanan untuk dikonsumsi si kecil. Sebetulnya tidak apa-apa, hanya saja Anda harus memperhatikan tips yang sebaiknya dilakukan agar makanan tersebut tetap aman dan sehat, yakni:

  • Sebaiknya, jangan memanaskan makanan lebih dari satu kali
  • Jangan menyimpan makanan terlalu lama, maksimal 2 hari disimpan dalam kulkas
  • Makanan yang beku hendaknya dicairkan terlebih dahulu sebelum dipanaskan
Tips Memilih Bahan Makanan Bayi Untuk Pendamping ASI

Tips Memilih Bahan Makanan Bayi Untuk Pendamping ASI

Bayi baru lahir hingga berusia 6 bulan sebaiknya hanya diberikan ASI saja sebagai makanan utama dan satu-satunya untuk mencegah timbulnya gangguan pencernaan kelak ketika ia dewasa. Setelah bayi menginjak usia 6 bulan, secara bertahap bayi dapat diperkenalkan dengan makanan bayi lain untuk menambah sumber nutrisi yang dibutuhkannya. Makanan tambahan tersebut masih difungsikan sebagai pendamping ASI sehingga memiliki porsi yang dibutuhkan juga tak berlebihan. Sebagai bahan makanan yang bisa digunakan, ada banyak pilihan sesuai dengan usia bayi dan keadaan gigi untuk mencerna makanan.

Tips Memilih Bahan Makanan Bayi Untuk Pendamping ASI 

Sumber makanan yang sebaiknya digunakan adalah bahan makanan yang memiliki kandungan gizi sehingga membantu tumbuh kembang bayi agar lebih optimal. Selain itu kandungan kalori juga bisa diperhitungkan sebagai sumber tenaga karena bayi lebih lincah di usia menginjak 7 bulan. Tekstur makanan sebisa mungkin dibuat agar bayi juga berlatih mengunyah sesuai dengan kondisi gigi dan mulut saat itu. Berikut ini adalah beberapa bahan makanan yang bisa digunakan dan cara mengolahnya untuk dijadikan makanan pendamping ASI untuk bayi usia 6 hingga 7 bulan: 

  • Beras merah.

Beras merah merupakan sumber serat, kalori dan mineral yang sangat baik untuk perkembangan si kecil. Karenanya beras merah sering dijadikan bahan makanan bubur bayi dengan cara pengolahan tradisional maupun modern. Jika Anda ingin membuatnya, maka sesuaikan tekstur bubur dengan gigi bayi. Untuk bayi yang belum memiliki gigi, buat bubur sehalus mungkin agar mudah ditelan. Namun bagi bayi dengan gigi depan atau seri, buat bubur dengan sedikit kasar agar menimbulkan sensasi ingin menggigit atau mengunyah.

  • Buah pisang.

Bahan makanan bayi lainnya yang juga sudah sering digunakan adalah buah pisang. Selain sebagai sumber vitamin, buah pisang juga mengenyangkan dan menjadi sumber tenaga dengan rasa manis. Bayi dengan gigi dapat dibiasakan langsung mengkonsumsi pisang tanpa diolah terlebih dahulu. Namun jika Anda akan memberikan pisang pada bayi yang belum memiliki gigi, sebaiknya dilumatkan dengan tambahan susu agar menjadi massa yang halus dan encer.

  • Sayuran.

Sayuran menjadi sumber mineral yang banyak dibutuhkan bayi. Contoh sayur yang dapat diberikan dengan jumlah lebih banyak seperti brokoli serta wortel dan bayam. Caranya adalah dengan memblender dan menjadikannya bubur atau campuran dengan bubur beras merah.  

Beberapa bahan makanan bayi di atas bisa Anda pilih sebagai menu harian untuk si kecil sebagai makanan pendamping ASI. Jangan lupa untuk menyesuaikan cara pengolahannya dengan kondisi gigi bayi agar tidak berbahaya dan bisa merangsang pertumbuhan giginya. Berikan makanan setengah padat pada bayi sebanyak 3 hingga 5 kali dalam sehari dengan porsi kecil untuk latihan sistem pencernaannya mulai bekerja secara normal.

Memilih Makanan Bayi Alami dengan Tepat untuk Sang Buah Hati Tercinta

Memilih Makanan Bayi Alami dengan Tepat untuk Sang Buah Hati Tercinta

Tahukah Anda dalam melakukan perawatan terhadap bayi, terutama pada masa tumbuh kembang mereka, berbagai hal haruslah kita perhatikan dengan seksama, agar nantinya proses tumbuh kembang dalam diri mereka dapat berjalan dengan optimal. Salah satu hal yang memang harus mendapatkan perhatian ekstra dari para orang tua yang memang sedang memiliki bayi adalah asupan gizi dari bayi mereka, dimana asupan ini biasanya akan didapatkan dari ASI serta makanan pendamping ASI. Bagi Anda para orang tua yang memang ingin mendapatkan hasil optimal pada pertumbuhan bayi Anda, maka akan lebih disarankan untuk memberikan makanan bayi alami, yang memang dikenal memiliki asupan gizi lengkap didalamnya.

 Memilih Makanan Bayi Alami dengan Tepat untuk Sang Buah Hati Tercinta

Untuk dapat memberikan makanan khusus bayi dengan tepat, hal utama yang harus diperhatikan oleh para orang tua adalah memilih jenis makanan yang memang secara khusus diperuntukkan untuk bayi dengan usia tertentu. selain nilai gizi yang diberikan oleh makanan tersebut akan lebih lengkap, memilih makanan sesuai dengan usia bayi juga akan lebih dapat membantu pengoptimalan sistem cerna dalam diri bayi Anda.

Berikut ini beberapa jenis makanan bayi alami, yang mungkin dapat Anda berikan kepada putra putri Anda, sesuai dengan klasifikasi usia mereka, yang antara lain adalah:

  • Bayi usia 0-4 bulan

Pada usia ini, akan lebih disarankan bagi para ibu untuk dapat memberikan makanan khusus untuk bayi dari ASI yang mereka miliki. Selain mengandung zat colostrums yang merupakan zat utama pembentuk sistem antibodi dalam diri seorang bayi, ASI juga telah mengandung banyak asupan gizi lainnya yang memang dibutuhkan dalam proses tumbuh kembang bayi. Bagi Anda para ibu dengan bayi usia 0-4 bulan, akan lebih disarankan untuk memberikan ASI secara eksklusif.

  • Bayi usia 4-6 bulan

Pada usia ini biasanya bayi akan mulai mengeluarkan reaksi ketika asupan ASI yang diberikan untuknya dirasa kurang. Secara umum bayi akan mengeluarkan reaksi menangis karena merasa lapar ataupun membuka dan menutup mulutnya, untuk mengatasi permasalahan kurangnya asupan ASI karena faktor berkurangnya produksi ASI dalam diri ibu, maka Anda dapat mulai memberikan bubur bayi dengan rasa buah ataupun sayur yang memang dikenal aman untuk diberikan pada bayi.

  • Bayi dengan usia diatas 6 bulan

Pada usia 6 bulan keatas inilah, bayi secara penuh akan merasakan lapar dalam perutnya secara penuh. Oleh karenanya pada usia inilah akan dianjurkan bagi Anda para orang tua untuk menyediakan makanan pendamping ASI secara penuh. Anda dapat membuat makanan bayi sendiri secara alami sehingga kebersihan dan nilai gizi didalamnya akan lebih terjaga. Makanan seperti pure buah ataupun sayur dan bubur bayi akan dianjurkan untuk Anda berikan, sebagai makanan pendamping ASI bagi putra putri Anda

Tips Membuat dan Menyimpan Makanan Bayi

Tips Membuat dan Menyimpan Makanan Bayi

Memiliki buah hati yang tumbuh dan berkembang dengan sehat adalah harapan setiap orangtua. Para orangtua selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk buah cintanya, tak terkecuali asupan makanan bayi yang bergizi. Pada umumnya bayi yang mulai mengenal makanan padat membuat para orangtua untuk lebih perhatian dalam penyajian maupun penyimpanannya. Berikut ini tips dalam pembuatan hingga penyimpanan makanan sehat dan bergizi bagi bayi Anda.

Tips Membuat dan Menyimpan Makanan  Bayi

Alasan Membuat Makanan Sendiri

Sebagian orangtua lebih memilih untuk membuat makanan bayi sendiri daripada membeli diluar dengan berbagai alasan, diantaranya yaitu:

  1. Orangtua lebih memahami makanan yang dibutuhkan bayinya
  2. Lebih ekonomis
  3. Bebas dalam mengkombinasikan campuran makanan yang akan dibuat seperti pilihan  uah dan sayur
  4. Bayi menjadi terbiasa mengonsumsi makanan rumahan meskipun makanan mereka dalam bentuk pure

Kekurangan Makanan Buatan Sendiri

  1. Para orangtua harus meluangkan waktu yang cukup dalam membuat dan menyiapkan makanan buah hati mereka karena dibuat dalam porsi kecil dan jumlah yang banyak. Sehingga lebih praktis jika menggunakan makanan yang sudah dikemas.
  2. Makanan yang telah dikemas tentunya sudah sesuai takaran kebutuhan bayi sehingga dianggap lebih praktis karena siap disajikan cepat.
  3. Makanan bayi yang dibuat sendiri membutuhkan tempat penyimpanan yang tepat karena lebih cepat rusak dibandingkan dengan makanan kemasan.

6 Langkah Untuk Membuat Makanan Untuk Si Buah Hati

  1. Cuci tangan dan peralatan masak hingga bersih
  2. Kupas buah dan sayur hingga bersih
  3. Kukus, panggang, bakar atau masukkan dalam microwave bahan makanan yang akan dimasak
  4. Haluskan bahan dengan blender atau food processor dengan tambahan air, susu formula maupun ASI. Selain itu, anda bisa menggunakan alat tumbuk.
  5. Masukkan makanan bayi yang sudah siap ke dalam wadah yang kedap udara dan simpan ke dalam lemari es.
  6. Hangatkan makanan saat jam makan, namun tunggu hingga dingin saat dikonsumsi.

Menurut beberapa ahli, cara yang paling baik dalam pembuatan makanan bayi adalah dikukus karena akan tetap menjaga nutrisi makanan. Sedangkan bahan yang digunakan tidak hanya buah dan sayur saja namun bisa menggunakan jenis kacang-kacangan, telur matang bahkan daging matang. Anda juga dapat mencari berbagai referensi dengan membaca buku Top 100 Bayi Purees, Blender Baby Food, dan Petit Appetit Cookbook. Selain itu untuk mempermudah dalam pembuatan makanan untuk buah hati Anda, gunakan alat pembuat makanan yang tepat dan mudah didapat di pasaran.

Tips Menyimpan Makanan Bayi Buatan Sendiri

  1. Tutup rapat makanan yang akan disimpan agar kedap udara sehingga bebas dari kontaminasi bakteri
  2. Taruh makanan ke dalam nampan es batu
  3. Simpan dalam lemari es dengan suhu yang disesuaikan
  4. Jangan terlalu lama menyimpan makanan karena akan merusak nutrisi di dalamnya.
Kenali Makanan Bayi yang Baik Dikonsumsi Untuk Pertama Kali

Kenali Makanan Bayi yang Baik Dikonsumsi Untuk Pertama Kali

Para orangtua yang memiliki bayi khususnya bagi orangtua baru selalu mengharapkan buah hatinya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Semua hal akan diperhatikan dengan seksama khususnya makanan yang dikonsumsi. Biasanya para orangtua bingung dalam mengenalkan jenis makanan apa yang akan dikonsumsi bayi mereka untuk pertama kali. Hal ini menjadi perhatian khusus pada bayi usia 6 bulan ke atas sehingga orangtua harus cerdas dan bijak dalam memilih makanan untuk dikonsumsi buah hatinya. Hal terpentingnya yaitu kenalkan berbagai jenis varian rasa pada bayi Anda agar terbiasa serta pastikan untuk memberikan makanan bayi yang bertekstur lembut.

Kenali Makanan Bayi yang Baik Dikonsumsi Untuk Pertama Kali

Rekomendasi Makanan Untuk Bayi

  1. Berbagai macam sayuran yang dimasak (lebih baik dikukus) seperti wortel, kentang, ubi
  2. Buah-buahan yang dihaluskan atau ditumbuk seperti alpukat, pir, pisang, dan apel
  3. Buah-buahan yang dipotong kecil-kecil seperti melon, peach, apel (jenis buah lembut dan pastikan sudah matang)
  4. Campuran potongan sayur dan buah

Waktu yang Tepat Untuk Menggabungkan Buah dan Sayur

Jika Anda memberikan buah kepada bayi sebagai makanan pertamanya, maka mulailah untuk beralih ke sayuran agar bayi bisa beradaptasi dengan rasa dari sayuran tersebut. Hal ini dikarenakan bayi cenderung menyukai rasa manis dari buah daripada rasa hambar bahkan pahit dari sayur. Dengan adanya kombinasi makanan bayi yang tepat, akan membuat anak Anda menjadi terbiasa mengkonsumsi buah dan sayur seiring bertambahnya usia.

Anda juga tidak perlu khawatir jika pada awal pemberian sayur, si anak tidak mau memakannya. Hal ini sangat wajar terjadi, sehingga sebagai orangtua Anda hanya perlu telaten dan sabar. Anda dapat mencoba membuat campuran makanan yang tepat tanpa menghilangkan salah satu bahan baik buah maupun sayur dan lakukan secara bertahap.

Jenis Makanan Lain yang Baik Dikonsumsi Si Bayi

Makanan bayi untuk usia 6 bulan ke atas terdiri dari berbagai macam jenis baik sudah dalam bentuk kemasan maupun dapat dibuat sendiri. Berikut ini beberapa rekomendasi makanan yang baik untuk dikonsumsi, diantaranya yaitu:

  1. Ikan
  2. Kacang-kacangan dan biji-bijian
  3. Daging
  4. Mentega dan selai kacang
  5. Kue beras, sereal yang dicampur susu formula maupun ASI
  6. Produk susu seperti keju, pudding bahkan yogurt

Jika terdapat makanan yang dapat menimbulkan alergi khususnya ada riwayat keturunan hingga menimbulkan eksim dan asma, maka Anda perlu berkonsultasi dengan dokter agar memberikan asupan makanan bayi yang tepat pada buah hati. Berikut ini beberapa makanan rendah alergi yang dapat dicoba untuk dikonsumsi bayi Anda, diantaranya yaitu:

  1. Buah-buahan seperti apel, pisang, pir, apricot, plum, persik, pisang hijau dan alpukat
  2. Sayuran seperti brokoli, bayam, kembang kol, courgette, dan kacang hijau
  3. Sayuran akar seperti labu siam, kentang, wortel, ubi jalar, dan lobak

 

Variasi Makanan Bayi yang Baik dan Menyehatkan untuk Dikonsumsi

Bayi dan balita membutuhkan asupan makanan yang bervariasi untuk mendapatkan semua kebutuhan nutrisinya. Makanan bayi terbaik tentu saja adalah ASI yang mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan bayi. Namun ketika bayi sudah menginjak usia 6 bulan, bayi memerlukan makanan pendamping selain ASI untuk melengkapi nutrisinya sekaligus memperkenalkannya dengan makanan semi padat yang nantinya akan menjadi makanan pokok saat ia sudah dewasa. Variasi makanan selain ASI dibutuhkan agar banyak jenis nutrisi yang bisa diserap oleh bayi.

 

Variasi makanan meliputi sumber karbohidratnya, sayuran dan buah-buahan. Berikut ini adalah beberapa contoh sumber karbohidrat yang bisa diberikan untuk bayi Anda:

 

  • Beras putih.
  • Beras merah.
  • Ubi jalar.
  • Labu kuning.
  • Sukun.
  • Kentang.
  • Jagung.

 

Sedangkan untuk sayuran yang sebaiknya diberikan secara bergantian antara lain:

Baca Juga : Tips Memberikan Nama Bayi yang Terbaik

Brokoli.

Merupakan sayuran yang paling baik untuk bayi, anak hingga orang dewasa. Brokoli mengandung berbagai nutrisi termasuk untuk mencegah kecacatan dan memperbaiki kondisi tulang karena kandungan kalsiumnya yang besar. Karena tekstur brokoli yang agak padat, Anda harus memblendernya terlebih dahulu hingga menghasilkan tekstur yang lebih lunak.

 

Bayam.

Bayam mengandung zat besi tinggi yang baik dikonsumsi oleh anak-anak dan bayi. Selain zat besi, bayam juga mengandung asam folat, vitamin B dan Vitamin C yang sangat baik untuk daya tahan tubuh. Cara pemberian bayam bisa dengan memotongnya kecil-kecil atau memblender dan menjadikannya sayur. Selain itu rebusan bayam juga bisa dijadikan kuah bubur atau nasi lembek.

 

Wortel.

Wortel yang lunak setelah di blender atau direbus sangat baik untuk variasi makanan bayi karena mengandung vitamin A yang baik untuk pertumbuhan mata dan meningkatkan sistem imun pada bayi.

 

Sedangkan buah-buahan yang bisa dikonsumsi bayi dengan baik serta memberi manfaat antara lain:

 

Pisang.

Pisang ambon atau pisang susu paling direkomendasikan, namun pisang jenis lain pun bisa diberikan pada bayi asalkan sudah matang.

 

Apel.

Kukuslah apel kemudian berikan pada bayi sebagai makanan selingan. Apel mengandung banyak vitamin A, C, kalsium dan fosfor yang baik untuk pertumbuhan panca indra si kecil. Apel juga tidak menyebabkan alergi karena merupakan zat makanan hypoalergenic.

 

Alpukat.

Merupakan sumber vitamin E yang kaya untuk anti oksidan bayi. Teksturnya yang lembut membuatnya bisa diberikan secara langsung untuk bayi. Berikan daging alpukat sedikit demi sedikit hingga saluran cerna bayi terbiasa.

 

Itulah beberapa variasi makanan bayi yang baik untuk diberikan dan memberikan manfaat yang maksimal pada perkembangan organ bayi. Waktu yang tepat untuk memperkenalkan variasi makanan tersebut adalah ketika bayi sudah menginjak usia 6 bulan ke atas. Pemberian makanan lain yang lebih bertekstur sebaiknya menunggu sesuai dengan pertumbuhan gigi dan usia si kecil agar tidak tersedak atau timbul reaksi alergi.

 

Tips Memberikan Makanan Bayi Sesuai dengan Usia Bayi

Untuk bayi yang sudah berusia lebih dari 6 bulan memang membutuhkan makan pendamping ASI yang mana untuk makanan inilah yang akan membantu pada perkembangan yang buah hati. Sedangkan dalam memberikan makanan bayi ini pun tidaklah dilakukan dengan cara yang sembarangan, akan tetapi Anda sebagai orang tua haruslah memperhatikan pada makanan yang nantinya akan dikonsumsi oleh buah hati Anda. Sedangkan untuk makanan yang diberikan pun juga harus sesuai dengan usia buah hati Anda itu sendiri.

Makanan yang dapat dikonsumsi buah hati Anda tentunya juga berbeda-beda, karena makanan yang dikonsumsi tergantung pada usia yang dimiliki oleh buah hati Anda. Bagi Anda sebagai ibu yang baru memiliki anak satu tentunya akan lebih minim tentang pengetahuan akan hal ini, sehingga Anda dapat untuk mengintip pada beberapa ulasan yang ada di bawah berikut ini yang akan membantu diri Anda untuk menemukan makanan yang tepat dan sesuai dengan usia buah hati Anda.

Berikut ini jenis makanan bayi yang sesuai dengan usianya, yaitu sebagai berikut ini:

Baca Juga:Beragam Jenis Bubur yang Bisa Anda Siapkan Sebagai Makanan Bayi Usia 6 Bulan

  • Bayi berusia 0 – 4 bulan.

Untuk bayi yang berusia 0-4 bulan makanan terbaik untuk buah hati Anda yaitu ASI serta kolostrum yang memiliki kandungan berupa anti bodi misalnya seperti IgM, IgA dan IgG yang dapat menjaga pada sistem kekebalan tubuh bayi.

  • Usia 4-6 bulan.

Anda dapat memberikan makanan berupa bubur yang dapat Anda buat dari bahan sayur maupun buah.

  • Bayi 6-8 bulan.

Anda dapat memberikan bubur yang lebih banyak sayurnya dan dalam porsi yang jauh lebih banyak dari usia yang sebelumnya.

  • Bayi 8-10 bulan.

Anda dapat memberikan sereal yang berbahan dasar gandum, serta tambahkan makanan yang banyak mengandung protein, misalnya seperti ikan, telur, daging, serta kacang-kacangan.

Baca Juga:

  • Bayi 10-12 bulan.

Anda dapat memberikan makanan yang kaya akan zat besi, protein, karbohidrat, yang bisa didapatkan dari buah-buahan serta sayur-sayuran.

Dari beberapa jenis makanan yang ada di atas dapat untuk membantu diri Anda untuk lebih teliti lagi dalam memberikan makanan kepada sang buah hati Anda, dengan begitu maka Anda pun tidak perlu merasa khawatir dan takut lagi pada saat Anda belum mengetahui pada jenis makanan yang tepat untuk diberikan oleh buah hati yang sesuai dengan usianya.

Memberikan makanan bayi yang sesuai dengan usianya merupakan suatu hal yang wajib untuk diperhatikan dengan sebaik mungkin, karena hal ini akan sangat mempengaruhi pada proses pertumbuhan buah hati Anda, dan apabila Anda tidak memperhatikan pola makan buah hati Anda, tentunya pertumbuhan buah hati Anda pun juga akan terganggu dan tidak dapat tumbuh kembang sebagaimana mestinya.